16

40.7K 3.5K 163
                                        

Joanna menggeliat, mencari posisi yang nyaman dan kembali bergelung.
Tidak lama karena beberapa saat kemudian ia tersadar bahwa ia tidak sedang berada dalam pesawat lagi. Diedarkannya pandangannya ke sekelilingnya, lalu segera ia melompat bangun begitu menyadari keberadaannya di kamar Richard.

Dilihatnya Richard sedang duduk di sofa dan memandanginya selama ia tidur. Kakinya disilangkan, satu lengannya menumpang di lututnya, dan sebelahnya lagi diletakkannya di sepanjang sandaran.

"Uhm, Rich... sejak kapan aku di sini?  Dan kenapa kau tidak membangunkanku?" tanya Joanna masih dalam kebingungannya.

Richard hanya diam dan terus menatap intens pada Joanna, membuat gadis itu salah tingkah.

Perlahan Joanna menyibakkan selimut dan berjalan pelan mendekat pada Richard, duduk di samping laki-laki itu.

"Kau masih marah?"

Richard diam tidak menjawab.

"Rich... bukannya aku menolak, tapi aku... uhm... aku yakin di luar sana ada banyak wanita yang siap dan pantas menjadi milikmu. Dan aku yakin bahwa perasaanmu padaku tidak akan bertahan lama," Joanna menunduk, menggigit bibirnya ketika mengucapkan kalimat yang menyakiti dirinya sendiri.

Richard menatapnya nyalang. Ia tidak suka mendengar perkataan gadis itu. Joanna meragukan hatinya. Joanna tidak percaya bahwa Richard sudah sangat jatuh cinta padanya.
Richard merentak berdiri dengan kasar.

"Kau tidak tau apa-apa dengan perasaan dan hatiku, Jo. Aku tau selama ini mungkin caraku mendekatimu salah. Tapi aku benar-benar mencintaimu dan ingin menjadikanmu milikku selamanya," Richard mendesah gusar.

"Tapi Rich..."

"Atau kau tidak sungguh-sungguh membuka hatimu untukku?"

Joanna tergeragap. Seandainya saja Richard tau apa yang terjadi dalam hatinya. Sungguh, di satu sisi ia mulai tenggelam dalam pesona Richard. Tapi di lain sisi, ia takut terluka karena ia yakin luka kali ini akan sangat dalam dan tidak akan ada obatnya.

"Aku mencobanya. Sungguh! Tapi tidak secepat ini, Rich," Joanna menunduk bimbang.

"Kita bisa bertunangan dulu jika kau ragu. Lagipula, dengan pertunangan itu, aku lebih leluasa menjagamu. Please, Joanna. Aku sudah memintamu baik-baik. Kau tidak mau kan jika aku menggunakan ibumu dan memaksamu menikah denganku?"

Joanna menatap Richard dengan cepat. Matanya melotot kesal. Ia bangkit berdiri dan menghampiri laki-laki itu.

"Jangan coba-coba memanfaatkan ibuku, Rich!" sentaknya menahan kesal.

Richard menaikkan sebelah alisnya. Ia suka melihat Joanna yang galak seperti ini. Apapun ekspresi gadis itu, akan selalu menyenangkan untuknya. Lalu sebuah senyum licik menghiasi wajah tampannya.

"Silakan pilih, My Sexy," bisik Richard mengecup bibir Joanna sekilas dan secepat kilat meninggalkan Joanna sendiri dalam keterkejutannya sebelum gadis itu menyadari apa yang terjadi dan berteriak kesal.

-----*-----

Bibir Richard menyunggingkan senyum puas. Akhirnya Joanna menyetujui pertunangan mereka.
Ia sudah meminta Joanna pada ibunya.
Bahkan ia sudah memberitahukan kapan ia dan Joanna bertunangan.

Protes Joanna yang tidak menginginkan pertunangan itu diadakan di hotel bintang lima dengan mengundang banyak orang hanya mendapatkan senyum Richard.
Richard ingin semua orang tau bahwa Joanna miliknya.

Ia tidak sabar menunggu hari pertunangan itu tiba. Ia benar-benar tidak akan membuang waktu sedikitpun. Richard Forrester selalu tepat sasaran menggunakan setiap kesempatan yang ada. Dan kesempatan yang ditunggunya sekarang sedang digenggamnya.

BILLIONAIRE'S LOVE (SUDAH TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang