Setelah beristirahat beberapa menit untuk memulihkan tenaga setelah melalui rintangan - rintangan yang pertama, para siswa - siswi akademi telah kembali berbaris dan bersiap untuk menghadapi ujian yang sebenarnya. Tes yang akan berlangsung sebagai bentuk kesiapan mereka untuk menghadapi Daemon.
Siapapun yang tergabung dalam akademi Black Militer tentu saja harus siap sedia untuk menjadi pelindung negara dari serangan makhluk pengganggu yang berniat memonopoli dunia ini. Namun sudah menjadi rahasia umum dan catatan buruk bagi akademi sekelas Black Militer ini, bahwa tidak semua siswa - siswi yang masuk ke dalam akademi merupakan siswa - siswi yang terampil, berbakat maupun memiliki kekuatan supranatural. Akan tetapi siapapun yang sudah menginjakkan kaki ke dalam akademi ini, itu berarti mereka harus siap sedia menjadi garda terdepan, prajurit pelindung warga dari serangan Daemon. Dan tak peduli anak itu tak memiliki kekuatan supranatural, yang jelas mereka juga harus tetap berpartisipasi. Terlebih sekarang, tes yang sebenarnya berlangsung beberapa bulan lagi terpaksa harus dimajukan guna mengantisipasi akan kemungkinan sebuah firasat buruk yang datang.
Tiga orang terkuat yang memiliki kemampuan meramal dan melihat masa depan mengatakan bahwa kondisi Avalon sedang tidak baik - baik saja. Ditandai dengan Daemon yang mulai muncul di wilayah yang seharusnya tidak pernah ada sejarahnya mereka berada di Distrik 1 dan Distrik 2, dan itu menjadi dugaan bahwa tuan dari para Daemon yakni Ibis, mulai kembali bergerak setelah puluhan tahun tak menunjukkan aksinya.
Persiapan ujian kali ini memang bertujuan untuk percepatan mental, kesanggupan serta kesiapan seluruh murid akademi maju berperang meski belum menjadi pasukan inti sekalipun.
Para murid - murid ini harus dilatih dengan secepat mungkin.
Seluruh siswa akademi kembali berkumpul di lapangan. Mereka dibariskan sesuai dengan urutan peraturan baru dari jenderal Aiden. Dan Sherly dengan sebisa mungkin menunduk dalam berusaha menyembunyikan wajahnya dari penglihatan pria itu, Aiden.
"Ujian pertama yang harus kalian lakukan saat ini adalah ujian perburuan."
Suara terkesiap dari seluruh siswa akademi sontak membahana begitu pembimbing mereka yakni Miss Xenna mengumumkan tes yang akan dihadapi.
Perempuan berusia dua puluh delapan tahun itu menatap seluruh anak - anak akademi tegas.
"Kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok. Dan kelompok itu beranggotakan dua orang."
Kembali, suara bisik - bisik seluruh anak bergemuruh. Mereka yang terkejut, dan sebagian lagi yang tampak tidak siap seolah sudah bisa menebak akan kesulitan apa yang akan mereka hadapi di ujian kali ini. Termasuk Sabin. Dia meremat kedua tangannya serta menggigit ujung bibirnya gugup. Meski sudah hampir setahun dia menjadi bagian dari Black Militer, akan tetapi ini untuk pertama kalinya dia mengikuti ujian perburuan. Yang berarti ini adalah ujian lapangan.
Dimana para murid akademi akan diturunkan ke hutan perbatasan. Di mana di sana, mereka akan berhadapan dengan Daemon.
Dia takut. Setiap kali dirinya membayangkan menghadapi Daemon, bulu kuduknya seketika merinding.
Bagaimana jika nanti dia bertemu dengan Daemon tingkat tinggi? Bagaimana jika nanti rekannya juga tidak memiliki kekuatan besar seperti dirinya? Lalu bagaimana jika nanti dirinya ma.... ti?
Sabin menelan ludah. Dia berharap bahwa ujian ini dimudahkan dan dia tidak mendapat rekan yang.... Sabin melirik Sherly yang ada di barisan depan samping kanannya. Wanita itu menghela nafas dan berdoa semoga ia tidak satu kelompok dengan Sherly.
'Maaf Cecil, aku juga ingin hidup.' Gumamnya dalam hati memikirkan bahwa dia benar - benar tidak mau satu tim dengan anak yang bahkan tidak memiliki kekuatan seperti temannya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Black Military
FantasyDaemon adalah sebutan bagi monster bermacam bentuk yang menyerang negara Avalon. Dan Black Milliter merupakan pasukan khusus yang dibentuk pemerintah untuk melindungi penduduk dari serangan Daemon. Karena wajahnya yang terlihat lebih muda dari umurn...
