Kedekatanku padamu tumbuh dari pertengkaran,
Sebuah benturan kecil, diperbesar olehmu.
Namun, itulah yang selalu mengisi benakku,
Adakala musuh, adakala teman, dalam relung hati yang gelap.
Aku cenderung menyukai kita sebagai musuh,
Sebab di sana, kita temukan sifat asli tanpa bayangan.
Kedekatan kita, begitu istimewa dan menggairahkan,
Setiap detik bersamamu, detak jantungku berdentum penuh makna.
Hatiku telah memilih, bersumpah setia padamu,
Meski dunia berdecak kagum di sekitarku.
Hanya namamu yang menggeliat dalam benakku,
Di tengah keramaian, hanya engkau yang kupikirkan.
Berpikir tentang kemungkinan di masa depan,
Jika kita terus-menerus terlibat dalam pertengkaran.
Namun, keinginanku tak ubahnya:
Melihat senyummu, terpancar meski dalam pertikaian.
Mengharapkan bahwa senyum itu adalah milikku,
Meskikita tengah dalam dualitas musuh dan teman.

KAMU SEDANG MEMBACA
Eksplorasi Kata
Poesía"Eksplorasi Kata" adalah sebuah kumpulan puisi yang mengajak pembaca untuk menjelajahi kekuatan dan keindahan kata-kata. Puisi-puisi dalam "Eksplorasi Kata" menggali berbagai tema, mulai dari cinta, kehidupan, alam, hingga perjalanan jiwa. Setiap pu...