"Tiada yang abadi di dunia ini. Tapi jika alasanku mencintaimu adalah ALLAH. Semoga DIA yang Maha Abadi merahmati agar cinta ini tak henti bersemi."
***
Sekarang Faiz dan Nadhifa telah sampai di rumah Faiz yang akan mereka tempati berdua. Rumah ini tampak luas halaman depan belakang nya. Minimalis berlantai dua untuk menggambarkan bentuk rumah tersebut.
"Maaf ya sayang, belum ada pembantu nya. Biasa sebelum menikah Mas 'kan tinggal sendiri. Jadi tidak terasa aja sekarang di tempati berdua bersama istri." ujar Faiz merasa bersalah.
"Tidak usah ada pembantu Mas." ucap Nadhifa tersenyum.
"Kenapa?"
"Aku 'kan istrinya Mas. Ini sudah menjadi tanggung jawab aku sebagai istri Mas Faiz. Ibu pernah bilang ke aku, katanya Pahala seorang istri itu menumpuk di pekerjaan rumah itu sendiri. Jadi tidak usah ada pembantu ya Mas. Lagi pula aku sudah biasa beresin rumah." ujar Nadhifa. Ia tersenyum ke arah suaminya.
Faiz tersenyum. Ia mengusap lembut pucuk kepala istrinya dengan kasih sayang yang masih tertutup oleh hijab. "Kalau kecapekan bilang ya sama, Mas."
Nadhifa mengangguk. "Iya Mas."
"Ya sudah kamu istirahat dulu sana, kamarnya ada di lantai dua. Mas pergi keluar sebentar ya, sayang. Mau ke rumah Pak RT, mau bilang kalau istri Mas ini sudah tinggal bersama Mas disini. Assalamualaikum." pamit Faiz.
"Iya Mas. Wa'alakumussalam." jawab Nadhifa sambil mencium punggung tangan suaminya.
Nadhifa beranjak pergi ke lantai dua. Rumah suaminya tampak bersih. Ia yakin pasti suaminya ini rajin membersihkan rumah.
Nadhifa masuk ke dalam sebuah kamar, kamar suaminya. Suasana nya tampak nyaman.
Ia beranjak menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu, karena suara adzan dzuhur sudah berkumandang. Ia pun melaksanakan shalat dzuhur dengan khusyu.
Setelah ucapan salam diucapkan, Nadhifa berdzikir dan berdoa mengharapkan keberkahan dalam rumah tangganya dan mengharapkan generasi penyejuk hati yang shaleh dan shalihah.
Setelah melakukan kewajiban nya sebagai seorang muslimah. Sembil menunggu kedatangan suaminya, kini Nadhifa tengah merapikan pakaian dan meletakannya ke dalam lemari pakaian.
"Assalamualaikum." ucapan salam dari Faiz.
"Wa'alaikumussalam." balas Nadhifa. Ia meraih tangan Faiz lalu mencium punggung tangannya.
"Mas lama ya sayang? Maaf ya, habis ke rumah Pak RT Mas pergi ke masjid dulu karena sudah masuk shalat dzuhur dan sebelum ke rumah Mas membeli ini dulu untuk kita makan siang." ujar Faiz sambil memperlihatkan kantong plastik berisikan makanan kepada Nadhifa.
"Tidak apa-apa kok, Mas. Mas mau makan sekarang?" tanya Nadhifa.
Faiz mengangguk. "Iya, Mas lapar."
Nadhifa terkekeh, "Ya sudah aku siapkan makanan nya dulu ya, Mas." ujar Nadhifa. Ia pun mengambil makanan yang dibeli Faiz dan beranjak menuju dapur.
Faiz pun mengikuti nya dari belakang dan menuju meja makan. Nadhifa pun membawa dua buah piring berserta nasi dan lauk pauk ke atas meja makan. Mereka berdua pun makan dengan hening.
Selesai makan Nadhifa ingin mencuci piring-piring yang mereka gunakan untuk makan tadi, tetapi saat Nadhifa ingin membawa piring tersebut ke dapur tangan Faiz menahannya.
"Biar Mas aja sayang yang mencuci piringnya." ujar nya. Faiz pun mengambil piring tersebut tetapi buru-buru Nadhifa mencegahnya.
"Tidak apa Mas, biar aku aja. Mas lebih baik istirahat. Mas pasti lelah 'kan?"
"Mas tidak lelah kok, sayang. Justru kamu pasti yang lelah, kamu 'kan belum istirahat habis merapikan pakaian."
"Lebih baik kita mencuci piring berdua ya, Mas." pasrah Nadhifa.
"Siap Istriku.." lagi-lagi Nadhifa dibuat merona oleh suaminya karena panggilan suaminya.
Mereka pun akhirnya mencuci piring berdua dengan senang hati.
***
Faiz mengajak Nadhifa untuk sekedar berkeliling kompleks. Agar istri cantiknya ini mengenal dan akrab dengan semua tetangga. Banyak tetangga yang hanya sekedar menyapa pasangan baru itu, sesekali Faiz yang menyapa duluan.
Dan kini mereka sedang berada di taman kompleks. Pada sore dan pagi hari taman kompleks selalu ramai di datangi.
"Kamu capek?" tanya Faiz, mereka duduk di salah satu bangku yang tersedia di taman kompleks tersebut.
"Aku nggak capek, hanya haus, Mas."
Faiz terkekeh, "Ya sudah Mas beli air minum dulu ya. Kamu tunggu sini, Mas cuma sebentar." Nadhifa hanya mengangguk. Faiz beranjak dari duduknya menuju penjual air minum.
"Assalamualaikum, istri nya ustadz Faiz ya?"
Nadhifa menoleh, "Wa'alaikumussalam, Mbak siapa ya?" tanya Nadhifa bingung.
"Ohiya kenalkan, nama saya Diana, tetangganya ustadz Faiz. Rumah saya tidak jauh dari rumah suami kamu, cuma selisih beberapa rumah aja." Diana mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Nadhifa.
"Nama saya Nadhifa, Mbak. Salam kenal ya, Mbak." Nadhifa menerima uluran tangan Diana sambil tersenyum. Matanya terfokus pada sosok anak kecil yang berada di dalam gendongan perempuan berhijab biru itu. "Ini anaknya ya, Mbak? Cantik nya, nama anaknya siapa, Mbak?" tanya Nadhifa sambil mengusap pipi anak kecil tersebut.
"Iya ini anakku, namanya Kiara."
"Lucu anaknya, Mbak. Boleh aku gendong?"
"Boleh, Fa." Diana memberikan anaknya yang berusia tiga tahun itu untuk digendong oleh Nadhifa.
"Sayang, ini minumannya. Lho ada Mbak Diana." sapa Faiz tersenyum sungkan.
"Iya. Istri kamu cantik, sudah cocok untuk punya anak itu, Iz." ujar Diana sambil melihat ke arah Nadhifa yang sedang bercanda dengan anaknya.
"Doain aja, Mbak, semoga istri saya cepat diberikan kepercayaan oleh Allah untuk segera mengandung."
"Iya Mbak doain selalu kok." Faiz hanya tersenyum menanggapi.
"Mas, lucu ya Kiara." ujar Nadhifa kepada suaminya.
"Iya sayang. Kamu juga lucu." Nadhifa memalingkan wajahnya dari suaminya. Sungguh, suaminya ini kenapa hobi sekali membuat pipinya merona. Faiz yang melihat itu pun gemas dengan sifat istrinya yang pemalu.
☆☆☆
Kritik dan saran jangan lupa, kita sama-sama belajar. Jadi jangan sungkan ya untuk saling mengingatkan.
Enjoy and Happy Reading! 🌼
Triyanih Ayu Saputri 💕
KAMU SEDANG MEMBACA
Kujaga Takdirku
EspiritualCara Membaca Ku Jaga Takdirku (New Version) a. Hapus cerita ini dari perpustakaan kalian. b. Kemudian, tambahkan kembali cerita ini ke perpustakaan kalian. Kalau masih tidak bisa, coba kalian logout akun Wattpad kalian. Lalu login kembali. Selamat M...
