Lantas kita ini lebih dekat yang mana ?
di-/ke- yang harus disambung atau dipisah ~Iqbal
.
.
"Bal,,, dengerin gue gak sih?" tanya lala memelas, berharap mendapat respon dari lelaki di depannya, "JAHAT BANGED SIH.... apa gue emang gak pantas dicintai yah !" ucapnya terdengar lirih, "gue kurang apa cobaa bal?" tanyanya lagi
"yakin mau tahu kurang lo apa?" iqbal menghentikan fokusnya dari monitor, ia menatap gadis di depannya dengan sedikit mengoda, melihat tatapan iqbal, keberanian lala kembali menciut, ia yakin bahwa apa yang akan di dengar selanjutnya adalah hal menyakitkan.
"GAK PERLU" Potongnya cepat ia tidak ingin mendengar bagaimana iqbal akan mengurutkan sejumlah kekuranganya, oke katakanlah lala memang pendek, tapi ia juga tidak kalah cantik dari gadis-gadis yang berusaha mendekati iqbal.
lala kembali meletakan kepala di meja, frustasi memikirkan nasib cintanya, atau lebih tepat cinta yang bertepuk sebelah tangan.
"Kenapa yah bal, lala cuman pengen dicintai itu aja kok bal" gumamnya
"belajar yang benar, gak usah cinta-cintaan dulu" tanganya mengusap puncak kepala gadis didepannya
"kayak lo kuliahnya benaran aja" sindirnya, lala mendongkak wajah kembali menatap iqbal.
Iqbal terkekeh melihat lala yang kembali normal tidak terlihat galau seperti 2 menit yang lalu.
"Bal, jujur lo sayang gak sama gue" sesaat lala tersenyum ketika kepalanya diusap kembali oleh lelaki di depannya.
"Sayang baweell.."
"Terus kenapa lo..."
"La, gue cabut dulu ya" potong iqbal usai mengecek ponsel yang terdengar berbunyi beberapa saat lalu, ia segera bergegas merapikan berkas dan laptopnya yang sedikit berantakan di salah satu meja kafe.
"Lah emang lo mau kemana" tanyanya bingung, "Masa baru datang dah balik lagi, payah benar lo" kesalnya
"Gue belum balik, ntar malam gue ke apartemen lo, masakin yang enak"
"Enak aja.. mang gue pembantu"
"Katanya mau jadi pacar yang baik, masak aja gak bisa..cih payah" ujar berlalu meninggalkan lala.
"Dasar sableng" umpat lala
~***~
Iqbal kembali menatap dua orang yang keluar dari salah satu Ballroom hotel ternama di jogja, nisa masih belum menyadari kehadiran iqbal di depannya, kedua orang tersebut larut dengan sendau gurau mereka, entah apa yang mereka bicarakan, yang jelas wajah nisa tak luput dari senyuman.
Iqbal bergegas berjalan menuju ke salah satu ruangan sebelum dua orang tersebut menyadari kehadirannya.
"Lama banged sih" ucapnya kasar sesaat nisa duduk di depannya
"Lagian mas aneh-aneh aja, apa gak bisa konsultasi nanti aja di kampus" kesalnya, bagaimana gak kesal, tadi pagi iqbal mengirim pesan kepadanya untuk konsultasi skripsinya, untung aja calon suami kalau bukan nisa pasti mengeluarkan jurus KA ME HA ME nya.
"nih periksa" ia menyodorkan sekumpulan kertas yang telah di tata rapi, nisa mengendus kesal 'sebenarnya yang dosen disini siapa sih.. Sabar nisa, sabar' jerit batinnya sesaat memaksakan matanya meneliti setiap bait-bait kata yang terterah di laporan tersebut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Mahasiswaku
SpiritualBukanya Dia mahasiswa mesum yang tadi aku temui di kampus. Hati-hati nis, Itu Iqbal mahasiswa paling bandel di kampus ini. ujar pras. Ya ampun bi... orang macam itu kah yang abi jodohkan dengan ku... YA Allah Apakah tidak ada lelaki lain kenapa har...