"Lo pernah ngerasa takut nggak, Man?" tanya gue dengan berbisik saat sedang pelajaran Pak Edi, guru ekonomi yang sering dikenal dengan Ebot: Edi Botak. Jahat banget emang anak sekolahan ini. Tapi gue juga penasaran sih, kenapa dia pake peci mulu. Gue belum pernah liat dia tanpa peci. Pengen liat bagian kepalanya yang botak.
Kok, jadi ngomongin guru ekonomi gue sih?
"Takut?" tanya Manda bingung. "Takut apa?"
"Takut kalau keseringan ketemu sama orang yang dikagumin, nantinya jadi suka." Gue berujar dengan pelan.
"Emangnya kenapa? Kan, nggak salah kalau jadi suka." Manda menatap ke arah gue dengan heran. "Ini lagi ngomongin Fadean itu, kan?"
"Nggak mau, Man. Dia itu orang yang secara nggak sengaja gue kenal. Cuman sebatas kenal, bahkan disebut temen aja masih nggak layak buat didenger." Gue menghela napas panjang. "Kalau gue udah menjatuhkan hati gue untuk dia, tapi dia nggak nangkep, gimana? It's not fair dong."
"Tapi dengan lo ngomongin dia begini, lo seperti emang udah menjatuhkan." Manda menekankan kata-kata akhirnya.
Gue terdiam setelah Manda berucap seperti itu. Ah, masa sih?
"Ngomongin dia bukan berarti gue suka sama dia kali, Man." Gue menyangkal ucapan Manda. "Terus gue harus gimana?"
"Maksudnya, gimana itu, apa?" Manda malah balik nanya ke gue.
"Gue nggak mau gue tiba-tiba jadi berharap sama kege-eran gue yang selama ini secara nggak sengaja ketemu sama Dean. Lagi juga nih ya," gue membenarkan posisi duduk sebelum melanjutkan. "Dia nggak terlihat tertarik sama gue. Nggak ada tanda-tanda untuk ngedeketin gue."
"Why don't you try to find out? Semisal kayak bertanya sama dia langsung?" usul Manda yang membuat gue melotot. "Kali aja dia ternyata demen sama lo tapi nggak tau gimana cara ngedeketin cewek. Kaliii...."
"Nanya gimana?"
"Nggak tau, itu urusan lo sekarang. Tanya dia dengan pertanyaan yang bikin lo nyaman saat lo bertanya nanti."
Aduh, gue harus berhenti dengan kege-eran yang selalu gue rasain selama ketemu sama Dean.
•••
a.n: this short story is near to an end. hadeh, gak kerasa ya. abis cerita ini selesai, gue bikin teenfic judulnya Heading to Desire, nanti baca ya? hehe
KAMU SEDANG MEMBACA
Fall Over Vain
Short StoryDia sosok yang nyata, namun selalu menjadi bagian dari imaji yang kubuat. Aduh, dramatisnya sih begitu. Padahal mah, ini hanya tentang kehidupan seorang perempuan di SMA yang awalnya pengen ngerasain gimana rasanya pacaran tapi gak ada yang deketin...
