3

1.6K 133 31
                                        

Sebelumnya aku mau ngasih kabar gembira. Di luar sana masih banyak orang yang sayang banget sama couple ini. Aku sengaja masukin video di YouTube itu di sini karena sudah buat aku semangat nulis lagi 🥰🥰🥰. Komen di video itu juga bagus-bagus serta kalo di lihat viewnya lebih tinggi dibandingkan video lainnya. Love them so much than others.

Selamat membaca...

Apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama?

Jadi benar jika cinta pada pandangan pertama itu ada?

Tuhan sungguh bahagia aku dengan rasa ini.

Aku ingin dia menjadi jodohku, bukan yang lainnya.

----@----
Sudah genap seminggu So Eun berada di Seoul. Sekarang wanita itu sedang berjalan-jalan mengitari pinggir taman kota. Suasana pada minggu pagi ini cukup ramai. Banyak masyarakat yang sedang melalukan lari pagi atau senam dengan keluarga, teman dan pasangan mereka, bahkan ada juga yang sendirian.

Hembusan angin semilir itu berhasil menggoyangkan rambut panjang hitam milik So Eun yang sengaja ia urai. Kadar kecantikan pada diri So Eunpun meningkat. Ia sudah seperti model iklan sampo saja pagi ini.

"Hiks, hiks.." So Eun mendengar suara tangisan. Ia memandang ke semua arah untuk mencari sumber suara. Saat mulai memasuki jalan taman ia melihat seorang anak kecil sedang duduk sambil memegangi lututnya yang berdarah.

"Hei, lututmu berdarah. Dimana orang tuamu?." Tanya So Eun saat menghampiri anak tersebut.

"Hiks, hiks..." Anak itu tetap menangis dan tidak menjawab pertanyaan So Eun. Akhirnya So Eun memutuskan menolong anak tersebut setelah memastikan jika orang tuanya tidak ada disekitar mereka.

So Eun menggendong anak itu sambil mengelus tenang kepala anak kecil itu. Ia segera pergi ke mini market terdekat dengan anak kecil yang masih dalam gendongannya. Segera ia menyebrangi jalan ke minimarket yang berada di sebrang taman kota untuk membeli obat luka. Setelah selesai mengobatinya, So Eun mengajak anak kecil berjenis kelamin laki- laki ini berbicara.

"Nah sudah beres, sekarang kau tak boleh menangis nde. Siapa namamu anak tampan?." Tanya So Eun yang masih berlutut menghadap anak tersebut.

"Ye Joon, Kim Ye Joon imnida." Jawab anak tersebut sambil melihat wajah So Eun.

"Ahh namamu sungguh tampan. Pas sekali dengan wajah tampanmu, jangan menangis lagi nde." So Eun terpesona dengan ketampanan anak tersebut. Tiba-tiba ia membayangkan bagaimana rasanya jika ia memiliki anak yang tampan seperti Ye Joon.

"Ye Joon kau dari mana? Hyung lelah mencarimu." Ucap seorang pria muda tiba-tiba muncul dari arah belakang So Eun dan berjalan menghampiri mereka dengan wajah kelelahan.

"Hyung kau tadi berlari cepat meninggalkanku hingga aku terjatuh karena mengejarmu. Lalu Imo ini datang dan mengobatiku." Jawab Ye Joon pada orang yang diketahui berjenis kelamin laki-laki itu. Tadi saat Ye Joon dan pria itu berlari pagi mengelilingi taman, mereka berlari sambil mendengarkan music menggunakan earphone di teling masing-masing. Hingga tanpa sadar jarak diantara mereka sudah jauh. Ye Joon sudah berteriak memanggil pria itu, sayangnya pria muda itu tidak mendengar teriakan Ye Joon dan terus melanjutkan aktivitas larinya.

"Baiklah maafkan Hyung. Yang terpenting Hyung sudah menemukanmu. Jika tidak aku akan dimarahi appamu." Jawab pria muda itu dan langsung menarik tangan Ye Joon tanpa menyadari keberadaan So Eun.

"Hyung kau harus mengucapkan terimakasih pada Imo. Imo yang telah mengobatiku."

Pria muda itu baru menyadari keberadaan So Eun, lalu ia mengucapkan maaf dan berterimakasih. Setelah mendapat anggukan dan senyuman dari So Eun, mereka pergi pamit meninggalkan So Eun. Baru 3 langkah mereka berjalan, Ye Joon berbalik dan melambaikan tangannya pada So Eun. So Eun yang melihat ikut melambaikan tangan dan tersenyum manis kepada Ye Joon. Tiba-tiba ponsel So eun berbunyi menandakan ada panggilan dari seseorang. Tampak jelas nama kontak panggilang itu dari "My enemy" yaitu adik kesayaangannya. Ternyata Seok Jin hanya menanyakan keberadaanya sekarang dan menyuruhnya pulang karena Jang Geun Suk telah menemukan arsitek yang tepat untuknya.

This Love Is Our DestinyStories to obsess over. Discover now