14.

2K 212 4
                                        

" Hyung." Ucapnya Frontal.

Dan Sejun juga segera menyapa Jongin." Hey Hitam?" dengan senyumnya.

Jongin pun segera mendekati Sejun dan memeluk laki-laki yang lebih tua itu, Sejun hanya membuka kedua tangannya lebar-lebar menerima pelukan Jongin.

" Apa kabar Hyung, Bagaimana keadaanmu?" Ucap Jongin, dan entah mengapa pelukan itu terasa sangat erat bagi Sejun.

" Apa kau ingin membunuhku?.... Pelukanmu terlalu erat." Ucap Sejun dengan memukul punggung laki-laki itu.

Jongin hanya segera melepaskan pelukanya dan meringis di depan wajah Sejun.

" Maaf Hyung, Aku terlalu merindukanmu dan jadi Khilaf." Ucapnya.

Sejun memukul bahu Jongin dan memberi isyarat.

" Ok, Hyung mengerti. Sekarang Kamu duduklah?" Tunjuk Sejun kearah kanan, kursi kosong di sampin Kyungsoo.

Wanita itu sedari tadi hanya menatap kedua laki-laki itu.

Sejun yang tidak sengaja bertatapan dengan manik Kyungsoo, mencoba berkomunikasi dengannya.

Setelah di suruh duduk, Jongin segera pergi duduk di kursi kosong itu. Tanpa menyadari dengan pandangan kedua saudara itu saat ini, Jongin hanya duduk dengan santainya. Dan tak lupa ia memeriksa jam di lengan kirinya.

Jongin segera menatap Sejun. " Hyung bagaimana kabarmu?" Sontak Sejun memutuskan pandangannya dan menatap Jongin dengan tersenyum.

" Seperti yang kau lihat sekarang, bahkan tubuhku menjadi lebih besar dengan otot kan?" Ucapnya sambil membuka lebar kedua tangannya, dengan bangga.

Jongin yang mengamati tubuh Sejun hanya mengangguk- angguk. "Hyung semakin bugar."

Sejun yang mendengar jawaban Jongin segera melontarkan pertanyaan balik.

" Lalu Bagaimana dengan kabarmu? bagaimana dengan karirmu?" Jongin hanya meringis malu." Cuku baik, dan soal Karir cukup bisa di banggakan lah sekarang Hyung." Kyungsoo yang sedari tadi diam, segera membuka mulutnya.

" Dia sekarang atasanku Oppa." Sejun seketika menganga.

" Benarkah?" Dan anggukan malu-malu Jongin membuat Sejun bangga.

" Oh Hitam, Hyung ikut bahagia dengan karirmu. Selamat yah?" Ucapnya gembira, Jongin hanya tersenyum senang mendengar Senior yang di hormati mendukungnya.

" Terima kasih Hyung." Ucap Jongin tulus." sekarang Hyung bekerja di mana?" Sejun hanya tersenyum dan segera merogok saku dalam jas yang ia pakai, untuk mengambil kartu nama. Disodorkanya kartu itu kepada Jongin.

" Sekarang aku bekerja di sana, menjadi pemiliknya." Ucap Sejun, Jongin yang membaca kartu namanya sedikit heran.

" Sebuah Cafe?" Tanya Jongin, Dan anggukan Sejun membenarkanya.

" Aku sudah bisa membuka usaha sendiri, jadi dari pada bekerja dengan orang lain! Hyung ingin membuka Usaha sendiri." Ucapnya.

" Apakah Hyung baru_" dan pembicaraanya Jongin terputus oleh omongan Kyungsoo.

" Direktu, apa kau tidak akan balik ke kantor?" Jongin yang teringat segera melihat Arlojinya dan terkejut.

" Hyung aku harus balik ke kantor sekarang, bagaimana kalau percakapanya di lanjutkan nanti malam saja?" Ucap Jongin terburu-buru.

" Hubungi saja nomerku, nanti kita bertemu di luar." Jongin hanya segera mengangguk mengerti dan segera berpamitan pulang.

Stubborn.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang