"Kamu mau kemana Ra?" Danil membuka pembicaraan setelah menjemputku.
"Hmm terserah kamu deh aku ikut aja" Ucapku pasrah.
Danil tidak banyak bicara lagi, mobilnya pun segera melaju. Dia memang seperti itu, penuh kejutan dan misterius.
Sekian banyaknya tempat wisata di Bogor, Danil memilih keluar kota. Katanya dia bosan di kota tersebut. Kini kita berada di ibu kota jawa barat, yap, Bandung. Bandung kota sejuta bunga, disini pasti aku akan sangat happy. Apalagi liburan dengan orang yang spesial, lengkap sudah hidupku.
"pelan - pelan ra nanti kamu jatuh"
"Danil sini, disini bagus banget pemandangannya ayo kita foto"
Danil tergesa - gesa mengejar Aura yang sangat cepat melangkah demi sebuah pemandangan pohon - pohon cemara yang berdampingan.
"Ra kamu cepet banget sih aku cape tau ngejarnya" Dia berbicara sambil ngos - ngosan karena lelah mengejar Aura.
"Yah kamu mah lemah, baru segini aja udah cape" Jawab Aura nyeleneh.
"Sini sayang kamu beneran cape ya ngejar aku, nih minum dulu"
Aura memberi sebotol minum air putih pada danil
"Makasih sayang" Jawab Danil sambil tersenyum.
Senyumanmu selalu membuat jantung ini berdetak lebih cepat dari biasanya, indah matamu memancarkan kebahagiaan yang mendalam, aku takkan melepasmu sampai kapanpun.
Aku teramat mencintaimu, sungguh tak tau mengapa setiap melihatmu aku tak ingin melihat yang lain. Kau mampu mencuri hatiku hingga kini kau genggam seerat akar yang menancap dengan tanah. Aku tidak main - main dalam menyayangimu kasihku mengertilah untuk setiap perlakuanku padamu, apakah kau tidak paham sama sekali bahwa aku sangat takut kehilanganmu.
"Ra pulang yuk udah sore, nanti aku di marahin papamu lagi kalau pulang malam"
"Yah padahal aku masih betah tau disini" Ucap Aura manja sambil menyenderkan kepalanya ke pundak Danil.
"Aku juga masih betah Ra, tapi aku terlalu takut dimarahin papamu hahaha" Ucap Danil.
Aura hanya bisa menghelakan nafasnya pasrah.
Merekapun beranjak dari tempat tersebut karena hari sudah sore dan senja sudah muncul memamerkan warna merah dan jingganya yang sangat disayangkan untuk tidak melihatnya.
**di mobil**
"Ra, hari ini aku seneng banget bisa berduaan sama kamu lagi. Aku ga akan ngelupain hari ini Ra, aku sayang sama kamu aku ga mau ninggalin kamu"
Aura hanya tersenyum, sebab ia tau omongan lelaki tidak bisa dipercaya jika belum dibuktikan.
Jalanan Kota Bandung di petang begini sangatlah ramai oleh pengunjung, Aura tertidur di mobil karena kelelahan seharian ini dia sangat bersemangat. Danil tersenyum melihat Aura yang tertidur lelap, cantik.
Satu kata dipikiran Danil ketika ia melihat Aura tertidur. Dia tidak bisa membayangkan kalau Aura tau bahwa Danil nantinya akan meninggalkannya demi hal yang sepele, untungnya tidak lama jadi dia cukup tenang.
Tiba di depan rumah Aura, dia tidak tega membangunkannya tapi tidak ada cara lain dia harus membangunkannya.
"Ra bangun sayang, udah sampe rumah kamu nih" Ucap Danil sangat lembut sambil mengelus - elus pipi Aura yang putih dan chubby itu.
"Hmm udah sampe ya" Aura masih sangat mengantuk dan lelah sekali.
"Iya sayang ayo bangun biar kamu istirahat di rumah aja" Ucap Danil mencium kening Aura, Danil memang seperti itu romantis dengan hal - hal kecil seperti tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
DnA
RomanceDanil dan Aura. Kisah sepasang remaja yang masih labil menghadapi kisah cintanya. Melalui berbagai macam masalah percintaan serta banyaknya orang baru yang masuk kedalam hubungan mereka. Cerita ini fiksi dan penuh emosional, jadi pembaca harus memil...
