13

10.4K 385 177
                                    

Kesal
Marah
Malu
Sakit hati

Itulah yang kini Nisa rasakan, ia kembali mengingat-ingat perkatan Iqbal padanya, Siapa Iqbal? Yang berani menilai dirinya, padahal dia sendiri baru mengenal Nisa satu bulan terakhir ini.

Air mata Nisa tak kunjung berhenti, walaupun tak ada suara yang keluar dari bibirnya, tapi Air matanya mengalir begitu saja tak mau berhenti, Entahlah dadanya kini terasa sesak, ia benar-benar ingin segera sampai di Rumah.

"Gak usah cengeng! Gue gak ngapain-ngapain lo juga" sela Iqbal yang duduk  di kursi penumpang tepat disebelah kursi kosong sampingnya. Entahlah mengapa kursi di sebelahnya kosong, apa memang karena penumpangnya tidak  jadi berangkat atau memang kosong sejak awal.

Nisa memalingkan wajahnya menatap awan diluar sana, Dia benar-benar benci Iqbal saat ini. Ia bertekad setelah pulang nanti akan bertemu Abi dan Uminya untuk membatal pernikahan ini.

Entah reaksi keluarganya seperti apa, biarkanlah , ia tak ingin mengambil resiko lebih besar dikemudian hari.

Bagaimana mungkin ia tetap bertahan setelah melihat kelakuan Iqbal  tadi, ia jadi ragu  apa benar laki-laki itu minta maaf padanya tadi, buktinya saat ini  wajah itu nampak tak merasa bersalah, dan sekarang laki-laki itu katakan dia tidak menyakitinya, Nisa menatap pergelangan tangannya yang cukup merah, tidak hanya nyeri yang ia rasa tapi juga sakit hati.

Kalau Iqbal bisa sekasar seperti tadi, bukankah tidak menutup kemungkinan setelah menikah, Dia bisa semakin menjadi-menjadi memperlakukan dirinya, pikir Nisa

"Aku gak bisa lanjutkan pernikahan ini" sahut Nisa akhirnya,

"Dan gue pastikan, kita akan menikah secepatnya" tantang Iqbal

Nisa kembali menatap Iqbal, tak percaya, adakah manusia seperti ini berbuat salah, tapi masih bersikap seperti ini. Lagi-lagi Nisa kembali menyesali mengapa ia bisa luluh untuk menerima perjodohan ini.

"Terserah" balasnya, ia tak ingin beradu mulut apalagi kini mereka sedang berada di dalam pesawat kembali ke Surabaya. cukup sekali ia merasa malu saat direstoran tadi.

Flasback
"Lepasin mas...! Tegas Nisa

"Duduk..." perintah Iqbal, ia masih tetap genggam tanganya Nisa, yang sudah terlihat memerah dipergelangan

"GAK, Nisa mau balik" paksanya, sambil menghepaskan tanganya kuat-kuat, berharap agar terlepas dari Iqbal

"Mas jangan kasar dong sama ceweknya..." ujar sesorang lelaki yang duduk tidak terlalu jauh dari meja mereka, dengan tangan yang masih mengenggam Nisa, Iqbal menatap tajam ke arah suara tersebut.

"Masalah lo apa?" tanya Iqbal pada lelaki tersebut

"Kasiang kali mba nya....." balasnya

"iya, terus masalah lo APA?"Tanya Iqbal lagi dengan nada menekan, lelaki tersebut menciut ketika melihat wajah Iqbal yang semakin seram

"Mau lo apa?" tantang Iqbal lagi

"Gak kok mas, cuman kasihan aja, mba nya kesakitan tu" ujar lelaki tersebut.

Iqbal menatap pergelangan tangan Nisa, ia pun dibuat kaget mengapa dirinya bisa sekasar ini pada Nisa,

Tak ingin membuang waktu lama-lama, Iqbal bergegas berdiri.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 14, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Dia MahasiswakuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang