BAB 11

5.2K 507 45
                                    

Part 10 dan kelipatan 10 aku private ya. Follow aku untuk baca sepenuhnya. Thankyou.
-
-

Zefanya Pov.

Aku sedang berada di rumahnya Adya sekarang, sedari pagi aku sudah ada di sini. Entah aku juga tidak tahu mengapa aku bisa di sini.

Di saat orangtuaku tidak pulang, aku sangat membutuhkan seorang teman untuk mengobrol dan saling berbagi. Dan pikiranku pertama kali mengarah ke Adya dan Tante Zara.

"Tante ini terus diapain?" Tanyaku dengan mengangkat bawang bombai ke arahnya.

"Di potong jangan kecil-kecil tapinya ya."

Aku mengangguk dan kembali ke kerjaanku. Aku sedang membantu tante Zara masak di dapur, karena ini waktunya makan siang jadi dia mengajakku untuk memasak.

"Terakhir aku masak sama Mommy kaya gini itu waktu aku di Jerman Tan tiga tahun yang lalu." ucapku tiba-tiba.

Tak ada jawaban dari tante Zara aku melihatnya. Dan dia sedang melihatku.

"Tapi sekarang aku ngerasain kehangatan itu kembali. Sama tante." ucapku lagi dan tersenyum.

Tante Zara menghampiriku lalu memeluk tubuhku dengan sayang. "Ada tante di sini, kamu bisa kapanpun yang kamu mau berbagi sama tante."

Aku mengangguk. "Makasih tante."

"Panggil Mama aja nggak usah tante ya." ujarnya.

Mama?

"Mama?" Beoku.

Tante Zara tersenyum dan mengangguk. "Jadi Mama punya dua anak sekarang, Adya dan Anya." ujarnya.

Aku tersenyum lalu memeluknya. "Anya beruntung bisa ketemu Mama Zara."

"Wah wah ada apaan nih peluk-pelukan? Aku nggak di ajak?" Ucap Adya tiba-tiba yang baru saja datang.

"Yah ada Adya Nya, udahan dulu ya nanti kita lanjutin lagi, dia mah kepo." ujar Mama Zara.

"Nih Ema satu sensi banget sama gue ih." ujar Adya.

Aku terkekeh. "Muka lo bikin orang emosi abisnya."

"Emang." jawab Mama Zara.

Adya hanya mengelus dadanya dan berucap sabar terus menerus.

Kami melanjutkan kegiatan masak kami kembali masing-masing, Adya juga membantu dengan mengupas wortel dan membersihkan sayuran hijau.

"Nanti Papa pulang Ma?" Tanya Adya.

Mama Zara menggeleng. "Besok baru balik katanya."

Oiya tentang Om Ammar, dia juga sangat baik padakku dan dia juga pernah mengatakan kalau dia pernah bekerja sama dengan Daddy tapi itu sudah lama.

Om Ammar sekarang sedang berada di Medan kantor pusatnya, sedang ada rapat penting yang harus di lakukan oleh pemiliknya.

Aku juga bingung padanya, Ia sangat sibuk di pekerjaannya namun masih bisa meluangkan waktu pada keluarga kecilnya ini, bahkan terkadang suka meliburkan diri hanya sekedar untuk bersama keluarga. Sedang kan Daddy?

"Nya."

"Hah, apa?" Lamunanku menghilang saat Adya memanggilku.

"Ngapain bengong sih?"

Aku menggeleng dan terkekeh. "Siapa yang bengong, lagi bersihin ini."

Adya memutar bola matanya. "Taruhan sama gue yuk."

Aku mengerutkan alisku. "Taruhan apa?"

"Siapa yang paling banyak bersihin bawang putih sama bawang merah ini, dia bakalan di gendong sama yang kalah."

KARENALURITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang