mulmed sangat recommended buat di play buat nambah feel wkwk😂
--- 4 bulan kemudian----
Incheon International Airport.
Disinilah Seulgi sekarang, bersama dua koper besar yang berada di kanan kirinya.
Seulgi sudah di wisuda tiga bulan yang lalu dan pada hari itu, orangtua nya juga datang untuk menyaksikan hari spesial anak kebanggaan mereka. tapi orangtua Seulgi pulang keesokan harinya karena ada hal yang masih harus mereka urus disini.
Seulgi pulang bersama Wendy karena setelah wisuda, mereka menghabiskan waktu sebulan untuk menikmati waktu-waktu terakhir mereka di Amerika karena mereka pasti akan merindukan negara tempat mereka menuntut ilmu tersebut.
Wendy dijemput oleh kakaknya hari ini, Son Seunghee. jadi Seulgi harus rela pulang naik taksi agar ia bisa sampai kerumahnya.
"Besok jangan lupa ya, Seul. gue pulang ya" ucap Wendy sebelum ia mengikuti kakaknya ke parkiran mobil. besok rencana nya Seulgi dan Wendy akan bertemu dengan Irene di salah satu Restoran yang sering mereka kunjungi dulu.
Seulgi mengacungkan jempolnya sebagai jawaban.
"Duluan ya, Seulgi. hati hati dijalan" ujar kakak Wendy.
"Oh iya unnie, hati hati juga" Seulgi melambaikan tangannya kepada kakak beradik tersebut.
Seulgi pun segera menaiki taksi yang akan mengantarnya pulang kerumah.
30 menit kemudian, Seulgi sudah sampai di depan Rumahnya. Rumah yang sangat ia rindukan tiga tahun terakhir.
Saat Seulgi ingin masuk kerumahnya, ia menolehkan kepalanya saat ia mendengar seseorang memanggil namanya.
"Kang Seulgi?" panggil orang itu. Seulgi terkejut melihat orang yang memanggilnya.
Dia Park Jimin.
Seulgi terdiam. ia mengeratkan pegangannya pada pegangan yang ada pada kopernya. jantungnya berdegup, sangat cepat seperti memaksa keluar dari tempatnya.
Apa perasaan itu masih ada?
"J-Ji-Jimin?" jawab Seulgi terbata-bata.
Jimin tersenyum memamerkan eyesmile nya yang sangat Seulgi rindukan.
Tidak ada yang berubah dari dirinya. masih sama seperti dulu bahkan senyumnya masih semanis dulu. batin Seulgi.
"Lama ga ketemu ya gi" ujar Jimin. ia menyisir rambutnya ke belakang. dan itu membuat Jimin sangat terlihat tampan bagi siapapun yang melihatnya.
Pandangan Seulgi jatuh kepada sebuah benda yang melingkar di jari Jimin. itu adalah cincin pertunangan Jimin dengan Mina. tapi Seulgi yang tidak tahu apa-apa mengira itu hanya cincin biasa.
"Oh iya gi, ada yang mau aku omongin" Jimin berkata lagi.
Suasana yang tercipta di antara mereka berdua sangat awkward.
Seulgi yang sedari tadi tidak berani menatap Jimin lagi dan lebih memilih untuk menunduk dan larut dalam dunianya sendiri perlahan mulai mengangkat kepalanya dan memberanikan diri untuk menatap mata indah Jimin.
Jimin mengeluarkan sesuatu dari tas ransel yang ia bawa.
Sebuah undangan.
"Minggu depan aku bakal nikah sama Mina, jadi aku berharap kamu bisa datang ya" ucap Jimin. ia memberikan undangan itu kepada Seulgi. undangan itu berwarna putih dengan beberapa detail berwarna silver. membuat undangan itu terlihat simple tapi tetap terkesan mewah.

KAMU SEDANG MEMBACA
letting go [seulmin]
FanfictionI'd been holding on to you for so long But now I must let go There's nothing I can do for you It's the only way to make you happy. 🌚cerita ini murni dari ide dan pemikiran saya sendiri, mohon maaf apabila ada kesamaan jalan cerita, terimakasih. ⚘a...