21. Siapa yang bertahan? (B)

449 67 0
                                        


Suara sepatu hitamnya menggema di sepanjang koridor ketika gadis itu menuju ruang kepala sekolah. Ruangan yang letaknya sedikit jauh dari asrama wanita serta kelasnya berada. Jika dipikir - pikir, dirinya belum menjelajahi bagian dari akademi ini yang begitu luas.


Masih ada tempat - tempat lain selain asrama wanita serta gedung sekolah yang belum Sherly jamah. Nanti_ jika semua urusannya dengan si Leon itu tuntas, dia akan menjelajahi keseluruhan akademi ini. Siapa tahu dirinya bisa menemukan petunjuk terkait Demi Human.


Sherly merapatkan tas ranselnya erat. Berpose seperti remaja - remaja sekolah yang berjalan sembari menggengam cangklongan tasnya dengan kedua tangan. Manik kelamnya bergulir, menatap beberapa pasukan inti Black Militer berseliweran di lapangan.


Semua yang ada di akademi ini memiliki seragam yang berwarna hitam, hanya saja untuk para master dan pasukan inti Black Militer tentu saja memakai seragam dengan model berbeda. Salah satu perbedaannya ialah jika para siswa akademi seragamnya hanya berwarna hitam sederhana dengan aksesoris gold dan simbol segi enam kecil di bagian kerah, tetapi untuk pasukan inti Black Militer memiliki seragam yang lebih gagah dan keren. Sehingga pemakaianya terlihat lebih berkharisma. Namun ada yang sedikit aneh.


Sherly menghentikan langkah. Termangu sejenak.


Zavier Asmonac, bukankah ketika pertama kali dia melihat pria itu waktu turun dari kendaraan Militer, pemuda itu juga mengenakan seragam inti? Anak yang terlihat penakut itu termasuk pasukan inti Black Militer?


Tetapi mengapa berada di kelas Grande B?


Atau jangan - jangan si Zavier ini memang kembar? Hmmmm. Baiklah nanti ia akan mencari tahu. Sejujurnya dirinya juga masih bingung akan pembagian dalam sekolah ini. Dia akan mempelajarinya lebih lanjut nanti.


Sherly pada akhirnya kembali melangkah menuju ke ruang kepala sekolah. Begitu sampai di depan pintu, ia setengah berjinjit mengintip melalui kaca kecil yang merupakan bagian dari pintu. Memastikan bahwa kepala sekolah masih berada di dalam atau benar - benar menunggunya di ruang pelatihan seperti yang dikatakan si keriting tadi.


Dan dia tidak melihat ada seorangpun di dalam sana. Pintu kepala sekolahpun juga terkunci.


'Jadi, benarkah kepala sekolah menunggunya di ruang latihan?'


"Wah anak baru."


Sherly berjingkat kaget ketika seseorang tiba - tiba berbisik di belakangnya. Ia nyaris terhuyung kalau saja pria di belakangnya tidak memegangnya.


Hell. Mengagetkan saja.


Sherly berbalik, mendongak menatap pria yang jauh lebih tinggi darinya. Keningnya berkerut memperhatikan rambut yang cukup mencolok dari murid - murid di sini. Rambut pemuda ini kribo dan sepertinya dirinya pernah melihat pria ini.


Dia... adalah salah satu pria yang pernah ia lihat bersama Leon.


Black MilitaryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang