Chapter 10

139 15 2
                                        

[ MELAWAN KECANGGUNGAN ]

﹏﹏﹏
﹏﹏﹏

🏙🏙🏙


Siang ini, Kim Seokjin berhenti di depan cafe dekat dengan lokasi universitas. Ia memarkirkan mobilnya. Lalu bergegas untuk berjalan menuju cafe tersebut.

 Lalu bergegas untuk berjalan menuju cafe tersebut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ia masuk ke dalam cafe. Didalam cafe tersebut terdapat interior cafe mengusung konsep minimalis, dengan ruangan yang tampak asri, di hiasi beberapa gambar, bentuk meja yang modern, lantai dari susunan kayu unik dan pada bagian depan ditutup dengan kaca transparan.

Senyum terpampang jelas di wajahnya. Raut wajah yang beberapa hari yang lalu sempat ia sembunyikan. Raut wajah yang selama ini terlihat menyedihkan. Kini ia mulai tersenyum kembali memamerkan ketampanan dan juga keramahannya. Berbeda sekali dengan kepribadiannya sebelumnya.

Ia menuju pintu masuk cafe. Sementara itu, temannya yang tengah asyik menikmati secangkir kopi kini teralihkan pandangannya saat Seokjin mulai berjalan menghampirinya. Seseorang itu sedikit menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas wajah temannya tersebut.

Seokjin tersenyum, begitu pula sebaliknya. Temannya pun ikut tersenyum.

"Jhope-ah~" panggil Seokjin sembari melambaikan tangannya ke arah temannya yang terlihat duduk di antara bangku-bangku yang tertata rapih di dalam cafe tersebut.

"Hyung" Jawabnya.

Yah, dia Jhope. Sahabat Yumi, jhope juga adik kelasnya dan juga teman satu team di basket ketika sekolah menengah dulu.

Alasan kenapa ia bisa dekat dengan Yumi, karena Jhope lah yang memperkenalkannya.

"Kau sudah lama menunggu bro?" Sapanya, dan ia langsung duduk di kursi kosong dekat tempat Jhope berada.

"Kau lihat, Kopiku sudah hampir habis. Menurutmu berapa lama aku disini?" Jhope sedikit terkekeh.

"Maaf, ah iya bagaimana? Apa Yumi cerita padamu ketika aku menembaknya?"
Tanya Seokjin tanpa basa-basi.

"Tidak" Jhope kembali menjawab.

"Tidak? Dia benar-benar tidak menceritakan padamu? Kau kan sahabatnya?" Wajah Seokjin yang semula antusias, kini terlihat sedikit kecewa.

"Tidak semua yang terjadi pada kehidupannya harus di ceritakan, termasuk padaku, sahabatnya sendiri. Ada saatnya dia diam untuk satu hal" Tangkas Jhope panjang lebar.

Seokjin membeku. Dia menatap pria yang ada dihadapannya. Kenapa dia berbicara seolah-olah sedang kesal padanya? Ia berfikir, apa ada yang salah dengan ucapannya?

Because Of YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang