Part 8 : truth or dare?

703 38 2
                                        

Waah senengnya akhirnya semangat nulis lagi!

Nah temen-temen, setelah saya baca ulang, kok ya ceritanya bener-bener teenlit dan cepat sekali rentetan ceritanya

Benar kah begitu?
Menurut temen-temen gimana?

Saya sedang belajar untuk membuat cerita yang saya garap saat ini lebih sinkron,
Lebih tertata secara paragraf dan bahasa

Saya mau melanjutkan dulu
Sebelum saya edit ulang semuanya

Makin kesini ceritanya mudah-mudahan bakalan lebih nyambung sama judulnya

Dan readers bakalan lebih nyaman yaa baca ceritanya

Please, saya sedang dalam tahap belajar bangetan temen-temen

Komentar dan voting kalian beneran saya butuh.

Oke, selamat membaca yah :*

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Aku curiga.....
Jangan-jangan aku punya penyakit jantung?

No!
Peristiwa ini sungguh diluar dugaanku.

Coba kamu yang mengalami, mungkin kamu akan merasakan hal yang sama.
Aku siuman tidak lama setelah turun dari rollercoaster.
Kejadian ini menghebohkan satu wahana. Setelah ini pihak pengelola harus memperbaiki sistem mereka. Jika tidak, bisa jadi akan ada korban yang mungkin akan lebih parah insident nya.
Aku tidak ingin berlama-lama lagi ada di wahana itu.
Satu bulan semenjak kepindahanku ke kota ini dan ini adalah kejadian yang paling mengerikan!

Aku masih terbaring di kursi panjang dekat wahana. Dan saat itu juga perlahan aku bangkit. Papa, Tiara, Rayan, Nisa dan Fia sudah ada didekatku.
Papa menunduk di sampingku, terlihat wajahnya mengkhawatirkan aku.
"Kamu sudah tidak apa-apa? Nanti papa akan tuntut pihak pengelola supaya mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kita langsung pulang ya."
Papa membawa aku perlahan untuk berjalan
"Tidak apa-apa pa, tidak perlu dituntut. Mereka pasti akan melakukan perbaikan sistem. Mereka pasti malu, kejadian seperti ini akan cepat menyebar di sosial media." Ujarku pelan. Aku tidak ingin memperkeruh suasana." ujarku

Time flies, memory don't

Tapi sungguh tega sekali rasanya jika aku terus-terusan tidak memaafkan Ayahku sendiri. Hari ini aku kembali merasakan, kasih sayang. Ya, kasih sayang Ayahku
Ya Tuhan, semoga momen seperti ini selalu terjadi dalam hidupku.
Bisakah kami utuh kembali?

Ada bekas ingatan yang takkan pernah lekang oleh waktu.
Ayahku pernah bilang "Cintailah laki-laki yang sungguh mencintaimu tanpa alasan, bukan hanya karena parasmu, atau segala kelebihanmu. Cintailah dia yang mencintaimu apapun keadaanmu"

Tapi, kenapa Papa mengkhianati Mamaku?
Mungkin cinta tak selamanya semurni itu.......
Dan bodohnya, aku masih saja percaya kata-kata papa.
Ya, suatu hari akupun akan menemukan cinta yang sesungguhnya

Setelah menemukan keadaanku baik-baik saja, kami pulang.
Liburan yang ekspektasinya untuk menghibur diri, malah membuat kepalaku semakin pusing

--------------------------------------------------

Rayan POV

Seakan semuanya terjadi bak halilintar di siang bolong.
Begitu cepat dan tak terduga

Apa sih isi pikiran yang ada di dalam kepala cantiknya itu?
Mengapa dia menghindari Heru sebegitunya?
Apa dia mulai jatuh cinta padanya?

"Quin, are you OK? Kamu gapapa kan? Kalau kenapa-napa sama kamu hari ini, wah kacau, ga bakal ada lagi yang bisa diusilin di kelas" kata ku

Quin, of JendralCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang