5

6.4K 211 6
                                    

Restoran mewah menjadi ajang reuni SMA 1 Surabaya khususnya kelas IPA 4, reuni hari ini diselengarakan di restoran miko, tentu tempat ini gratis.

Nisa menggunakan gamis berwarna maron paket dengan jilbab lebarnya, ia tampak sangat cantik dan terlihat menawan. Sedang hilda dengan dress pendek hitam plus high heels 10 cm yang berhasil membuat ia tampak lebih tinggi dari sahabatnya itu.

'Nisa...,' Teriak seseorang dari arah samping, ketika nisa dan hilda baru saja masuk di ruangan yang sudah disulap menakjubkan. Nisa menoleh mencoba mencari asal suara itu.. 'mikooo !!' Sahut nisa mengenali sosok yang menghampiri mereka.

'Waw... kau benar-benar sempurna!' Puji miko disambut dengan lesun pipi nisa

'Assalamu Alaikum ko!!' Lanjut nisa

'Maaf-maaf nis, Walaikum salam, aku benar pangli liat kamu yang sekarang,' ucap miko yang dari tadi matanya menatap wajah nisa, dan itu membuat nisa merasa terganggu.

'Biasa aja kali mik!' Potong hilda membuyarkan pandangan miko dari nisa.

'Nisa..,' teriak napsa, gadis jangkung ini langsung memeluk tubuh nisa.

'Nisa gue kangeen lu tahu,' ujar gadis itu

'Aku juga sa... udah 6 tahun kita gak ketemu...uuughh, ' balas nisa mengeratkan pelukan sahabatnya itu.

Napsa adalah salah satu sahabat nisa dulu bersama hilda, napsa sendiri melanjutkan studi di Jakarta, walau mereka sering bersapa di ponsel tapi ini kali pertama nisa bertemu dengan napsa.

Ketiga sahabat itu pun melangkah menuju ke sisi ruangan untuk menghabiskan kekangenan mereka, meninggalkan miko yang hanya terdiam, matanya tak lepas dari nisa.

'Hi mik !!'  sapa seorang gadis cantik dengan mini dres, tanpa lengan diatasnya dengan mengadeng lelaki yang tak kalah ganteng, rambut lelaki itu terlihat basah dan maskulin, jas yang digunakan juga berhasil menambah perisai kegantenganya. Kedua orang itu terlihat sempurna menghipnotis para tamu alumni.

'Apa kabar mik?' Sapa gadis itu ke miko.

'Baik, kamu!' Tanya miko dengan wajah yang tak suka.

'Seperti yang kamu lihat,' balas gadis itu, maksudnya bahwa ia terlihat baik dan justru lebih baik bahkan menemukan pengganti yang lebih baik dari miko.

'Oh yah ini.. pacarku,' gadis itu memperkenalkan pria disampingnya.

'Iqbal,'  sahut pria itu mengulurkan tangan selayak berjabat, disambut hangat oleh miko 'selamat menikmati acaranya,' ucap miko yang kemudian pamit dari kedua orang itu.

Hilda mengerjapkan matanya menatap seorang lelaki yang digandeng oleh amel.

'Gila tu si centil,  kok bisa dia gandeng si lee moryong,!' Sahut hilda, membuat kedua sahabatnya ikut menatap  ke dua sosok tersebut.

Nisa tampak teekejut melihat lelaki yang di gandeng amel, tapi lelaki tersebut tampak biasa, 'Apa dia tidak mengenaliku' batin nisa yang terus menatap sosok itu melangkah ke arah mereka.

'Hi nisa, sudah sangat lama kita tidak bertemu, kau sangat beda!' Ujar amel menatap nisa dari ujung kaki sampai kepala.

'Kamu juga amel, makin tambah cantik' balas nisa dengan sopan.

'Oh yah, aku tadi bertemu denan miko mu, dia masih SINGLE!! Ucap amel dengan meremehkan.

'Maksud kamu apa mel!' Tanya hilda nyolot maju mendekati amel.

'Udah hil, apa-apa sih, malu tahu!' Bisik nisa menenangkan hilda.

Belum lagi amel mencoba membalas ucapan hilda, lelaki disampingnya berbalik dan meninggalkan mereka, amel tak tunggu  lama langsung mengejar lelaki tersebut.

'Bal, tunggu sayang' teriak manja amel, sengaja untuk memamerkan hubunganya dengan lelaki tersebut.

'Heran lelaki itu, lihat apa sih dari amel,' tanya napsa

'Palingan jual itu nya' celutuk hilda.

'Ya Allah hil, amel itu perempuan sama kayak kita, istigfar hil,' Ujar nisa

'Habis kesel aku sama dia, dari dulu senang nyakitin kamu mulu, benar-benar jalang' lanjut hilda tanpa peduli.

'Udah hil, lupain!! LUPAAIN hil ! aku gak suka, kita sesama wanita saling menghina gini,' balas nisa merangkul hilda mencoba menenangkan sahabatnya itu.

*Loby Restoran

'Bal kamu mau kemana!' Teriak amel yang berlari kecil mendekatinya.

'Mau balik,' jawab iqbal singkat

'Bal .. kita kan baru datang, masa mau balik?' Tanya amel merangkul lengannya iqbal.

'Terserah.. Lanjutkan saja pestamu, aku mau balik !' Ucap iqbal cuek melangkah pergi.

Amel menghentikan langkah iqbal, merangkul tangan ke lehernya.

'Bentar yah, aku mau menikmati pestanya dulu sayang,' ucap amel yang manja.

' Ya sudah nikmati saja, dan jangan panggil aku sayang,' balas iqbal.

'Kamu kenapa sih bal, gak asik banget,' balaas amel langsung mencium lehernya iqbal.

Sontak hal ini membuat iqbal kaget dan mendorong keras amel menjauh  dari tubuhnya. Tanpa sepotong  kata Iqbal meninggalkan perempuan itu dengan tatapan jijik,  amel tersenyum puas. Tanpa mereka sadari jauh dari mereka ada mata yang menyaksikan adegan tadi.

Pov nisa

Nisa membasuh wajah berulang-ulang kali, membayangkan kejadian yang baru ia saksikan tadi. Kenapa setiap kali bertemu dengan anak itu selalu saja hal mesum yang ia  lihat. Dasar lelaki mesum.

Hebat sekali dia, berganti satu wanita ke wanita yang lain, jadi  itu kesibukannya sampai-sampai deadline yang aku kasih, malah dia abaikan. 'Benar-benar membuat mod hancur,' pekik nisa.

Pov iqbal

Mengapa ia harus menuruti kemauan amel  untuk menghadiri acara reunianya. Dan juga harus ketemu dengan bu nisa.

Miko! Apa hubunganya dia dengan bu nisa, sebelumnya tadi aku melihat miko menatap bu nisa benar-benar sangat berbeda, aku yakin miko menyukai bu nisa, apa dia pacarnya bu nisa, lalu pak pras, lelaki kemarin yang di kantin, dan hari ini miko, benar-benar sempurna bu nisa ke tiga lelaki itu, bagaimana dia bisa! Guman iqbal yang saat ini menyetir bmw nya.

Lalu si amel kenapa dia terlihat membenci bu nisa, aku tak suka sikap amel terhadap bu nisa.

Dan bu nisa, bagaimana bisa ia hanya diam melihat amel mengejeknya, dan mengapa dia terlihat sangat cantik dengan gamis itu. Oh iqbal jangan bilang selerahmu sudah turun pasar ke mak-mak. Batin iqbal yang terlihat frutasi dengan pikirannya.

Belum lagi merasa tenang dengan segala tanya di  otaknya, kini dering sms hadir dari ponselnnya.

From amel:
Yang, aku tunggu di kamar 215, cepetan aku gak tahan...

Iqbal melemparkan ponsel dari jendela mobilnya. 'Dasar gila, sayko' geram iqbal.

Dia MahasiswakuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang