Bab 4

12.1K 1.4K 158
                                        

Perkataan Yoongi tidak main-main. Pemuda pucat itu memang sangat lama berada di kamar mandi.

Jimin yang mulai bosan bermain dengan handphone Yoongi sekarang malah memainkan ujung mini skirt-nya.

Ia kembali mengingat masa-masa dimana Ia selalu dipukuli ibu tirinya karena memakai make-up dan pakaian perempuan.

Ibu pasti sekarang bahagia karena aku sudah tidak mengganggunya lagi.

Pemuda imut itu secara tidak sadar menekuk bibirnya kebawah. Pemikiran tentang sang ibu tiri yang bahagia karena hidup tanpanya membuat pemuda imut itu makin murung.

Seharusnya dulu ayah membuangku saja ke panti asuhan.

Pemuda imut itu terlalu fokus dengan pikirannya, Ia bahkan tidak sadar Yoongi sudah duduk di depannya sedari tadi.

"Jimin?" Yoongi menepuk lutut Jimin perlahan, membuat Jimin melompat pelan dan menatap Yoongi.

Pemuda imut itu tersenyum cerah. Lalu Ia mengangkat sebelah tangannya untuk memainkan surai hitam milik Yoongi.

"Kenapa?" Yoongi menangkup sebelah tangan Jimin, membuat Jimin menggeleng pelan.

"Jangan bohong. Aku tahu kau memikirkan sesuatu." Yoongi mengusap punggung tangan Jimin dengan ibu jarinya, membuat Jimin menghela nafas.

Ayah

"Kau rindu dengannya?"

Tidak, aku hanya memikirkannya saja

"Hum? Memangnya kenapa?"

Kenapa tidak dari dulu saja dia membuangku, kenapa sekarang?

"Kenapa berbicara seperti itu? Kau tahu kan itu tidak baik."

Aku hanya penasaran saja, apa karena hutang itu?

"Jimin." Yoongi mengelus pipi Jimin pelan, membuat Jimin memejamkan matanya. Menikmati belaian tangan Yoongi di kulit pipinya.

"Kau sekarang disini, bersamaku. Jangan pikirkan yang lain. Ayahmu memberikanmu kepadaku mungkin untuk alasan kebaikanmu juga. Jadi, jangan terlalu banyak pikiran. Ok?" Yoongi mendudukan dirinya di sebelah Jimin. Kedua tangannya bergerak untuk menangkup pipi chubby Jimin.

"Kau aman disini. Bersamaku. Jangan khawatir lagi." Pemuda pucat itu mengusap tulang pipi Jimin dengan kedua ibu jarinya. Membuat Jimin membuka matanya dan menatap Yoongi.

"Jangan khawatirkan apapun lagi. Karena aku selalu ada disini untuk melindungimu." Lalu Yoongi menepis jarak diantara mereka, menyatukan bibir tipisnya dengan bibir Jimin yang tebal. Memagut bibir bawah Jimin dengan perlahan, menghisapnya dengan hati-hati, membuat Jimin menutup matanya dan membuka mulutnya sedikit.

Kesempatan itu tidak Yoongi sia-siakan. Pemuda itu segera melesakkan lidahnya ke dalam mulut hangat Park Jimin, menikmati rasa manis yang ada disana. Lima menit Ia bertahan dengan pagutan itu. Pemuda pucat itu melepaskan pagutannya, lalu menempelkan dahinya di dahi milik Park Jimin.

"You know, I can't resist your cuteness Park Jimin. I fuckin' can't do that." Gumamnya sambil terkekeh pelan, membuat Jimin tersenyum lebar dan membuka matanya.

Pemuda imut itu dengan perlahan duduk di pangkuan Yoongi, tangannya terarah untuk memainkan surai hitam kelam milik Yoongi.

Tanpa disangka Yoongi, Jimin menggerakkan pantatnya perlahan. Menggesek kebanggaan Yoongi yang masih terbalut celana jeans ketat.

"F-fuck." Yoongi menutup matanya dan mendesis perlahan, membuat Jimin kembali tertawa pelan.

"A-aku p-pernah m-melihat i-i-ibu m-m-melakukan i-i-ini p-p-pada ayah. A-apakah e-enak?" Jimin dengan perlahan masih menggesekkan pantatnya dengan milik Yoongi. Membuat Yoongi menatap Jimin dengan mata tertutup kabut nafsu.

"Kau tahu Jimin. Anak nakal harus dihukum." Ucap Yoongi dengan rendah di sebelah telinga Jimin. Bukannya takut, pemuda imut itu malah semakin terpingkal.

Lalu, dengan sangat mengejutkan. Jimin berbisik di sebelah telinga Yoongi. "P-punish m-me d-d-daddy."

___________________
AKU BALIK SAYANG 🌼

SUGA(r) DADDY ↔ Yoon.MinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang