TLNE-1

762 30 1
                                    

06:45

"Udah jam segini lagi. Oh God, terlambat dah terlambat" Ujar Zura melihat jam tangannya

Zura menunggu bus kota, tetapi belum ketemu dengan bus yang tujuannya ke sekolahnya. Zura berkali kali melihat jam di tangannya. Sekarang sudah pukul 06:55. Zura mulai melangkah keluar dari halte bus.

"Apa gue harus berjalan huh? Ya tuhan help me" Zura mulai menyerah

Zura berjalan ke sekolah. Dia sudah kesal karena tidak ada bus. Zura terus berjalan pasrah. saat di tengah tengah perjalanan, Zura melihat perkelahian di depan rumah kosong. Perkelahian antara dua orang cowok yaitu David dan Mario. Tentu saja mereka adalah pentolan-pentolan dari sekolah mereka masing-masing. Zura menghentikan langkahnya menyaksikan perkelahian itu sekejap.

"Yaelah masih ada ya orang-orang kek gitu" Ucap Zura malas

Zura tidak suka perkelahian. Biasanya dia langsung memisahnya. Tetapi saat ini dia tengah malas karena kesal. Zura meneruskan perjalananya. Saat dia ingin melanjutkan perjalananya, dia melihat salah satu cowok (David) yang berantem itu memukul lawannya hingga pingsan lalu menginggalkannya begitu saja.

Zura berlari mendekati rumah kosong itu. Ia duduk di dekat laki-laki yang sudah terkapar, mencoba membangunkannya.

"Duh gimana nih? Mana ni perumahan sepi banget lagi" Kata Zura kebingungan

Zura menghidupkan ponselnya. Dia tengah menelfon seseorang.

"Pak tolong segera ke jalan Durian blok A pak. Gawat!!" Kata Zura kepada seseorang diseberang telefon

Yapss. Zura menelfon ambulance. Dia bingung untuk meminta bantuan kepada siapa lagi selain ambulance.

***

Lelaki itu atau sebut saja Mario. Dia mengerjapkan matanya mengitari seluruh ruangan. Ruangan yang identik dengan cat warna putih. Dia melihat seorang gadis yang tertidur di sofa dipenjuru ruangan itu.

"Dia siapa?" Batin Mario

Dia tidak mengenali gadis yang kini satu ruangan dengannya dan hanya berdua.

Sejak Zura menelfon ambulance dan setelah itu, semuanya dia yang urus karena dia tidak bisa menghubungi keluarga lelaki itu. Tentu saja Zura memang anak yang baik hati, cantik, tetapi dia agak sedikit cuek terhadap cowok. Sampai akhirnya Zura kecapean dan tertidur bersandar di ruang inap Mario.

Mario ingin melihat gadis itu. Dia ingin tahu apakah gadis itu yang menolongnya. Tapi sayangnya kepalanya agak sedikit pusing.

"Kalau dipikir-pikir pasti dia yang udah nolongin gue. Secara cuma dia yang ada disini" Kata Mario berusaha untuk duduk

Mario berniat untuk menghampiri Zura. Sebelum Mario berhasil berdiri. Tiba-tiba suster masuk untuk memberi obat kepada Mario.

"Belum juga kelihatan, cuma sekilas doang" Batin Mario kesal

Saat itu juga Mario disuruh meminumnya. Sialnya obat itu menimbulkan rasa kantuk. Perlahan lahan Mario mulai merasakan efek samping dari obat itu.

***

Kini Zura sudah berada di rumah. Setelah tersadar dari tidurnya tepat pukul 15:00. Zura meminta suster untuk menjaga dan meminta menelfon keluarga Mario setelah dia bangun.

TRUE LOVE NEVER ENDSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang