part 1

482 38 5
                                        

Hyunie pov

Hari ini hari terakhir ku di rumah kedua ku, 
Aku anggap rumah sakit ini rumah kedua ku,  karna aku terlalu sering di sini.

"Appa cepatlah " rengek ku yang siap berangkat.

"Sabar sayang,  appa masukan dulu pakaian mu" ucapnya yang sibuk memasukan pakian ke dalam koper.

"Kenapa harus di masukan taruh saja di sini,  apakah appa tak capek membawanya kembali ke rumah,  tidak lama lagi aku akan ke sini lagi" ucapku sedikit ngilu di dada.

Appa ku terdiam seketika,  ia berdiri dan mendekatiku duduk di tepi kasur.

"Sayang jangan pernah berbicara seperti itu,  bukankah kau tak suka rumah sakit? " tanya nya mengusap surai ku lembut.

"Tentu aku tak suka appa,,, 
tapi..... "
Ku hembuskan nafasku sebelum aku melanjutkannya
"inilah takdirku,bahkan aku tak tau kapan aku akan pergi meninggalkan kalian"
kupeluk tubuh nya  bergetar.

"aku sudah dewasa appa, aku sudah mengerti semuanya," aku yakin mataku sudah berkaca kaca.

"Sayang,  jangan bicara yang tidak tidak, appa menyayangi mu,eomma dan oppa mu juga kau tega meninggalkan kami?  sudah jangan bicara seperti itu,,  kita akan pulang sekarang,  seharus nya kau senang, karena kau akan pulang hyuni"
ia melepas pelukan ku dan ku lihat air matanya jatuh di sana.

"Appa menangis? " tanyaku.

"Ah tidak,  i-ni tadi appa kelilipan"
ucapnya meyakin kan ku sambil mengusap air matanya asal.

Aku mengangguk paham,
'Maafkan anak mu ini appa,  aku tau kau berbohong pada ku,  aku melihatnya dari tatapan mu,  aku memang anak tak berguna lahir hanya menyusahkan mu dan eoma,  aku menyayangi mu,  ya tuhan berikan aku kesempatan untuk membalas budinya,  walu aku tau,  kebaikan orang tua tak akan bisa di bayar,  tapi setidak nya aku ingin melihat kedua orang tua ku tersenyum karna ku,  bukan menangis'

"Kau melamun sayang" ucapnya membuyarkan lamunan ku.

"Ahh tidak appa" ucapku bohong.

"Baiklah,  kajja berangkat,  eoma pasti menunggu lama di rumah" ucapnya menarik tangan ku,  dan aku pun mengikutinya di belakang, 
dengan baju yang sangat tebal, kain mengikat di leherku, topi,dan kaos kaki,  berwarna abu abu, 
rasanya sesak sekali,  tapi aku mencoba menyaman kan baju ini,  karna di luar sana udaranya sedang dingin, dan jika aku lama lama di luar,  maka jantungku akan melemah.

"Appa,  kapan aku sekolah? " tanyaku yang sedang duduk di pinggir nya

"Besok depan sayang" jawabnya,  yang masih terfokus dengan setir mobil.

"Ah baguslah" ucapku senang.

"Kau senang sekali,  apa Ada seseorang Yang ingin kau temui?"
tanyanya.

"Ahh iya,  aku kangen dengan taehyung appa" seketika aku tersenyum mengingat sahabat ku itu.

"Jangan jangan......" Tebak nya menggoda ku.

"Jangan....  Apah appa? " ucapku bingung.

"Kau suka,,,  hahahahah" ia tertawa renyah dengan terus mengendarai Mobil.

"Ikh ani appa,  dia hanya teman aku tak menganggap nya lebih" ucapku kesal.

"Kau yakin? " ucapnya sambil mengedip ngedipkan Matanya.

Kupukul tangan nya kesal.

"Terserah" kubuang pandangan ku menatap jalan, 
huh appa selalu seperti itu jika aku berbicara soal namja.

FIGHTING FOR METempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang