BAHAYA TIDAK SAMPAI TAMAT! Cerita ini di-publish ulang untuk mereka yang ingin tahu Fanbook pertama saya, serta untuk siapa pun yang menginginkan Pre-Order HEALING LOVE.
Dikarenakan ada 4 orang yang menginginkan cerita ini dicetak ulang, saya mencari pasukan lebih banyak. Kali aja sebenarnya ada yang berminat juga karena harganya yang masih murah.
HARGA: 170.000 (belum termasuk ongkir)
HALAMAN: 500
ILUSTRASI: 10
Ukuran: 14x20
□■□■□■□■□
"Tidak," suara tertawa itu keras sekali, Naruto melirik ke depan. "... hanya sedikit, aku tidak terlalu mahir. Tapi aku bisa membuatnya." Pemuda itu melihat Hinata sedang bercanda dengan anak-anak perempuan lainnya.
Mereka sedang membawa benang wol berwarna merah, dan bermacam-macam warna lainnya.
Naruto menggosok kepala belakangnya dengan ujung pensil. Lalu dia mengernyitkan hidung.
"Sebenarnya ingin membuat syal." Menurutnya sekarang, bangku depan benar-benar sangat ramai.
Semuanya sedang membicarakan tentang; bagaimana caranya merajut yang rapi dan indah.
Anak-anak perempuan itu tampak menggebu-gebu tatkala ketua kelas mereka menjelaskan cara-caranya.
Naruto menopang dagunya. Memandang Hinata, entah kenapa sekarang menjadi kebiasaannya.
Semuanya bermula dari kucing dengan bulu cokelat kemerah-merahan.
Naruto memutuskan untuk mengadopsinya, dan memberi nama Kurama.
Sejak saat itu, dia tidak pernah bisa mengalihkan pandangannya dari sang ketua kelas. Meski sudah beberapa kali ia berusaha mencoba menyingkirkan perempuan tersebut dari benak dan pandangannya.
Apakah dia perlu memberitahukan pada Hinata bahwa ia memutuskan untuk memelihara anak kucing itu di rumahnya?
Naruto segera menggeleng dengan segera.
Dia tidak mau sampai Hinata tahu. Dia juga tidak mau dekat dengan siapa pun kecuali teman-teman semasa kecilnya seperti Kiba dan Sasuke, dan anak sekolah lain seperti Gaara Sabaku.
"Harus seperti ini? Ya, aku sudah bisa sekarang." Naruto memandang ke arah anak perempuan berambut pirang.
Perempuan yang memiliki suara cukup keras di antara mereka.
Jika marah pun sangat menakutkan. Tidak punya pacar, tapi baru-baru ini Naruto sering memergoki anak perempuan bernama lengkap Ino Yamanaka itu sedang berjalan bersama seseorang pemuda berambut hitam yang Naruto ketahui, bahwa lelaki itu berasal dari sekolah lain.
"Ya, aku bisa!"
"Memangnya jika kau sudah menghasilkan syal, akan diberikan pada siapa?" Naruto membuang napasnya. Suara Sakura tidak kalah dari Ino jika berteriak dan penasaran akan suatu hal. "Pasti anak yang kemarin?!" Tiba-tiba keadaan makin berisik. Semua mendesak Ino yang bangkit dari tempat duduknya.
Perempuan pirang itu tertawa terpingkal-pingkal. Padahal tidak begitu lucu sesuatu yang sudah dia dapatkan, mengenai teman-temannya yang mulai menghujani banyak pertanyaan.
"Siapa?" semuanya juga membalas dengan tawa, bercampur rasa penasaran dengan terus mencolek-colek tubuh Ino yang sepertinya merasakan geli.
Roman picisan di kalangan anak perempuan di sekolahnya pun terkadang membuat Naruto merasa mual sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Healing Love
FanfictionAwalnya memang ingin menghindar. Tidak ingin melibatkan siapa pun ke dalam masalahnya. Tidak ingin mengenal siapa pun karena pasti mereka terluka karenanya. Naruto Uzumaki terlahir sebagai anak dari seorang wanita yang menjadi istri keempat Mafia d...
