Double update. Enjoy...
"Gue sama sekali nggak nyangka kalau lo jadi yang pertama nikah di antara kita. Finally, Quinn of love will be married." Alexis terkejut saat Wanda meletakkan undangan berwarna biru silver di meja mereka.
Tadi pagi Wanda mengajak nya bertemu di Holy Milky, cafe tempat mereka biasa bertemu. Dia bilang ingin mengatakan sesuatu yang penting. Ini jelas bukan hanya penting tapi juga sangat mengejutkan. Wanda yang paling sering bergonta-ganti pasangan, tapi justru dia yang pertama kali menikah. Alexis pikir teman nya itu tidak akan menikah dan terus bermain-main.
"Yah, lo tahu kan gue nggak bisa nolak perintah kanjeng mami? But, gue bukan yang pertama. Lo lupa sama Kayana?" Wanda mengangakat bahu nya untuk menanggapi Alexis.
"Ah, iya. Maksud gue, yang pertama di antara kita berdua. Jadi ini perjodohan? Unbelievable."
"Yah, right. Unbelievable."
"So, seperti apa calon lo ini?" Alexis menyangga kepala nya dengan tangan. Siap mendengarkan cerita Wanda.
"Dia... menyebalkan,"
"Menyebalkan?"
"Yah, gue memang baru ketemu dua atau tiga kali sama dia. Dan dari pertemuan singkat gue itu gue bisa menyimpulkan kalau dia itu sangat, sangat menyebalkan." Wanda meminum Oreo milkshake nya perlahan.
"Menyebalkan nya gimana?"
"Dia itu irit ngomong, tapi sekali ngomong, nyebelin nya minta ampun. Belum lagi waktu dia godain gue."
"Well, akhirnya lo dapat lawan yang seimbang. Bisa dipastikan kehidupan pernikahan lo nanti akan sangat berwarna," Alexis tertawa pelan membayangkan Wanda dan calon suami nya.
"Ya ya, terserah. Sekarang, giliran lo. Kenapa lo kemarin minta gue bohong sama kak Alex? Sebenarnya lo nginep dimana?"
Tawa Alexis terhenti seketika.
"Umm, well, did he said something to you?"
"Ya, kemarin tepat setelah lo nelpon gue, kak Alex nelpon gue. Mastiin apa lo beneran nginep di rumah gue apa nggak. So, do you want to explain something?"
"Well, it's a little bit complicated. Gue nggak yakin lo bisa paham," Alexis memotong cheese cake yang ada di depan nya. Menghindari tatapan Wanda.
"Tell me."
Alexis menghela napas pelan. Jika Wanda sudah berkata dengan nada rendah seperti tadi, maka dia harus mengatakan segala nya. Tipikal Wanda. Dia bisa mendapatkan apa pun yang diinginkan nya.
"Kemarin gue di telpon sama seseorang-entah siapa dan dia..." Alexis kemudian menceritakan segala nya. Mulai dari orang asing yang menelpon nya, hingga dia terpaksa tidur di satu ranjang yang sama dengan Ferdinand karena laki-laki itu memeluknya sangat erat.
"WHAT?!" Wanda menatap Alexis tidak percaya. "Lo itu naif atau bodoh sih Lex? Kenapa lo mau aja jemput dia di klub yang penuh cowok-cowok mata keranjang? di tengah malam lagi? Mending kalau lo dapet cinta nya dia, nah ini? Apa yang lo dapat Alexis?"
"Sudah lah Wan. Gue nggak mau bahas ini. Anggap saja kemarin itu sebagai perpisahan antara gue sama dia. Lagi pula, gue sudah berjanji sama kak Alex untuk menikah dengan kak Andrew. Jadi, lupakan saja tingkah gue kemarin, oke?" Alexis mengaduk-aduk strawberry milk shake nya dengan perlahan.
"Ya, syukurlah kalau lo sudah setuju. Ini yang terbaik buat lo, lo tahu kan?"
"Mmm," Alexis hanya mengangguk pelan sambil menatap keluar jendela.

YOU ARE READING
Past and Present - Tahap Revisi
RomanceLelucon macam apa ini, Tuhan? Kenapa setelah delapan tahun, Kau kembali mempertemukan kami? Kenapa disaat aku mulai melupakan dia? Dia masih sama, bahkan bertambah tampan. Dengan bahunya yang tegap dan dadanya yang bidang. Dia masih sama. Suka seka...