Andai aku manusia

1.5K 123 0
                                        

Naruhina.....





-
-
-
Hinata tersenyum, ingatannya melayang teringat pertemuan pertamanya dengan Naruto.

Ia jadi membayangkan, apa jadinya kalau saat itu Naruto tidak datang. Mungkin Hinata masih terbelenggu didalam lingkaran kesepian yang perlahan menghancurkan hidupnya.

"kau melamun ?"

Hinata menoleh, menatap Naruto yang tersenyum kearahnya.
"Emm..tidak.., aku hanya teringat saat pertama aku berjumpa dengan hantu aneh sepertimu" jawabnya.

Ketika Hinata dan Naruto saling bercakap dan bertukar senyuman, tanpa disadari dari kejauhan tampak segerombolan siswi yang menatap aneh kearah Hinata.

Bagaimana tidak ?

Yang bisa melihat Naruto itu hanya Hinata, tentu saja Hinata jadi terlihat seperti bicara sendiri dipandangan orang lain.
Memandang aneh kearah Hinata dengan berbagai gunjingan yang mereka ucapkan.

"Dia selalu bicara sendiri, kurasa dia memang tidak waras !!,"

Mereke tersenyum remeh memandang Hinata.
"Kurasa dia memang gila.."jawab seorang gadis bername tag Shion, melirik kearah Temari yang duduk disampingnya.

"Sudah biarkan saja, mungkin dia merasa kesepian dan berbicara sendiri" sahut Sakura yang juga ikut memperhatikan Hinata dari kejauhan, jujur saja, didalam hatinya yang terdalam sangat amat disayangkan gadis semanis Hinata terlihat menyedihakan seperti itu.

Bahkan tidak jarang Hinata juga dianggap menakutkan karna tatapan kosong yang selalu terlihat didalam matanya yang pucat.

Andai Sakura berani, ia ingin sekali menyapa dan berteman dengan Hinata. Tapi jujur saja, Sakura sebenarnya juga takut jika berkenalan dengan Hinata yang suka bicara sendiri itu.

Naruto terdiam, menatap tajam kearah mereka yang barusan membicarakan Hinata
Kemudian Naruto melayang, menembus meja menghampiri mereka.
"Jadi kaliann sedang membicarakan hime~ku ?" Tanya Naruto yang tentu saja tidak ada jawaban, karna mereka manusia normal tidak bisa mendengar apalagi melihat Naruto.

Hantu pirang itu menyeringai lalu masuk kedalam tubuh salah satu gadis yang dikenal bernama Shion,
"KALIAN !!!,"

Sakura dan Temari menoleh, melihat Shion yang tertunduk dalam hingga rambutnya menjuntai panjang kebawah.
"Mulut kotor kalian !!.. sangat menyebalkan !!,"

"Apa maksutmu Shion ?"
Temari terkejut saat Shion menepis kasar tangannya, tapi.....
Yang paling membuat Temari terkejut, adalah mata Shion,
Mata Shion begitu tajam hingga urat-urat merah menjalar dibola matanya yang begitu terlihat menakutkan.

"Daijoubu ?" Sakura bertanya, menatap Temari seakan bisa merasakan suasana disini berubah seketika. Aura dingin mencekam begitu terasa mengelilingi mereka.
Bulu kuduk Sakura dan Temari berdiri, saling melirik kemudian menatap Shion yang masih menatapnya tajam.
"Shion ?.. kau kenapa ?,"

Shion tersenyum, tapi senyuman yang benar-benar membuat Sakura dan Temari terasa lemas disekujur tubuhnya.
"Aku baik-baik saja....hanya saja....".ucap Naruto tanpa dosa yang masih menggunakan tubuh Shion."aku ingin merobek mulut busukmu..!!,"

"KAUU.UU !!!"
Sakura meremas gelas dihadapannya, tidak ada angin, tidak ada hujan, tapi Shion membuat gara-gara dengannya. Hilang sudah kesabaran Sakura, ucapan Shion barusan terdengar sangat keterlaluan. Memangnya dia berbuat salah apa ?
Bahkan Sakura merasa sama sekali tidak pernah menyinggung Shion.

Tapi......

▪Byuuurrrr ..


Temari tercengang, berdiri seketika saat melihat Sakura menyiram wajah Shion dengan minumannya.

INDIGO [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang