Pyarrr!!!!
Sherly berjingkat kaget ketika tiba - tiba sebuah pot bunga sebesar kepalan tangan pria dewasa jatuh dari lantai atas asrama nyaris mengenai kepalanya. Beruntung tempatnya berdiri berjarak beberapa centi dari jatuhnya pot itu. Jika bergeser sedikit saja, Sherly yakin kepalanya akan bocor tertimpas pot itu.
Ya Tuhan.
Sherly mengelus dadanya yang terasa berdebar kencang. Jantungnya nyaris copot saking terkejutnya. Wanita itu mendongak, mencari siapapun yang secara sengaja maupun tidak sengaja menjatuhkan pot bunga itu.
Sialan. Apa - apa'an ini tadi?
Orang yang dengan sembrono menjatuhkan pot, apa mereka memang sengaja ingin membunuhnya?
Sherly menatap ke atas dan tidak menemukan seorangpun di sana. Siapapun penghuni asrama wanita yang membuat pot ini jatuh mungkin saja memang sengaja.
Kemarin malam bahkan dirinya juga sempat mendapat teror. Jendela kamar asramanya diketuk - ketuk. Tak hanya satu, dua atau sepuluh kali ketukan, bahkan ketukan itu terjadi berulang - ulang yang awalnya pelan menjadi semakin kencang nyaris seperti seseorang yang memaksa masuk. Kemarin Sherly berusaha mengacuhkannya, tak menghiruakan siapapun orang yang dengan kurang kerjaan menakut - nakutinya seperti itu. Dan tak hanya teror ketukan, sebuah kertas bertuliskan 'CEPAT KELUAR DARI SINI!' tiba - tiba tertempel di depan pintu kamarnya. Bahkan tulisan itu ditulis menggunakan cat merah. Ahh tidak, lebih tepatnya mereka menuliskannya menggunakan darah.
Benar - benar frikk.
Bibir Sherly menipis. Tangannya terkepal sampai buku - buku jarinya terlihat.
Aksi bullyng ini semakin lama semakin keterlaluan saja. Bahkan Leon dan anak buahnya sudah melakukan penindasan sampai ke asramanya. Mereka benar - benar anak - anak yang nakal, tidak memiliki sopan santun, hati nurani dan jahat.
Sherly yakin setelah ini, di sekolah pasti akan ada hal yang mengejutkan lain untuknya.
"Ini benar - benar tidak bisa dibiarkan." Gumam Sherly menatap pot berwarna cokelat yang terbuat dari tanah liat pecah tak berdaya di lantai.
Sementara Sabin yang baru tiba dan sempat melihat peristiwa jatuhnya pot itu hanya terdiam. Ia bergidik ngeri, tak habis pikir bahwa level penindasan yang Leon lakukan akan semakin meningkat dengan cepat.
"Ce... Cecil, kau baik - baik saja? Bagaimana jika hari ini kau beristirahat, aku akan mengabsenkanmu."
"Tidak." Jawab Sherly. Wanita itu memajamkan mata sejenak kemudian menghela nafas, "Aku akan menghadapinya."
Semakin ia menunda, kesempatannya mencari Demi human juga akan semakin lama. Dia ingin segera menemukan sosok itu, dengan begitu dirinya bisa segera pergi dari tempat menyebalkan ini.
***
Sepi.
Entah kenapa atmosfer di sepanjang asrama wanita menuju ke gedung sekolah terasa begitu suram. Para murid yang biasanya berlalu lalang juga tidak ada. Hanya ada semilir angin serta suara dedaunan yang bertebaran tertiup angin. Makhluk hidup yang berjalan menuju sekolah hanya dirinya dan Sabin.
Kemana semua orang? Apa mereka datang terlalu pagi?
'Hmmm. Ini aneh bukan?' Sherly menipiskan bibir. Manik kelamnya diam - diam bergulir, melirik ke kanan dan ke kiri. Entah kenapa firasatnya menjadi tidak enak, serta sedari tadi di sepanjang dirinya berjalan dari asrama wanita menuju gedung sekolah, seperti ada beberapa orang yang mengawasinya secara sembunyi - sembunyi.
"Kenapa sepi sekali? Apa kita datang terlalu pagi?" Sabin bergumam. Sama seperti Sherly, ia tentu saja juga merasakan suasana yang lain. Dirinya menoleh ke kanan dan ke kiri namun tetap tidak menemukan siapapun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Military
FantasyDaemon adalah sebutan bagi monster bermacam bentuk yang menyerang negara Avalon. Dan Black Milliter merupakan pasukan khusus yang dibentuk pemerintah untuk melindungi penduduk dari serangan Daemon. Karena wajahnya yang terlihat lebih muda dari umurn...
