(SEQUEL OF STAY WITH YOU)
Semuanya berawal dari rencana perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tua Kinan. Awalnya Kinan merasa tak masalah, toh yang akan dijodohkan dengannya adalah Keanu 'si teman masa kecilnya' , dan Kinan pikir belum tentu ju...
Entah keberentungan atau apa, tapi setelah jam istirahat berakhir tadi tiba-tiba kelas Kinan dihebohkan dengan rumor bahwa salah satu dari dua murid baru akan memasuki kelas mereka. Awalnya Kinan tidak peduli, selain karena ia masih terbawa efek kesal oleh kelakuan Keanu tadi di kantin, toh si murid baru juga kedua sepupunya. Kenan atau Kevan sama sekali bukan masalah berarti bagi Kinan, karena si kembar juga sangat dekat dengannya yang bahkan Kinan anggap mereka bertiga adalah saudara kembar tiga.
"Eh Pir, lo kenal sama anak baru ya? Tadi kata anak-anak ada yang liat lo sama si coker(re; cowok keren) ngobrol gitu di koridor." Kavika bertanya dengan nada keponya seperti biasa, hidup temannya itu memang selalu kehausan akan bahan gosip.
Kinan mengangguk malas, ia lebih memilih menjawab pertanyaan Kavika daripada cewek itu akan terus mendesaknya menjelaskan semuanya. "Dia sepupu gue, baru pindah dari Adelaide."
Tiba-tiba saja Kavika bertepuk tangan heboh, "wah.. masih fresh dong?" Tanyanya ambigu
"Lo kata dia buah?" Kinan balas bertanya dengan nada sarkasme yang membuat Kavika sontak mencebikkan bibirnya kesal.
Perdebatan mereka terhenti saat guru mata pelajaran matematika sekaligus wali kelas mereka memasuki ruangan. Perempuan berusia akhir empat puluhan itu berdehem sekali seakan meminta perhatian anak-anak yang tidak biasanya langsung dipatuhi oleh mereka. Kinan berdecak, pengaruh si 'anak baru' memang sukses membuat seisi kelasnya menjadi penurut.
"Nah anak-anak, pasti kalian sudah mendengar bahwa salah satu dari anak baru akan menjadi anggota kelas kita." Jeda sejenak, beliau menatap ke arah pintu kelas yang terbuka. Seakan memberi kode yang berdiri di sana untuk segera masuk.
Dan Kinan cukup terkejut jika yang akan menjadi teman sekelasnya adalah Kenan. Tadinya ia berharap orang itu adalah Kevan, yang sedikit lebih waras dibanding adiknya.
"Sekarang perkenalkan dirimu ya, nak."
Kenan mengulas senyuman tipis nan penuh dengan maksud tertentu yang mampu Kinan tangkap, namun anak-anak sekelas terutama kaum hawa malah bersorak. Yang benar saja! Apa mereka tidak mengenali bahwa senyuman itu tidak sepenuhnya ikhlas dan jatuhnya malah jadi seperti menyeringai?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hai, gue Kenan. Murid pindahan dari Adelaide. Informasi lebih lanjut bisa kita bicarain berdua ya.." perkenalan aneh yang diakhiri kedipan sebelah mata dan jari yang membentuk tanda peace itu malah membuat kelas Kinan semakin gaduh. Beberapa di antara anak cewek bahkan berbisik dengan keras bahwa Kenan terlihat keren. Sementara anak cowok malah bersiul-siul menggoda anak cewek lain yang tersipu karena kelakuan Kenan. Dasar generasi bening-lirik!
"Oke, kamu duduk di samping Bara ya? Yang di belakang pojok dekat jendela." Pandangan Kenan mengikuti arah tunjukkan guru mereka, ia menyipitkan mata saat menangkap sosok Kinan juga berada di kelas yang sama dengannya. Dan tengah menatapnya dengan wajahnya yang jutek entah karena apa, mungkin mengetahui mereka sekelas? Haha. Seketika sebuah ide bersarang di benak Kenan.