Bab 12

9K 1K 46
                                        

"Now, listen to me. Take off your clothes, all of them. And makes daddy happy." Yoongi berbisik di sebelah telinga Jimin, mengecup telinga pemuda imut itu, lalu turun ke lehernya.

"H-h-hyung" suara Jimin bergetar ketika Yoongi sudah sampai di colar bone miliknya. Pemuda yang lebih tua menghias kulit putihnya dengan tanda kemerahan.

"Lepas Jimin." Yoongi mengucapkan kata itu dengan penekanan, kedua tangannya meremas paha Jimin yang hanya terbalut kaos kaki selutut berwarna biru muda dengan garis putih.

Mendengar perintah itu, Jimin melepaskan sweaternya dengan perlahan. Membuat Yoongi terkekeh dengan suara parau.

"Emmm. Bad babyboy." Yoongi menciumi pipi Jimin. Tangannya tak berhenti mengusap paha Jimin secara perlahan.

"Sengaja hanya memakai panties dan juga sweater?" Yoongi bertanya di depan wajah Jimin, membuat wajah Jimin memerah sempurna dan mengangguk mengiyakan.

"Lepas celanamu juga Jimin." Tangan Yoongi kini pindah ke atas, mengusap pelan kedua sisi pinggang Jimin.

Dengan perlahan Jimin bangkit, lalu melepas panties hitam miliknya.

"Emm. Such a goodboy, always obeys what daddy says" Yoongi mengusap pipi Jimin, lalu dengan perlahan merebahkan tubuh Jimin di atas ranjang mereka.

Cup. Cup.

Ia menciumi perut rata Jimin, membuat Jimin menahan nafasnya untuk sekian detik.

"Kau menyukainya, babyboy?" Yoongi menaikkan badannya. Lalu mengurung kepala Jimin dengan kedua lengannya. Menatap pemuda imut itu lurus di bola matanya yang berkilau polos.

Jimin hanya mengulum senyum, lalu mengangguk malu-malu.

"Cute." Yoongi kembali menciumi pipi Jimin, lalu berpindah ke bibir tebal pemuda imut itu.

Yoongi menyesap bibir Jimin perlahan, menikmati rasa manis dari bibir Jimin.

Setelah puas, pemuda itu menatap wajah Jimin yang memerah padam.

Jimin kelihatan berantakan.

Poninya yang basah menutupi dahinya, bibir tebalnya bengkak karena ulah Yoongi, lehernya banyak bercak merah, dan nafasnya yang memburu membuatnya kelihatan makin cantik dimata Yoongi.

Sebelah tangan Yoongi mengusap perut rata Jimin, lalu turun lagi ke pusat kenikmatan milik Jimin.

"N-nggghhhh" Jimin merengek pelan ketika Yoongi menggenggam kepunyaannya.

"Cantik, Jiminnie sangat cantik, Yoongi hyung sangat menyukai Jiminnie." Yoongi masih memainkan tangan kanannya di kejantanan Jimin, sedangkan tangan kirinya kembali mengusap perut rata Jimin, naik-turun terus begitu hingga Jimin mengangkat sedikit tubuhnya dari kasur.

"N-ng! Y-y-yoongi h-h-hyung, t-t-tidak k-k-kuat" nafas Jimin tersenggal ketika mengucapkan kata-kata itu, membuat Yoongi makin cepat memainkan tangannya di kejantanan milik Jimin.

Lalu Yoongi naik, mencium kedua belah bibir tebal milik Jimin, menelusuri gua manis milik Jimin dengan lidahnya.

"Ngh!" Jimin mendesah ketika puncaknya sampai, pemuda imut itu dengan tak sabaran mengarahkan kejantanannya ke arah tangan Yoongi, sambil mengeluarkan cairan putih miliknya.

"Jiminnie sangat cantik." Ucap Yoongi sambil mengusap rambut Jimin yang sudah basah, lalu mata Yoongi terbelalak ketika Jimin mengambil tangan kanannya dan menghisapi jarinya satu persatu.

Ia memperhatikan wajah Jimin ketika menjilati jari-jarinya. Dan—damn it! Jimin kelihatan menikmati kegiatannya, membuat Yoongi memejamkan mata, menahan diri agar tidak berbuat lebih jauh.

Jimin yang melihat ekspresi hyung-nya itu malah terkekeh dalam hati. Pemuda imut itu dengan sengaja menyenggol kejantanan Yoongi dengan lututnya.

Yoongi menggeram, lalu menatap Jimin tepat di kedua bola mata pemuda manis itu.

Jimin hanya mengedipkan mata, sambil menghisap jari tengah Yoongi dengan gerakan keluar-masuk, membuat Yoongi makin menggeram frustasi.

"Jimin, aku tidak mau membicarakan ini sekarang. Tapi, aku tidak bisa melakukan 'itu'" ucap Yoongi sambil menarik tangannya dari mulut Jimin.

Jimin hanya cemberut, lalu matanya seakan bertanya "kenapa? Kenapa begitu?"

Yoongi terkekeh, lalu pemuda itu menciumi leher Jimin, membuat Jimin ikut tertawa kecil.

"Jiminnie masih belum siap untuk hal 'itu' nanti kita lakukan kalau saatnya sudah tepat? Arra?" Yoongi menatap Jimin dengan tatapan penuh kasih, tangannya mengelus rambut coklat lebat milik pemuda imut itu.

"Hemmm" Jimin bergumam sambil mengangguk, lalu memeluk Yoongi yang masih mengenakan pakaian utuh.

"Mau mandi?" Tanya Yoongi perhatian, pemuda itu masih memainkan rambut tebal milik Jimin

"Eunggg" Jimin menggelengkan kepalanya dengan imut, membuat Yoongi terkekeh lalu merebahkan diri di sebelah Jimin.

"Aku mencintaimu, Park Jimin" ucap Yoongi sambil mengecup kedua pipi gembil Jimin.

"J-j-j-jiminie j-j-j-juga m-m-m-mencintai Y-y-y-yoongi hyung!" Ucapnya sambil mengusak wajah di dada Yoongi.

SUGA(r) DADDY ↔ Yoon.MinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang