Bab 10

10.2K 1.2K 205
                                        

^ Kalo mau diabetes. Nonton video diatas. Ucul unch 💓

___________

"Jadi, ikut atau tidak?" Yoongi bertanya pada Jimin yang diam sedari tadi. Tidak mengangguk ataupun menggelengkan kepalanya. Hanya diam, sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.

Banyak makanan?

"Astaga baby. Tentu saja iya. Amat sangat banyak. Ikut?" Yoongi menggenggam kedua tangan mungil Jimin, memberikan senyuman termanis yang Ia punya pada pemuda di depannya.

Tapi—bagaimana kalau teman hyung tidak menyukaiku?

Jimin menggigit bibir bawahnya, matanya terlihat berkaca-kaca. Yoongi terkekeh melihat ekspresi pemuda itu lalu mengusak rambut Jimin

"They will love you baby. I bet they will" Yoongi mengecup dahi Jimin, dan membawa pemuda itu ke dalam pelukannya.

"Jadi—kau ikut kan?" Yoongi menatap Jimin yang berada dalam pelukannya, lalu Ia tersenyum lebar ketika Jimin menganggukan kepalanya dan memeluk tubuh Jimin lebih erat.

"Terimakasih baby, aku yakin kau akan suka acara itu." Yoongi mengecupi rambut Jimin beberapa kali, membuat Jimin terkekeh pelan lalu mengusak wajahnya di dada Yoongi.

***

"Min Yoongi! Lama tidak bertemu." Seorang pemuda berambut blonde menghampiri dan menjabat tangannya, matanya tidak lepas dari wajah Jimin yang bersembunyi di lengan Yoongi.

"New pet?" Pemuda itu menunjuk Jimin dengan gelas wine-nya, membuat Yoongi menggertakan giginya pelan

"No. Boyfriend." Ucap Yoongi sambil tersenyum kecil dan mengusak rambut Jimin.

"Oh! It's weird. But I'm glad to hear that. So what's his name?" Pemuda berambut blonde itu bertanya dengan mata tak lepas dari wajah Jimin, membuat Yoongi berdeham

"Jimin, Park Jimin." Jawab Yoongi

"Baby, don't be shy. Greet him." Yoongi mengelus rambut Jimin perlahan, membuat Jimin mengangkat kepalanya untuk menatap wajah Yoongi

"It's okay baby, greet him." Yoongi mengelus pipi Jimin perlahan, membuat si pemuda blonde tersenyum kecil sambil memperhatikan wajah Jimin yang manis

"P-p-park J-j-jimin" Jimin berbicara dengan terbata-bata, membuat si pemuda tersenyum maklum lalu mengusak rambut Jimin.

"You looks exactly like my little brother. Nice to meet you Jimin, I'm Namjoon. Kim Namjoon" Namjoon menjabat tangan mungil Jimin, lalu tertawa ketika melihat kedua pipi Jimin yang memerah.

"It's nice to talk with you guys. But I have another things to do, see ya." Namjoon tersenyum ramah lalu berjalan pergi menuju ke kerumunan orang lainnya.

"Senang?" Yoongi mengelus sebelah pipi Jimin dengan jari telunjuknya membuat Jimin mengangguk sambil tersenyum lebar.

Pemuda itu menguap pelan ketika rasa kantuk mulai menghampirinya, membuat Yoongi terkekeh lalu mengeratkan pegangannya di pinggang Jimin.

"Ayo pulang, ini sudah terlalu larut untukmu." Yoongi meletakkan gelas wine-nya di atas meja, lalu membawa Jimin ke dalam mobilnya.

***

"H-h-hyung?" Jimin mengusak matanya. Pemuda itu terduduk di pinggiran ranjang miliknya dan Yoongi. (Bobo bareng unch)

"Ah, sayang! Sudah bangun?" Yoongi berlutut didepan Jimin, kedua tangannya tergerak untuk menangkup pipi chubby pemuda itu.

"Ungg" Jimin bergumam sambil menganggukan kepalanya. Tangannya tidak berhenti mengusap matanya, membuat Yoongi gemas sendiri.

"Heyyy nanti matamu merah." Yoongi menyingkirkan kedua tangan Jimin. Lalu mengecup kedua punggung tangan dan kedua mata pemuda itu.

Jimin hanya terdiam sambil tersenyum diperlakukan seperti itu, hatinya meleleh. (Gua yang nulis uga meleleh huhuhu)

"Sekarang masih jam 2 pagi sayang. Mau apa bangun jam segini?" Yoongi mengusap pipi kanan Jimin, membuat Jimin secara tak sadar menempelkan wajahnya lebih dekat ke arah telapak tangan Yoongi.

Hyung tidak ada disampingku ketika aku tidur. Jadi aku bangun.

"Tadi aku menerima panggilan dari sajangnim, sayang. Ayo tidur lagi. Masih jam 2 pagi, memangnya mau apa jam segini, hm?" Yoongi bertanya sambil mengusak rambut Jimin, pemuda itu lalu membawa Jimin untuk berbaring diatas ranjang bersamanya.

Jimin tidak memejamkan matanya, pemuda itu hanya menatap wajah Yoongi tanpa berkata apapun, di bibirnya terpatri senyuman lebar.

"Kenapa sayang? Aku tampan ya?" Yoongi bertanya dengan nada jahil. Membuat Jimin terkekeh pelan lalu mencubit pinggang Yoongi pelan.

"Aw! Sakit sayang" Yoongi memeluk Jimin erat, membuat Jimin semakin melesakkan wajahnya ke dada Yoongi.

"Sudah-sudah ayo kita tidur." Yoongi lalu mengecup dahi Jimin, menggumamkan selamat malam dan membawa Jimin ke alam mimpi bersamanya.

To Be Continued

A short questions

"Kenapa kalian masih baca fic ini? Padahal kalian tau gua selalu late update."

"Apa yang menarik dari fic ini?"

"Pertama ketemu fic ini dimana?"

Annyeong~!!!

Jangan lupa vote sama komeng sayang 😘💓

Lafyu unch

Lafyu unch

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SUGA(r) DADDY ↔ Yoon.MinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang