14. Fanboy

9.8K 846 14
                                        

Kalo mau lebih ngehargai aku, jangan lupa voment! Okok

Ternyata, Arlen dan Khalil itu baru kenal dalam waktu kurang dari 24 jam. Arina yang baru saja mengetahui fakta itu dari Arkan yang sedang ngomel-ngomel, tertawa pelan.

"Terus mereka lagi ngapain di kamar?" tanya Arina.

"Tadi terakhir gue liat sih, lagi nge-search Krystal, apaan sih itu?" jawab Arkan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Apa itu judul game terbaru?" tambahnya.

"Hah Krystal? Krystal pacarnya Kai Exo!?" jerit Arina tertahan karna kode mata dari Arkan. "Oops, sorry"

Perlu diketahui, dulu Arkan itu temen sekelasnya Khalil di SMP, sebenernya mereka sering nge-game bareng, tapi jaman dulu mah mainnya di Rental PS. Tapi berhubung Arlen anaknya nggak aneh aneh, jadi Arkan suka bohongin Arlen, bilangnya mau kerja kelompok, eh tau nya..

"Dia di kelas masih suka males malesan rin?" tanya Arkan.

"Iyalah, baru nginjekin kakinya disekolah aja kali dia udah nguap 10x" balas Arina agak sengit.

Arkan terkekeh. "Sebenernya dia pinter, kasian aja broken home" ujarnya.

"Ya, broken home sih jangan dijadiin alasan untuk berhenti berkarya" ujar Arina sok bijak. "Asik ya bahasa gue haha"

"Dulu sih begitu, tapi ya u know lah, di sekolah dia mulai di gosipin kayak gitu, gatau siapa yang nyebar" jelas Arkan.

Arina mengangguk. "Kasian juga ya, tapi kayaknya itu bocah tanpa beban gitu ah"

"Jangan liat orang dari covernya, rin"

Arina menatap Arkan. "Bahasa lu tumben banget, berbobot"

"Jangan lupa, gue sama lu pinteran gue, lu kan gak kuat masuk IPA" ujar Arkan.

Arina mendengus. "Jangan sepelein anak IPS!"

--
Sementara di dalam kamar, Khalil dan Arlen sibuk mendiskusikan sesuatu, sesekali mereka terkekeh entah karna apa.

"Yakali, gue juga sebenernya cuma suka Suzy Miss A, tapi ya tergoda iman, Jisoo Blackpink boleh juga, hehe" jelas Khalil.

"Jisoo yang mana lil?" tanya Arlen yang fokus kepada sebuah tayangan di laptopnya.

"Itu tuh, di samping Lisa"

Arlen terbahak sangat keras, entahlah padahal tidak ada satu pun yang lucu. "Mending yang Lisa Lisa itu lah!"

"Cantikan Jisoo!"

"Enggak, Lisa lebih cool, gua suka cewek yang kayak gitu"

"Ah selera lu! Bagusan Jisoo, bloon"

Arkan dan Arina yang mengintip keduanya, memasang tampang jijik. Sebenarnya apa yang dilakukan dua laki laki itu di dalam kamar?

"Woy kambing! Ngapain lu ngintip ngintip" teriak Arlen dari dalam kamar.

Arina dan Arkan spontan melotot, lalu lari terbirit birit kearah kamar Arkan, kamar yang terdekat. Lalu Arkan mengunci ointu kamarnya.

"Heh, ngapain lu tadi!!" pintu kamar Arkan di gedor-gedor oleh Arlen, Arkan menggigiti kukunya, dan Arina tampak sangat ketakutan.

"Aduh gimana nih rin" tanya Arkan di tengah tengah kecemasannya.

"Udah buka aja"

"Enggak ah, takut" balas Arkan.

"Yailah Arlen doang, kayak liat banteng aja lu" ujar Arina, lalu ia berjalan kearah pintu. Dengan hati hati, ia membuka pintu kamar Arkan.

"WHAAAAA!! NGAPAIN LU TADI" teriak Arlen sambil sok menakut nakuti kedua saudaranya. Dibelakangnya ada Khalil dengan tampang bodo amatnya.

Triplets [ Si Kembar Tiga ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang