Sena masih shock, menemukan dirinya telanjang dengan Kim Seokjin.
Karena terlanjur frustasi, dia menendang Seokjin hingga terjatuh ke lantai. Selimut satu satunya itu dia gunakan untuk melilit tubuhnya.
Kedua matanya terpejam, "KENAPA KAU TELANJANG!"
Seokjin kesal, dia mengambil celananya yang semalam terlempar dilantai, memakainya dengan cepat. "mana ada seks dengan baju."
Sena membuka mata kanannya. Aman, Seokjin sudah bercelana dan tubuh topless Seokjin tidak membuat Sena bergairah sama sekali. "Bagaimana bisa? Kukira dengan Jimin."
"Dasar jalang" Seokjin menggumam rendah, tapi telinga Sena belum tuli.
Tangannya melempar bantal sekuat tenaga pada Seokjin yang sedang memakai kaos abu abunya. "Bajingan."
Seokjin membalas melemparinya, bukan dengan bantal. Bra motif kartun kesayangan Sena itu terlempar. "Luar biasa, dua puluh dua tahun dengan bra bergambar micky mouse"
Rona merah menjalar ke wajah Sena. Seokjin memang luar biasa, membuatnya merasa ingin mencekik leher si bahu lebar itu.
"Diamlah" Ini bukan waktunya mendebatkan soal bra, dia menatap Seokjin yang kini sudah duduk diranjangnya. "Aku sungguh tidak peduli bagaimana ini terjadi, mungkin karena aku mabuk. Masalahnya, kau pakai pengaman kan?"
Melihat Seokjin yang menelan liurnya sendiri. Perasaan Sena tidak enak.
"Maaf, tapi aku tidak punya stock barang seperti itu."
Mimpi buruk.
Kaki Sena yang masih terbalut selimut menendang Seokjin dengan membabi buta, "KELUAR KAU, JANGAN TEMUI AKU. SAMPAI MATIPUN AKU TIDAK SUDI MELIHAT WAJAHMU."
sebelum Seokjin mati karena tendangan bertubi tubi, dia berlari keluar kamar Sena.
Setahu Sena Seokjin bukan tipikal orang yang gemar berolahraga. Sena sempat membaca artikel yang mengatakan bahwa kualitas sperma seseorang yang tidak berolahraga sangat rendah.
Semoga saja benar adanya.
-
-
-
Dua jam yang lalu Sena mengatakan dia tidak sudi melihat wajah Seokjin sampai mati.
Tetapi Sena berada disini, menerobos apartemen Seokjin. "Seokjin, aku butuh makanan"
Nah si muka tebal, Seokjin mendengus kesal. Bagaimana bisa dia menyukai gadis seperti itu, "Aku bukan ibumu"
Sena membuka kulkas, meneguk susu yang ada disana. "Aku tidak bilang kau ibuku."
Kedua tangan Sena bertepuk, menyemangati Seokjin yang sibuk berkutat dengan dapurnya. "Ayo cepat buatkan aku makanan"
"Cih, dasar muka tebal"
Sena memilih menulikan pendengarannya, menunggu di sofa dengan menonton acara pagi.
Tak butuh waktu lama, Seokjin datang dengan dua buah piring. Helaan nafas panjang keluar dari mulut Sena, "kenapa hanya omelet? Kau bangkrut?"
"Makan saja, brisik sekali"
Bibir Sena mengerucut sebal, dia tetap memakan omelet didepannya. Sesekali mulutnya ikut berkomentar tentang drama yang tayang di layar kaca.
"Mari membuat kesepatakan" Sena berkata dengan nasi masih didalam mulutnya, hampir saja bekas nasi itu terlempar ke wajah Seokjin.
"Telan dulu."
Patuh, Sena menelan makanannya. "Kita buat kesepakatan, lupakan semalam dan kita jalani seperti biasa"
KAMU SEDANG MEMBACA
SWEET TALKER
Fanfic[COMPLETED] [already private] 99% wanita korea akan bertekuk lutut pada Kim Taehyung. Si model dengan popularitas bak diatas awan. Semua memujanya. Termasuk Park Sena, gadis muda yang dengan mudah terbuai oleh tutur kata manis dari bibir Kim Taeh...
