Chapter 1 - Pernikahan

24.4K 985 16
                                        

Tak pernah aku meminta

bertemu engkau dan bersama-sama

dalam kehidupan.

Namun, Tuhan mengirim engkau

untuk bersama dengan ku

selamanya.

¤¤¤

Kata-kata manis, aku terima kamu apa adanya. Akan kalah dengan kata-kata pasti, saya terima nikahnya.

***

Hari bahagia yang sudah di tunggu-tunggu oleh pengantin laki-laki dan pengantin perempuan kini tiba yaitu hari pernikahan. Yang mana keduanya akan mengubah status lajangnya menjadi pasangan suami istri.

Persiapan acara pernikahan pun sangat singkat, hanya tiga minggu setelah proses lamaran. Walaupun singkat, konsep pernikahan yang diinginkan oleh kedua pengantin pun tercapai. Dengan mengambil konsep pernikahan syari. Konsep tersebut diminta langsung oleh Nadhifa yang ingin pernikahan nya bernuansa Islami.

Karena konsepnya syari, dekorasi dibuat minimalis. Warna putih dan biru dipilih untuk dekorasi pelaminan dan kursi. Resepsi pernikahan di selenggarakan di halaman depan dan belakang rumah orang tua Nadhifa. Hal itu dipilih karena halaman rumah orang tua Nadhifa cukup luas.

Terdapat 100 kursi tamu untuk pria dan wanita yang diatur secara terpisah. Ada pembatas berupa tiang kecil yang didekor dengan bunga-bunga untuk memisahkan tamu pria dan wanita. Terdapat 1500 undangan yang diundang oleh Nadhifa dan Faiz serta orang tua keduanya.

Walaupun dipisah tapi tamu laki-laki dan tamu perempuan tetap kelihatan, pelaminan nya juga dipisah, jadi perempuan salamannya sama pengantin perempuan. Laki-laki dengan pengantin laki-laki.

Akad nikah akan di selenggarakan di masjid terdekat rumah orang tua Nadhifa. Nadhifa sebagai pengantin perempuan tidak ikut ke masjid untuk menyaksikan jalannya ijab qabul. Karena selama akad belum terucap, Faiz dan Nadhifa bukanlah pasangan suami istri, sudah seharusnya mereka tidak boleh bertemu terlebih dahulu. Hanya pengantin laki-laki dan para laki-laki dari kedua keluarga pengantin lah yang ada di masjid disertai Pak penghulu.

Nadhifa mendapatkan hadiah dari calon suaminya yang berupa pembacaan Al-Quran. Sebelum ijab qabul, ada proses murojaah (pengulangan hafalan Al-Quran) yang dilakukan oleh pengantin laki-laki. Proses pembacaan Al-Qur'an tidak hanya dilakukan oleh pengantin laki-laki tapi beberapa teman dari Faiz yang hafidz Quran lainnya.

Pengantin laki-laki hanya membaca surah Ar-Rahman. Nadhifa yang hanya melihat lewat sambungan video call dengan sang kakak yaitu Fhirdan, mendengar suara Faiz melantunkan surah Ar-Rahman membuat Nadhifa terharu. Setelah selesai langsung berlanjut proses ijab qabul.

Sambil menjabat tangan Ayah Nadhifa. Faiz berucap dengan suara yang lantang. Ucapan yang tak ada lima menit diucapkan tetapi mempunyai tanggung jawab yang sangat besar di hadapan Allah.

"Saya terima nikah dan kawinnya Nadhifa Ayu Zuhaira binti Fadhlan Fathurrahman dengan mas kawin tersebut tunai." ucap Faiz dengan satu tarikan napas.

"Sah?"

"SAH!!"

"Alhamdulillah..."

Kujaga TakdirkuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang