6.

1.9K 257 15
                                        

" Ibu " Sontak kyungsoo menengok kearah suara itu dan terkejut.

" Secan" Kyungsoo segera berdiri dan mendekat kearah Secan untuk memeluknya.

" Kamu diantar siap kesini, Lalu Nuna kemana ?" Kyungsoo yang membelai helaian pucuk rambut Secan dengan sayang.

" Nuna yang mengantarku kesini, karna tiba-tiba ada kelas tambahan yang harus nuna masuki. Dan kami naik mobil milik Sungjae Hyung tadi." Kyungsoo segera memeluk Secan.

" Good Boy." Dan mencium pipi kiri Secan , dan yang dicium pun memberontak seketika.

" Yah...Ibu secan sudah besar, jangan mencium Secan disembarang tempat. " Ucapnya dengan tegas, Kyungsoo hanya bisa tertawa melihat kedewasaan putranya yang sangat menggemaskan itu akhirnya tersadar bahwa diruangan itu mereka tidak Sendiri.

" Apa secan sudah makan ?" Kyungsoo yang sudah berdiri, segera menatap kearah Jongin yang sedang duduk santai mengamati mereka berdua sedari tadi.

" Belum, Secan ingin makan Pizza."

" Tidak ada Pizza hari ini." Kyungsoo yang memberikatn tatapan bertanya- tanya kearah Jongin hanya mendapatkan senyuman dari Laki -Laki itu.

" Bagaimana kalau Samchul pesankan Pizza, apa Secan bisa menghabiskanya?" Sontak boca kecil itu berbalik kearah Jongin dan berlari kearahnya.

" Iya Secan yang akan menghabiskannya sendiri." Ucapnya dengan percaya diri.

. Kyungsoo yang seketika bersendekap pun menolak menta- mentah rencana Jongin.

" Tidak ada Pizza hari ini." Dengan tegas Kyungsoo berucap, Sontak kedua Laki-Laki itu menatap Kyungsoo.

" Yah Ibu Secan ingin makan Pizza " Secan yang berlari kearah Kyungsoo mulai merengek meminta persetujuan Ibunya.

" Kenapa kau melarang Secan makan siang, bagus kalau dia mau makan. Dari pada seperti ibunya yang suka lupa dengan jam makannya sendiri ?" Jongin yang menyindir Kyungsoo pun merasa senang melihat Ekspresi kesal Kyungsoo saat ini.

" Secan sudah makan Pizza 2 hari yang lalu, dan sekarang dia harus makan nasi."

" Kalau begitu apakah kau juga mau makan Nasi, biar aku pesankan." Secan yang mendengarkan debat kedua orang dewasa itu segera merengek kembali.

" Aku ingin Pizza." Ucapnya dengan wajah yang hampir menangis.

. Kyungsoo yang sempat kekeh melarang Secan akhirnya mengalah oleh rayuan Jongin .

" Hari ini aku yang akan traktir makan siang, dan kau Kyungsoo tidak perlu melarang apa yang akan aku pesankan nanti! Karna kamu juga harus makan siang juga."

. Dan berakhirlah dengan Kyungsoo yang terduduk manis didepan makanan yang telah dipesankan Jongin sebelumnya .

-----

.Setelah perutnya terisi, Kyungsoo beranjak dari tempat duduk untuk menyelesekan pekerjaanya. dan dia membiarkan Secan bermain sendiri di sofa dengan ponselnya, Sedangkan Jongin yang masih duduk disamping Secan pun masih nyaman dan tak mau keluar dari ruangan Kyungsoo! padahal Kyungsoo sudah mengusirnya secara halus tetapi hasilnya zong.

. dengan kekehnya Jongin ingin menemani Secan pun membuat Kyungsoo mengalah dan membiarkan atasanya itu duduk disana dan mengawasi Secan bermain, Dan kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Kyungsoo Karna dia benar- benar harus fokus dengan pekerjaanya saat ini .

10 menit kemuadian.

" Secan apa tidak ada PR hari ini?" Tanyanya untuk mengalihkan kefokusan Secan dengan ponselnya.

. Secan yang seketika terhenti dari fokusnya pun berfikir sebentar .

" Ada, Kalau tidak salah PR matematika! Apa Samcul mau membantu mengerjakan?"

" Tentu saja." Secan pun otomatis membuang ponselnya dan segera meraih tas punggungnya.

" Secan senang Samcul mau membantu Mengerjakan PR paling sulit." Jongin yang melihat Secan sangat antusias, merasa puas dengan usahanya untuk mengalihkan perhatian Secan terhadap Ponselnya ternyata berhasil.

" Bagaimana bisa pelajaran mudah ini menjadi sulit! Apa Ibumu tidak mengajarinya? "

" Tentu Ibu mengajariku, tetapi otak Secan cukup sulit untuk mengerti jika Ibu menjelaskannya. Samcul janji kan mau membantu Secan menyelesekanya ?"

" Tentu saja, Samcul akan membantu sampai selesai. Jadi PRnya halaman berapa?" Jongin yang meraih buku paket milik Secan segera membuka beberapa halaman, dan tanpa disadari oleh kedua laki- laki itu Kyungsoo yang berhenti mengetik untuk mengamati mereka berdua dari jauh pun tersenyum senang melihat keakraban mereka.

" Bagaimana bisa mereka seakrab itu? Padahal mereka baru bertemu." Bisiknya.

. Kyungsoo hanya merasa senang bahwa Jongin bisa akrab dengan Secan, padahal setahu Kyungsoo Jongin adalah laki- laki yang benci anak-anak waktu dulu. Hampir anak kecil manapun selalu ia hindari, bahkan keponakanya tidak perna Jongin dekati.

-----

. Setelah melesai mengerjakan PRnya Secan segera merapikan bukunya dan seketika Secan berfikir, tiba- tiba dia berbisik ketelingan kiri Jongin .

" Samcul hari ini Ibu Ulang Tahun loh?" Jongin sontak mengingat tanggal hari ini pun seketika memukul pahanya.

" Oh iya, hari ini kan 12 Januari! Bagaimana aku bisa lupa soal itu." Ucapnya pelan.

" Karna Samcul baik hati, maukah Samcul membelikan kue Ulang Tahun untuk Secan berikan kepada Ibu ?" Jongin yang mendengar ucapan Secan hanya bisa tersenyum heran, bagaimana bisa boca seumur dia bisa berfikir memanfaatkan seseorang untuk dirinya sendiri.

" Apa kamu tidak menyiapkan sesuatu?"

" Secan meyiapkan ini." Sambil menepuk-nepuk tas punggungnya Secan pun menjelaskan bahwa hadinya terlalu sederhana bila tanpa Kue Ulang Tahun.

" Secan ingin Ibu meniup Lilin dihari Ulang Tahunya, agar keinginanya terkabulkan seperti keinginan Secan saat Ulang Tahun dulu."

" Memang keinginan Secan dulu apa?"

" Rahasia." Jawabnya dengan riang.

. Jongin hanya tertawa melihat tingkah menggemaskan Secan yang seolah-olah seperti orang Dewasa saat berbicara .

" Kenapa kamu pintar sekali, kamu menurun hal ini dari siapa?" Ucapnya sambil membelai surai Secan.

" Yang jelas bukan dari Ibu." Jawabnya denga pasti, sontak mereka tertawa bersama.

TBC.

Stubborn.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang