Kuberlari ke dasar jurang
Tersandung bebatuan raksasa
Di dasarnya kubisikkan perihal cinta
Dinding cadas bergetar tak kuasa mendengar
Kuberlari ke pantai
Tergelincir pasir halus
Di lautnya kuteriakkan perihal rindu
Ombak tinggi meluap-luap hebat
Kuberlari ke gunung
Terhirup abu vulkanik
Di puncaknya kucurahkan perihal sakit
Kawahnya menggema pilu
Kuberlari ke ujung kota
Bertemu dikau
Kau kisahkan perihal cinta, rindu pula sakit kala bertemu
Aku bergeming
Mulai waktu itu tak pernah lagi kuceritakan cinta yang merindu lalu menderita sakit
Teruntuk dikau perinduku
Bangil, 21 Agustus 2017
Fithony Nine
KAMU SEDANG MEMBACA
Antologi Puisi Sunyi
PoesíaSekadar pembalasan dendam isi hati yang tak tahu harus tertuang kemana. Berkisah perihal rindu dalam senja ketika hujan. Kita persembahkan teruntuk kita.
