Apa yang seharusnya ayahmu lakukan ketika keluarga kecilmu mengalami kebangkrutan?
Mempertahankan keluarga kecilnya atau-
Menjual satu-satunya putra yang Ia punya? Yang selalu Ia anggap sebagai "kesalahan" dalam hidupnya?
Sinar matahari yang mengusik indra penglihatannya membuat Jimin mengerutkan keningnya.
Pemuda mungil itu dengan perlahan menyembunyikan wajahnya di dada Yoongi, membuat Yoongi terkekeh pelan.
"Bangun sayang." Ucap Yoongi dengan suara seraknya.
Jimin menggeleng pelan. Pemuda imut itu makin mengeratkan pelukannya di pinggang Yoongi.
"Ah. Kalau begitu, kita tidak jadi ke taman bermain ya?" Yoongi menggoda Jimin. Membuat Jimin segera menolehkan pandangannya ke arah Yoongi.
Taman bermain?
"Iya. Kalau kau mengantuk tidak apa-apa sih. Aku tidak memaksa."
Ayo pergi!
"Katanya kau mengantuk? Aku tidak mau memaksamu untuk bangun dan pergi."
Sekarang sudah tidak mengantuk! Ayo pergi hyuunggg!
Jimin membuat ekspresi memelas sambil menunjuk catatannya. Yoongi yang melihat wajah Jimin hanya terkekeh pelan lalu menempatkan satu ciuman hangat di pipi Jimin.
"Ayo mandi dulu." Ucap Yoongi sambil berdiri di hadapan Jimin, mengulurkan kedua tangannya.
Aku bisa mandi sendiri hyung! Hyung mandi di kamar luar ya.
Lalu setelah Jimin meletakan notes itu di tempat tidur. Ia pergi ke kamar mandi dengan cepat, meninggalkan Yoongi yang memasang tampang sedih dibuat-buat.
"Padahal aku ingin mandi bersamamu." Ucap Yoongi dengan keras. Membuat Jimin tersipu malu.
Untung saja Yoongi tidak melihatnya, bayangkan kalau Yoongi melihat Jimin tanpa pakaian, dengan pipi bersemu merah begitu.
Ucapkan selamat tinggal pada keperjakaannya kalau itu sampai terjadi.
***
"Kau lucu sekali." Ucap Yoongi. Pemuda pucat itu berusaha menahan dirinya untuk tidak memeluk Jimin dengan erat lalu menciumi Jimin sampai lemas.
Terimakasih. Aku memang selalu imut.
"Such a brat." Ucap Yoongi sambil terkekeh. Lalu, pemuda pucat itu menggenggam tangan mungil Jimin. Membawanya masuk ke dalam mobil hitamnya.
You love this brat. Jimin menyerahkan notes itu ke tangan Yoongi, membuat Yoongi terkekeh lalu mencubit ujung hidung Jimin.
"Yes I am." Ucap Yoongi gemas.
***
Melelahkan dan menyenangkan.
Itulah yang Jimin rasakan ketika mereka sudah sampai dirumah setelah kembali dari taman bermain.
Jimin tidak menyesal pergi bersama Yoongi. Pemuda yang lebih tua darinya itu membelikan hampir semua yang Jimin inginkan.
Mulai dari cotton candy, teddy bear, keychain, bahkan sampai animal hat.
"Senang?" Tanya Yoongi pada Jimin yang sekarang sedang duduk di pangkuannya. Pemuda imut itu sedari tadi asik bermain dengan tangan Yoongi.
Yoongi hanya tersenyum hangat. Terus memperhatikan wajah Jimin hingga pemuda imut itu menguap pelan.
"Kau mengantuk?" Ucap Yoongi sambil terkekeh. Jimin yang mulai dikuasai rasa kantuknya itu mengangguk pelan, membuat Yoongi tersenyum dan mengecup dahi Jimin.
"Tidurlah. Nanti akan kugendong sampai kamar." Tangan pemuda itu terangkat untuk mengusap rambut Jimin, menenangkan Jimin hingga pemuda bersurai coklat itu tertidur lelap dalam dekapannya.
"Such a cutie."
__________________ Syukuran.
Btw.
Sneak peek into my wattpad draft.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.