"Tak ada yang bisa mengubah diri seseorang tapi seseorang bisa menjadi alasan seseorang untuk berubah."
*Spongebob S
------
"Jadi benar jika kita dulunya pasangan?" Tanya So Eun setelah berusaha memahami ucapan Kim Bum.
Kim Bum hanya bisa diam, dia masih tidak mau membahas masa lalu mereka. Jujur, Kim Bum sendiri belum siap membuka luka lama mereka. Ia sungguh tak sekuat itu untuk kembali mengenang kisah tragis miliknya bersama So Eun.
"Diammu ku anggap iya." Ujar So Eun. Jujur saja, So Eun kesal dengan sikap Kim Bum sekarang. Diamnya pria tersebut sangat tidak menjawab rasa penasarannya. Sangat tidak membantu, pikir So Eun.
"Apa kita sudah di tahap hubungan yang serius?mm maksudku seperti hubungan pernikahan?" Tanya So Eun lagi penasaran.
"Bolehkah aku meminta sesuatu?" Bukannya menjawab pertanyaan milik So Eun, Kim Bum lebih memilih untuk mengajukan permintaan yang lalu disetujui oleh So Eun.
"Apa?"
"Beri aku waktu untuk mempersiapkan diri membicarakan masa lalu kita. Aku masih belum siap Sso. Pria di depanmu ini adalah seorang pengecut." Ucap Kim Bum sambil menatap dalam mata So Eun. Dia bersungguh-sungguh memohon supaya So Eun mengerti akan kesiapan dirinya.
"Berapa lama?" Tanya So Eun balik sebagai respon dari permintaan Kim Bum. Tetapi Kim Bum kembali diam. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan So Eun lagi. Ia juga tidak tahu berapa lama waktu yang ia butuhkan untuk siap membahas masa lalu. Waktu 5 tahun saja belum bisa membuatnya berani untuk mengingat kembali kebodohan dan seberapa pengecut dirinya dulu.
"Aku rasa memberikanmu waktu semakin membuatmu lari Bummah. Kau tak akan pernah siap menceritakan itu kepadaku. Berlarilah terus dari kenyataan yang sudah kita buat." So Eun langsung berdiri dan meninggalkan Kim Bum sendirian di Balkon. Dirinya masuk ke dalam kamar dan langsung menuju kasur di mana Ye Joon tidur. So Eun meninggalkan Kim Bum dengan kekesalan penuh. Separah apa masa lalu mereka hingga semua orang sangat tertutup mengenai hal tersebut pada So Eun. Apa sesakit itu?
So Eun duduk tepat di samping Ye Joon. Ia fokus memperhatikan wajah tenang Ye Joon yang sedang tertidur nyenyak. Anak itu sepertinya benar-benar kelelahan.
"Ye Joon, siapa ibu kandungmu? Apa Eomma boleh berharap jika kau adalah bayiku?" Sambil mengelus pelan rambut halus milik Ye Joon, So Eun bergumam pelan. Sejujurnya So eun juga tidak tahu apa dia dulu pernah hamil? Apa dia benar-benar ada di hubungan yang seserius itu dengan Kim Bum. Tapi melihat Ye Joon, So Eun menjadi memiliki harapan jika Ye Joon adalah anaknya, iya anaknya bersama Kim Bum.
So Eun terus memandangi wajah Ye Joon hingga dirinya ikut tenggelam tidur menikmati malam tenang Busan bersama Ye Joon.
-----
So Eun terbangun karena mendengar suara bising burung yang bersautan. Saat dia sudah mendapatkan kembali kesadarannya, ia baru sadar jika Ye Joon tidak ada di sampingnya. Segera ia bangun dan mencari Ye Joon sambil terus memanggil nama anak itu. Semua sudut kamar sudah ia periksa dan Ye Joon tidak ada bahkan So Eun juga baru sadar jika Kim Bumpun tidak ada di kamar hotel ini.
Berusaha tenang, akhirnya So Eun langsung mencari keberadaan ponselnya. Melihat ponselnya berada di nakas samping kasur, segera ia mengambil dan memeriksa ponselnya, mungkin Kim Bum meninggalkan pesan. Tapi ternyata tidak ada pemberitahuan ataupun pesan dari Kim Bum di ponselnya. Seketika ketakutan So Eun akan ditinggalkan lagi secara tiba-tiba seperti yang lalu muncul kembali.
So Eun sudah berfikir aneh-aneh. Apa mungkin karena ucapannya semalam akhirnya Kim Bum memutuskan untuk meninggalkan So Eun tanpa pesan karena pria itu sakit hati akan ucapannya. Atau Kim Bum pendapat panggilan darurat untuk segera kembali ke Seoul karena kerjaanya. Pikiran So Eun benar-benar kacau. Dia hanya bisa diam sambil terus memikirkan kemungkinan alasan Kim Bum meninggalkannya lagi.
YOU ARE READING
This Love Is Our Destiny
RomanceIni bukan hanya tentang kesetian, tapi ini masalah takdir. Takdir dalam cinta kita, jika kau memang untukku. -Kim Bum Aku tahu jika kau memang takdirku, terbuktikan dari semua yang telah kita lalui. Jika aku dan kamu memang diciptakan untuk bersama...
