Pagi ini gedoran dan teriakan dari pintu luar kamar Aruna semakin menjadi jadi. Membuat Aruna terpaksa membuka matanya. Ia merutuki dirinya sendiri yang semalaman tidak bisa tidur memikirkan perilaku manis Ray terhadapnya. Dan ia baru bisa tidur saat pukul tiga pagi.
"ARUNA WOY KEBO BANGUN" teriak Bella dari luar kamar Aruna
"Iya iya ini bangun, elah bawel" balas Aruna berjalan mendekati pintu dan membukanya
"Buruan mandi sana, gue tunggu dibawah"
"Dua puluh menit gue turun"
"Awas lo kalok balik tidur lagi"
"Bawel"
Bella berjalan menuju tangga meninggalkan kamar Aruna. Selama dua puluh menit Bella menunggu dengan menonton tv di ruang tamu rumah Aruna. Bella sangat dekat dengan Aruna sejak kelas satu SMP. Karena itu ia sudah terbiasa keluar masuk rumah Aruna tanpa sungkan.
"Ayo berangkat lima belas menit lagi gerbang ditutup" ucap Aruna turun dari tangga yang sudah lengkap dengan seragam sekolahnya
"Kita telat juga gara gara lo bangunnya susah"
"Eh ngomong ngomong mama sama papa mana"
"Papa lo ada kerjaan di Cina dan mama lo ikut, mangkannya pagi pagi gue udah ada disini"
"Gue kok gak dikasih tau"
"Gimana mau ngasih tau, lo aja kayak kebo susah bangun"
"Ishh... Emang berapa lama di Cina"
"Katanya sih dua minggu"
"Anjirrr lama banget dua minggu"
"Udah ayo berangkat, gue bawa mobil jadi bisa ngebut"
•••
Aruna dan Bella berjalan menyusuri koridor. Aruna mengerutkan keningnya bingung. Banyak cewek cewek bergerombol untuk bergosip.
"Pagi pagi udah gosip aja" ujar Aruna
"Tapi gue kepo, ikutan gosip kayaknya seru" balas Bella
"Lah dongol, lo aja sono gue ogah"
"Eh lo tau gak ternyata Pak Ray udah punya tunangan"
"Masa, lo tau dari mana"
"Tadi ada cewek cantik nyemperin gue, dia nanya Pak Ray nah gue tanya dia siapa, dia jawab kalok tunangannya Pak Ray sama ditunjukin cincin tunangannya coy"
"Wah kok bisa ya, padahal gosip baru baru ini katanya Pak Ray deket sama anak kelas 10 kalok gak salah namanya Aruna"
"Palingan cuma pelampiasan aja, cantikan juga tunangannya"
JDERRR
Bagai tersambar petir. Aruna diam matanya mulai memanas, hatinya sakit. Aruna berlari menuju UKS dengan matanya yang terus mengeluarkan air mata. Bukan kata kata cewek cewek gosip tadi yang membuatnya menangis. Tapi kenyataan yang selama ini membuatnya bahagia adalah palsu.
Kenapa ia bodoh mempercayai Ray yang begitu sangat mencintainya tanpa rasa curiga sedikitpun. Semua sudah terlambat. Aruna mulai mencintai Ray. Saat tau kenyataan yang sebenarnya bahwa ia cuma pelampiasan Ray. Sakit, kecewa, bahkan marah bercampur jadi satu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Teacher [HIATUS]
Romansa"Lebih baik bapak jauhin saya" Aruna "Gue bisa jauhin lo, tapi otak gue gak bisa jauh buat mikirin lo" Pak Ray • Jangan lupa vote • Slow update • Happy reading
![Bad Teacher [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/107375177-64-k887017.jpg)