Raymond Pov
Hal yang selama ini kutakuti telah menjadi sebuah kenyataan, ketakutanku akan perubahanku selama ini yang akhirnya memprovokasi daddy untuk mengusik ketenangan keluarga rosiana kini telah menjadi kenyataan.
Sekarang aku tengah berada di depan LIC yang kini telah ditutup dengan police line yang menghalangi setiap pintu masuk yang ada dan di setiap pintunya telah dijaga oleh 4 orang anggota kepolisian setempat
Aku tau sekali dengan kekuasaan dady bahkan ketika dia hanya menjentikan kedua jarinya maka sebuah konspirasipun bisa tercipta, menggerakkan para petinggi kepolisian sangat mudah ia lakukan.
Aku disebrang jalan bersama anton dan stev didalam mobil tengah melihat bagaimana abi beserta Rosiana dan kakak-kakaknya mendebat para petugas kepolisian untuk membiarkan masjid LIC untuk dibuka. Biarkan saja bagian gedung yang lain ditutup tapi jangan dengan masjidnya karena disana para umat muslim melakukan ibadahnya. Bahkan tidak lama dari itu orang-orang islam yang bermukim di ekitar LIC ataupun yang dari jauh sudah memnuhi jalan untuk memprotes keputusan yang sangat tidak manusiawi itu. Setiap orang memiliki hak untuk memeluk agama yang mereka yakini dan tidak ada satu orangpun yang berhak untuk menghalangi hal tersebut.
"bokap lo bener-bener mengerikan ray. Gue yang bukan orang islam aja gue bisa ngerasain ketika tempat yang selama ini kita gunakan sebagai tempat kita bertemu tuhan harus ditutup. Benar-benar tidak manusiawi bro!!" komen anton sambil menggeleng-gelengkan kepalanya heran dengan tingkah dadynya raymond
"ck, ini udah keterlaluan ray" stev menambahkan, sedangkan raymond hanya bisa menghela nafas.
Fikirannya kini sedang penuh, apakah perjuang dan jalan yang dia pilih kini malah membuat banyak orang sengsara, dia sangat bingung namun dia dengan segala keputusannya yang telah ia ambil dia tidak akan membuang hidayah yang sudah Allah beri untuknya, tidak akan!. Karena seperti yang pernah abi sampaikan padanya jika tidak semua manusia diberikan hadiah berupa hidayah untuk mendapatkan cahaya Islam seperti ray.
"ya ALLAH.... aku serahkan segalanya ditanganMU, aku tidak akan gentar hanya karena ini. Jagalah mereka yang mencintaiMU dengan segala yang mereka miliki, lindungilah mereka, lindungilah keluarga Rosiana. Berikanlah hidayah untuk ayahku dan lembutkanlah hatinya, maafkanlah dia atas apa yang telah ia lakukan. Amiiinn.."
Setelah itu ray meminta anton untuk menjalankan mobilnya, ia perlu menyusun ulang rencana yang telah ia dan teman-temannya susun
.
.
Dirumah stev. Raymond dan teman-temannya baru sampai pada pukul lima sore lewat beberapa menit. Setelah ray selesai shalat ashar ia segera menuju ruang keluarga miliki keluarga stev, baru saja ia duduk suara notifikasi hanphone stev membuat semua orang yang berada disana menolehkan kepalanya kearah stev
"DAMM!! What the hell!! Sumpah ray, gue ngak ngerti banget dengan jalan fikiran bokap lo. You must see this" stev menyerahkan Hpnya kepada ray
"Astaqfirullah... daddy. Arrggg!! Gue harus apa lagi dong guys. Otak gue rasanya mau meledak!" ray dengan gemas menjambak rambutnya yang mulai panjang dengan sangat kesal.
"apaan sih woyy!! Lebay tau!!" anton menarik Hp stev yang ada ditangan Ray, tidak lama setelah ia baca keningnya berkerut dan ekspresi tidak suka tercetak jelas di wajahnya. Mau tau pesan apa yang di kirim daddynya Ray pada stev? Beginilah pesannya
"saya tau jika anak pembangkang itu sekarang tengah bersama dengan kamu!
Jadi sampaikan padanya jika dia masih berpegang teguh dengan apa yang telah

KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Boy Meet Muslimah
SpiritualDi dunia ini tidak ada lagi yang aku percayai selain diriku sendiri, bahkan aku sudah lupa kapan terakhir aku menunduk dan berdo'a. Bahkan sekarang aku sudah tak percaya lagi pada yang namanya perempuan dan kini makhluk yang disebut perempuan itu ha...