Chapter 11

11.2K 616 23
                                        

Ia terus bergerak gelisah di sebelahku. Suara getaran itu menemani kami dalam perjalanan menuju rumah. Ia terus bergerak, mengerang, dan mendesah walaupun ia berusaha menutupi itu tapi tetap saja terlihat.

Peluh membanjiri dahinya, bibirnya membengkak merah karena ia sedari tadi menggigit bibirnya sendiri.

Melihatnya bergerak gelisah membuat adikku juga tak tenang. Aku marah, aku memang marah karna melihat dia di sentuh oleh Tae hyung tapi aku tak bisa membohongi diriku sendiri bahwa ia membuat libidoku naik. Aku juga pria normal.

"J-jungkook ah"

Aku menoleh ke arahnya.

"Maukah enngghh kau berperanhh sebagai ahh suamikuhhh" ia kembali menggigit bibirnya.

Butuh waktu untuk aku mencerna perkataannya hingga aku tau maksudnya.

"Aku tak mengerti" aku pura-pura tak mengerti apa yang Jisoo katakan.

Jisoo memegang tanganku yang sedang memegang stir mobil hingga menyebabkan selimut yang menutupi tubuhnya turun sampai ke perut.

Dan itu membuat yang di bawah sana makin mengeras ingin segera di keluarkan karna melihat payudaranya dengan puting yang menantang. Aku menelan salivaku kasar karna melihat itu.

"Masuki aku" terdengar suaranya yang menggebu-gebu dan memohon.

Aku diam tak menjawab.

"Aku mohon sshh, masuki aku dengan penismu kookhhh. Aahh akuu tak bisahh uhhh menahannya"

Aku tersenyum nakal mendengar itu dari bibir itu.

"Jangan salahkan aku jika kau tak bisa berjalan"

Ia mengangguk bersemangat lalu aku makin cepat melajukan mobilku.

***

Aku menggendongnya menuju kamar. Aku langsung menidurkannya di ranjang lalu membuka selimut yang menutupi tubuhnya.

Tubuhnya basah penuh keringat dan jangan lupa selangkangnya juga basah oleh cairannya sendiri yang keluar lewat liang madunya yang kini sudah memerah dan sangat becek karna ia mungkin sudah beberapa kali orgasme.

Aku memandangi tubuhnya. Indah, tubuhnya sangat indah. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang.

"Cepaathh kookhh"

"Oh ternyata jalangku ini sudah tak tahan lagi yah hmm?" aku memberikan smirkk ku padanya.

Aku yakin jika ia tidak dalam keadaan seperti ini, ia akan memukulku karna aku memanggilnya jalang tadi.

Ia bangkit dari ranjang lalu berdiri kemudian ia memegang bahuku dan memutarku lalu Jisoo mendorongku ke ranjang hingga sekarang aku duduk di sisi ranjang.

Ia berlutut di hadapanku, ia memegang kepalaku dan ia mencium bibirku. Awalnya hanya kecupan tapi lama kelamaan menjadi lumatan yang agresif darinya, aku tak mau kalah hingga aku membalasnya.

"Eenggghhh" lenguhku saat berciuman karna tangannya kini mulai meremas ujung tubuhku di bawah sana.

Ia melepas ciumannya dan mulai membuka kemeja putih yang kupakai.

"Woaahh kau liar sekali"

Ia tak menggubris sama sekali omongan yang keluar dari mulutku karna ia sudah benar-benar masuk kedalam nafsunya yang sangat besar hingga sampai saat ini ia masih memimpin permainan kami.

Kami sudah bermain banyak ronde karna Jisoo terus meminta, meminta dan meminta lagi. Kami pun bermain dengan banyak gaya. Ia terus bergerak di atas tubuhku, seolah aku ini kuda yang siap di tunggangi sejauh manapun. payudaranya yang terus bergerak mengikuti gerak tubuhnya menjadi pemandangan yang indah untukku. Putingnya yang memerah akibat terus ku cubiti membuatku tambah terangsang, apalagi dia selalu berkata kotor yang membuatku bangga.

My husband is destiny (21+)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang