Pertemuan

5.7K 308 11
                                        

Author suka bingung ini bakal gimana kelanjutannya. Dan sekarang author juga lagi sibuk ngurus (sok sibuk lebih tepatnya). Gomen ne minna-san.

Enjoy!

Sakura baru saja keluar dari kamar mandi pribadinya saat ponsel yang berada di nakas berbunyi.
Sakura berdecak malas saat melihat nama si pemanggil dan tak berminat untuk menjawabnya. Namun pertahanannya runtuh karena ponsel itu tak henti-hentinya menyanyikan lagu 'Blue bird'.

"Hn"

"Astaga Saki. Ku pikir kau tak akan mengangkat telpon dariku." 

"Ada apa?!"

"Ano. Hmm Saki, a-aku minta maaf. Aku tak bermaksud membuatmu marah. A-aku hanya, aku hanya..."

"Sudahlah! Lupakan dan jangan ulangi lagi!" Sakura memotong ucapan Ino. Dia tau tujuan Ino menghubunginya karena ingin meminta maaf, tapi tetap saja Sakura masih kesal dengan ulah sahabatnya itu.

"Kau benar-benar memaafkanku, Saki? kau tak marah padaku lagi kan?"

"Hn" Ino memekik senang di seberang sana, Sakura sedikit menjauhi ponsel itu dari telinganya.

"ck Ino, kau bisa merusak gendang telingaku!"

"Ohh maaf Saki, aku benar-benar senang kau memaafkan aku. Bagaiman jika kita makan malam di caffe biasa untuk merayakan ini? aku akan menghubungi Hinata dan juga Tenten." Sakura yang malas berdebat hanya pasrah mengiyakan ajakan sahabatnya itu. Lagipula aku juga belum makan malam, pikirnya.

🌸🌸🌸

Sakura keluar apartement dan langsung masuk ke dalam mobil Ino yang telah menunggunya. Di dalam mobil sudah ada Tenten dan Hinata.

"Baiklah, kalian semua siap?" Ucap Ino setengah berteriak.

"ck Ino! Bisakah kau mengurangi sedikit kebiasaan burukmu ini?! Kau merusak pendengaran kami!" ucap Sakura yang diberi anggukan setuju oleh Tenten sedangkan Hinata hanya tersenyum.

"ehehe gomen." Ino menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian melajukan mobilnya.

🌸🌸🌸

"Teme, aku minta maaf. Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku..." Naruto terus merengek seperti anak kecil.

"ck diamlah dobe! Kau mengganggu saja!" Bukannya tersinggung, Naruto malah berbinar mendengar ucapan Sasuke.

"Kau memanggilku 'Dobe'? itu berarti kau memaafkan aku?" Sasuke memutar matanya bosan.

"Temeee, kau yang terbaik! sebagai ucapan maafku, aku akan mentraktikmu ramen!"

"Tidak! Terima kasih!"

"ayolah Teme, aku akan mengajak Shikamaru dan Sai juga."

"Tidak!" Naruto memasang puppy ayes-nya dan terus merengek seperti anak kecil.
Sasuke menghela napas kasar.

"Baiklah! Tapi aku tidak ingin makan ramen." Naruto nyengir.

"Oke oke. Untuk kali ini aku akan merelakan ramenku demi kau Teme!"

🌸🌸🌸

Ino memarkirkan mobilnya di depan cafe langganan mereka. Cafe itu tak terlalu ramai, hanya ada beberapa muda mudi yang tengah menyantap makanan bahkan ada yang hanya memesan kopi demi menikmati WLAN gratis.
Sakura dan sahabat-sahabatnya memilih tempat di pojok yang juga merupakan langganan mereka jika berada di cafe ini.
Bahkan pelayan cafe sudah hapal dengan jelas pesanan yang mereka minta.

WARM WINTERSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang