Kopi itu terhidang diatas meja
Secangkir kopi yang diacuhkan
Oleh pemiliknya sendiri
Ternyata bahkan Nona sedang tak ingin
Untuk barang menyentuh secangkir cairan
Hitam yang berdiam dalam cangkir putih itu
Kini asapnya mengepul muncul
Menyeruakkan aromanya yang manis
Tetapi, Nona sendiri tetap enggan
Nona tetap membenci aromanya
Yang memenuhi ruang Nona
Hari-hari kelabu dalam nestapa
Lalu, dengan hati yang mengambang
Nona meninggalkan ruang dengan tergesa
Sehingga hati Nona jatuh tertinggal di dalamnya
ㅡ Helindya,
hampir menginjak seminggu dalam bulan Oktober ditahun 2017.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bungkam
PoesíaKarena saya hanya bisa diam. #112 in poetry January, 13 2017 © helindya 2016
