This is gonna be a bad story. Trust me, it works.
"Jimin." Suara serak itu terdengar memanggil namanya, membuat Ia mengerutkan dahi lalu membuka kedua bola matanya perlahan.
"Y-yoongi h-hyung?" Ucapnya dengan suara kecil. Lalu pemuda imut itu mengeratkan pelukannya di tubuh Yoongi, menghirup aroma lemon mint yang menguar dari tubuh Yoongi.
"Ayo bangun. Sudah pagi." Yoongi mengusap pipi kanan Jimin dengan ibu jarinya, membuat Jimin malah semakin menempelkan pipinya ke telapak tangan Yoongi.
"Cute" Yoongi terkekeh dengan suara beratnya. Membuat Jimin tersenyum manis lalu mulai naik ke pangkuan Yoongi.
Pemuda manis itu melingkarkan kedua tangannya di leher Yoongi, lalu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher laki-laki itu.
"Ada apa babyboy?" Yoongi mengelus rambut Jimin pelan-pelan. Membuat Jimin tersenyum dan mengeratkan pelukannya di leher Yoongi.
"Ayo bangun, kita akan jalan-jalan lagi hari ini." Yoongi menepuk-nepuk pantat Jimin sambil memandang wajah pemuda manis itu.
Jimin? Mendengar kata "jalan-jalan" pemuda itu langsung terduduk tegap dan memandang Yoongi dengan mata berbinar.
"J-j-jalan? K-k-ke m-mana?" Tanya pemuda manis itu dengan susah payah.
"Taman bermain." Ucap Yoongi dengan senyumannya. "Kau suka taman bermain kan? Jiminnie?" Tanya Yoongi sambil merapikan poni milik Jimin yang sudah mulai memanjang.
Ditanya seperti itu, Jimin mengangguk dengan semangat. Pemuda itu tanpa sadar bertepuk tangan sambil tersenyum lebar.
"Ayo. Mandi dulu." Ucap Yoongi sambil menggendong Jimin ke arah kamar mandi.
"O-oh? M-mandi b-b-berdua? J-j-jiminie b-b-bersama Y-y-yoongi h-hyung?" Jimin bertanya dengan pandangan polosnya. Membuat Yoongi hanya mengangguk, lalu menurunkan Jimin di lantai kamar mandi.
Pemuda manis itu berdiri sambil memperhatikan Yoongi yang mengisi bath-up dengan air hangat. Pipinya mulai memerah ketika melihat Yoongi yang membuka bajunya.
"Jimin? Kenapa?" Yoongi membalikkan badan menghadap kearah Jimin. Membuat semburat merah itu makin terlihat di kedua pipinya.
Yoongi terkekeh lalu menarik Jimin kedalam pelukannya. "Kau malu ya?" Gumamnya di atas rambut Jimin.
Jimin mengangguk, kedua tangannya dengan refleks menutupi pipinya yang menghangat. Membuat Yoongi terkekeh lalu dengan perlahan membuka kancing-kancing piyama milik Jimin.
"Tidak usah malu." Ucap Yoongi sambil menatap wajah Jimin yang menggemaskan.
"Tidak usah malu, karena mulai sekarang. Kita akan sering melakukan ini." Ucap Yoongi sambil tersenyum menatap wajah Jimin.
❇❇❇
"T-t-tapi h-hyung b-b-bubble g-gum l-lebih e-enak d-d-dibandingkan r-r-red v-v-velvet" Jimin merengek ketika Yoongi tidak memberikan ice cream bubble gum kesukaannya.
Yoongi yang melihat ekspresi Jimin hanya bisa mendesah kasar.
"Bubble gum satu. Extra scoop." Ucap Yoongi pada sang pegawai perempuan yang melihat Jimin dengan pandangan sinis.
Yoongi yang melihat itu berdeham keras lalu berkata "apakah ada pelayan yang lain selain dirimu?" Tanya Yoongi, membuat perempuan itu tersentak.
"Ada, kenapa tuan?" Ucap perempuan itu dengan nada yang lembut kali ini.
"Aku tidak mau kalau kau yang mengantarkan pesananku, aku mau yang lain. Yang lebih sopan. Yang tidak melihat pacarku dengan pandangan sinis dan merendahkan." Ucap Yoongi lalu meletakkan selembar uang 50 ribu di meja kasir.
"Kembaliannya ambil saja, hitung-hitung untuk membayar supaya kau tidak melihat pacarku dengan pandangan seperti itu lagi." Setelah itu, Yoongi membawa Jimin untuk duduk di dekat jendela.
Hyung tidak seharusnya bilang begitu
"Wanita itu terus merendahkanmu lewat pandangannya. Aku tak suka."
Jimin terkekeh pelan, lalu pemuda itu menggenggam tangan Yoongi dengan erat.
Aku sudah biasa diperlakukan seperti itu. Jadi, aku tidak apa-apa
Jimin tersenyum manis sambil menyerahkan note yang Ia tulis di depan Yoongi
"Tapi–"
"Eung! Y-Yoongi h-hyung b-bawel s-s-seperti k-k-kakek!" Ucap Jimin sambil terkekeh pelan. Membuat Yoongi terdiam dan tidak berbicara apapun.
Jimin menunggu pesanan eskrimnya dengan tenang, kakinya sedari tidak bisa diam. Pemuda itu juga mulai melompat-lompat di tempat duduknya, membuat Yoongi dengan jahil merekam kelakuan Jimin itu.
"Jimin." Panggil Yoongi.
Jimin menoleh, lalu pemuda itu tersenyum hingga matanya membentuk bulan sabit.
"Bagaimana rasanya bermain seharian? Menyenangkan?" Tanya Yoongi masih sambil merekam wajah Jimin.
"Hm!" Jimin mengangguk semangat, membuat Yoongi terkekeh pelan.
Tak lama kemudian, eskrim pesanan milik Jimin sudah datang. Lalu, Jimin mulai makan dengan tenang.
Yoongi memperhatikan wajah Jimin dengan senyuman menghiasi wajahnya. Tangannya masih sibuk merekam wajah Jimin yang mulai dipenuhi oleh es krim.
Aku harap, kau memang ditaktdirkan untuk menemaniku.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUGA(r) DADDY ↔ Yoon.Min
FanfictionApa yang seharusnya ayahmu lakukan ketika keluarga kecilmu mengalami kebangkrutan? Mempertahankan keluarga kecilnya atau- Menjual satu-satunya putra yang Ia punya? Yang selalu Ia anggap sebagai "kesalahan" dalam hidupnya?
