089******455: Lo udah tidur?
Azizah melihat sekilas notif yang muncul dilayar ponselnya. Ia menaikan satu alisnya lalu membuka pesan yang didapatinya.089******455: Gue Rey, gak usah tanya nomor lo gue dapet dari mana.
Azizah semakin bertambah bingung, "Dari mana Rey punya nomornya?" Fikir dia.089******455: Gue tahu lo belum tidur, udah ceklis 2 biru nih tanda. Tapi lo gak bales?
Azizah tak berniat membalas pesan dari lelaki itu, dia kembali menaruh ponselnya di bedside locker yang ada disebelah tempat tidurnya. Ia mulai menarik selimut dan memejamkan matanya.Beberapa saat kemudian ponselnya bergetar menimbulkan suara pada telinganya jelas, Azizah tak memperdulikannya namun ponsel itu terus saja bergetar membuatnya merasa terganggu. Azizah dengan malas mengambil ponsel lalu membuka pesan dari orang yang telah menganggu istirahatnya.
089******455: Assalamu'alaikum.
089******455: bukannya kalo ada yang ucapin salam itu harus dijawab ya?
089******455: Lo udah tidur ya?
Azizah mendengus sebal lalu jemarinya dengan malas menari-nari di benda pipih tersebut.
Azizah: Wa'alaikimssalam warahmatulahi wabarakatuh.
Disisi lain Rey merasa senang kini senyumnya mengembang saat melihat pesannya dibalas.089******455: Nah gitu, lo belum tidur?
Azizah: Gimana mau tidur, kalo ponsel aku getar terus.
089******455: Mmhh..
Azizah menatap malas pesan yang diberikan Rey, belum sempat Azizah menaruh ponselnya, benda itu kembali begetar.089******455: ya udah lo istirahat ya, terus jangan lupa baca novel yang gue beli buat lo.
Azizah melihat sekilas pada buku yang masih terbungkus kado yang ada di atas bedside locker. Lalu memfokuskan kembali pandangannya pada pesan yang dikirim Rey. Azizah tak berniat untuk membalas pesan itu, dia menaruh benda pipih tersebut pada bedside locker lalu tangannya beralih mengambil kado yang diberi Rey. Azizah menyandarkan tubuhnya, ia membuka kado itu dan mulai membacanya.
🌞🌞🌞
2 hari berlalu..
"Rey... " teriak seseorang membuat pemilik nama itu berbalik arah ke sumber suara. Bella berlari dengan kencang menuju Rey yang masih mematung.
"Kenapa lo? " ucap Rey heran sambil menaikan satu alisnya.
"Paman." ucap Bella cemas. Lain halnya dengan Rey yang terlihat malas saat mendengar nama ayahnya, ia membuang pandangannya ke sembarang arah.
"Paman, ditangkap polisi." sambung Bella membuat raut wajah Rey kian berubah, ia membulatkan matanya dan menatap Bella penuh dengan kekosongan.
"Ayo cepet, kita ke rumah lo."Bella menarik pergelangan tangan Rey yang mana pemiliknya tak berkutip sedikitpun. "Ayo.. " sambung Bella. Kemudian keduanya berlari menuju parkiran. Rey mengemudi mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi.
Rumahnya sudah dipenuhi wartawan dan ada beberapa polisi. Terlihat dari arah gerbang seorang polisi membrogrol kedua tangan Rian. Hati Rey hancur ketika melihat Evi mamahnya tersungkur di lantai sambil menangis terisak-isak dan melihat Rian selaku papahnya yang kini tak berdaya harus memasuki mobil polisi. Mobil itu kini melaju meninggalkan rumah yang masih dipenuhi oleh wartawan,Rey keluar dari mobil lalu berlari dengan dibuntuti Bella, keduanya menuju Evi yang masih menangis. Rey memeluk erat tubuh mamahnya. Ia mencoba menenangkan Evi.
.
.
"Kenapa semuanya bisa terjadi? " ucap Maya selaku ibu Bella, yang menatap melas ke arah Evi yang sedah tertidur di kursi panjang karena merasa lemas dan lelah untuk mengeluarkan air mata.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Salah
SpiritualRank #154 in Spiritual (26 Juli 2018) Sebaik baiknya Cinta yang indah adalah, Cinta memenuhi syariat nya. Menikah muda itu pilihannya. perjodohan itu membuatnya mundur satu langkah, namun hatinya masih tergetar untuk menghalalkan satu nama yang ia...