"Sudah, buku sihir tua itu sudah kubawa. Setalah sampai disana, ada yag harus aku beritahu padamu." Jawab Zoru.
~~~
Mizuki POV
"Fiuh..akhirnya sampai juga di hutan ini. Semakin dingin aja nih tempat." ucapku sambil memeluk diriku sendiri.
" Zuki, bisakah kau membuat api yang hangat di daerah kita? Nazo, kurangi kedinginan salju didaerah ini. Bisakah?" Ujar kak Zoru dengan memancarkan senyum yang aneh menurutku.
"Hihihi...aku usahakan ya kak.." ucap Nazo dengan suara nya yang khas miliknya sendiri.
"Ini gak pakai mantra?" Tanya ku bingung.
"Tidak perlu adikku sayang.." jawab kak Tei sambil memegang lembut pipi kananku yang membuatku merinding.
"Baiklah.." ujar ku.
Kulihat Nazo mulai melaksanakan perintah dari kak Zoru. Dan aku pun mulai mencobanya.
"Huuh...semoga bisa.." gumamku.
Kuarahkan telapak tanganku kearah kayu kayu yang telah disediakan.
Aku mencoba untuk berkonsentrasi penuh. Tiba tiba api keluar dari tanganku dan mengarah ke kayu yang ada ditanah dan secara tidak sengaja, api itu terpental ke arah kak Tei.
"Kak Tei!!! Awas!!" Teriakku sekeras mungkin agar kak Tei dapat mendengarnya dan menghindar dari serangan api yang kubuat.
"Rou!!" Teriak rou kepada kak Tei.
Saat apiku mendekati kak Tei, tiba tiba ranting ranting pohon yang ada disebelah kak Tei memanjang dan mengelilingi kak Tei. Dan ternyata ranting pohon itu menjadi perisai untuk kak Tei.
Teika POV
"Fiuh..untung saja.." gumamku sambil mengelus ngelus dadaku.
Tiba tiba Rou dan Zuki datang menghampiriku dengan wajah yang tampak khawatir
"Maafkan aku kak.." ucap Zuki yang mulai mendekat padaku.
"Rou??" Tanya Rou.
"Hmm..sudah lah, kau kan memang belum bisa mengendalikannya Zuki, jadi itu semua hanya masalah kecil saja. Lihatlah, tidak ada dari bagian tubuh ku yang terkena api panas darimu." Jelasku kepada Zuki agar dia tidak merasa bersalah dan tidak takut akan kekuatan sihir miliknya sendiri.
"Aku baik baik saja Rou." Ucap ku kepada Rou yang menari narik jubahku, dan aku langsung menggendongnya.
"Akan ku coba lagi" ucap Zuki dengan penuh semangat.
Nazo POV
'Aduuh..gimana sih? Udah dari tadi aku coba, tapi kok gk ada reaksi sama sekali? Aku harus berlatih sebaik mungkin agar aku bisa melindungi semua keluargaku jika sesuatu yang buruk terjadi.'
"Ayo Nazo, kau pasti bisa..kakak aja bisa, masa kamu gak?"kata kak Zuki yang mencoba menyemangatiku.
Saat aku mendengar kata kata yang keluar dari mulut kak Zuki, aku langsung mengarahkan telapak tangan ku, dan aku merasakan sesuatu yang keluar dari tanganku.
Dan ternyata aku berhasil.
"Huh...hangat gak kak?" Tanya ku polos.
"Permulaan yang bagus Nazo.." ujar kak Zoru sambil memelukku kuat.
"Ukkh..udah kak..se..sak.." sahutku dengan terbata bata karena sesak.
"Eh..maaf ya.."
"Baiklah, cukup acara pelukannya mari kita latihan, waktu kita sudah habis setengah jam nih.." ujar kak Tei. Dan kami langsung duduk melingkari api yang telah dibuat oleh kak Zuki.
Author POV
Setelah satu setengah jam mereka berlatih, mereka langsung balik ke istana dan mandi, karena mesin air panasnya sudah diperbaiki.
....
Di taman
"Kalian dari mana saja?" tanya Ratu khawatir.
"Ah..kami dari..itu..eng..sana..eh..ya sana" jawab Zuki terbata bata karena gugup.
"Oh..kami tadi dari halaman depan bu. Kami tadi bermain salju" ucap Zoru yang mencoba meyakinkan ibunya.
"Oh, begitu ya..baiklah. Lain kali, kalau mau keluar istana, ijin sama ayah atau ibu ya.." kata Ratu sambil memeluk kelima putri kesayangannya.
"Ibu kedalam dulu ya.."
"Dah ibu.." ucap Nazo dengan melambaikan kedua tangannya.
Setelah ibu mereka pergi, mereka mulai berbincang lagi.
"Kak kenapa kita gak beri tau yang sebenarnya aja sama ibu?" Tanya Nazo dengan polosnya.
"Nazo, kalau kita beri tau yang sebenarnya, kita pasti benar benar dikurung didalam istana ini, kita hanya diberi keluar hanya di taman ini dan halaman depan. Makanya tadi saat ibu bertanya, Zoru mengatakan pada ibu kalau tadi kita ke halaman depan." Jelas Tei kepada Nazo yang memasang wajah serius saat mendengarkan penjelasan kakaknya.
"Tapi, itu sama aja dengan bohong kan kak?" Tanya Nazo lagi.
"Itu bukan bohong sayang..hanya saja..ah, lupakan saja" ucap Zuki sambil mengelus sayang puncak kepala Nazo.
"Baiklah.." kata Nazo yang berhenti bertanya.
~~~
Siap..
Sorry semalam gk update, malas update karena byak silent reader...huhu..sedih author.
#terlanjutsakithati..
See you
Next chapter
Muach..
KAMU SEDANG MEMBACA
Five Magic : The Beginning
FantasySihir. Hal ini tidak akan pernah ada habisnya di kalangan remaja saat ini. Banyak dari kalian yang menyukai sihir, tapi siapa sangka. Orang yang terkutuk memiliki kekuatan sihir tidak menyukai hal itu hanya karena rakyat yang mereka rawat selama in...
