Sepertinya wp di tempatku masih eror'-' jadi maafkan, ini gatau kenapa masuk ke draft lagi-__-
Dentingan yang berasal dari benda-benda kaca beradu dengan nyaring di ruang makan. Bukan karna masih sibuk berkutat dengan makanan untuk ulangtahun si kembar tiga. Segalanya sudah beres sejak pukul 07.00 dan para undangan pun sepertinya akan ramai tiba pada pukul 08.00 nanti.
"Fidel! Jangan berisik atuh ah, ini bukan di rumah sendiri" tante Yuli-- Ibu dari Fidel mengingatkan anaknya yang sedang mendenting-dentingkan sendok ke gelas.
"Bunda aja kalo di kamal mandi suka belisik nggak papa tuh" jawabnya tak meninggalkan nada cadel khas balita.
Arlen tertawa, sejak tadi ia memperhatikan Fidel yang tampak asyik dengan mainan yang tidak sewajarnya itu. "Biarin aja lah tante, asal nggak di banting aja haha" ujarnya.
Tante Yuli tersenyum. "Yaudah, main sama mas Arlen ya? Bunda mau kebelakang dulu, bantuin matante" tambahnya lalu berjalan menuju dapur. Fidel pun memberi anggukan kepada bundanya.
"Fidel mau nggak jadi adiknya mas Arlen?" tanya Arlen sambil mensejajarkan wajahnya dengan Fidel.
"Nda mau lah, gantengan mas Artan!"
Tiba-tiba Arkan menyambar. "Oh yajelas dong del, mas Arkan mirip Manu Rios gitu loh!" ujarnya kelewat percaya diri.
"Panu Mios siapa mas?" tanya Fidel lugu.
"Itu loh, yang fotonya di pasang di kamarnya kak Alin, diatas" jawab Arlen masih dengan nada halusnya.
"Oh itu" Fidel mengangguk-aguk, bergaya lagaknya sudah dewasa. "Maaf mas Alen, idel nda tau" lanjutnya.
"Ya kamu emang cuma harus tau satu orang ganteng di dunia ini" Arkan berbicara sambil mendekatkan dirinya pada Fidel. "Tentu saja mas Arkan dong ya" lanjutnya tepat di depan wajah Fidel. Fidel saja sampai hampir gelagepan melihatnya.
--------
Arkan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Justru kali ini dia malah pusing terhadap situasi yang sebenarnya dia ciptakan sendiri.
"Aduh gimana nihh..."
Arina menyahut. "Ntar kalo kemana mana ikutin kita berdua aja, lu juga sih aneh-aneh. Sok ganteng playboy segala"
Arkan yang dilanda bingung karna beberapa gebetan dan pacarnya sama sama datang keacara ulang tahun ini akhirnya menerima bantuan Arina tadi. Jadi, sepanjang acara penyambutan tamu ia hanya mengikuti Arina dan Arlen kemanapun melangkah.
"Ciee tambah tua tetangga gua, saik lah" Keenan datang dengan membawa buntutnya yang tak pernah tertinggal, Ivia adiknya yang kerap sekali bertengkar dengannya itu.
"Kayak lu engga aja, suka ga nyadar kambing mah:(" Arina yang notabene nya adalah teman sekelas dan rival nya di komplek itu membalas.
"Mau ngakak tapi takut dosa, dahal yang mirip kambing kan lu"
Arkan tertawa. "Aduuh iya ya, dulu kan Arina suka dikatain mirip kambing sama mak jejeh samping rumah lu"
Mengenang masa-masa saat mereka masih kecil memang sangat menyenangkan. Dimulai dadi cerita tadi, mereka melanjutkan obrolan tentang bagaimana malangnya Arina dulu yang tukang di bully di komplek karna suaranya yang cempreng mirip kambing.
"Yaudah kita duluan ya, acaranya sebentar lagi mulai" pamit Arlen mewakili.
"Oke boss, sukses ya kalian!"
---
"Baik semuanya, terimakasih buat yang udah dateng ke acara sweet seventeen nya kembar tiga kita. Arlen, Arkan dan Arina. Semoga mereka bertiga bisa akur kayak gini sampe nanti, mereka bisa sukses, makin pinter, makin cantik dan ganteng, dan lain lain pokoknya." selaku MC, Lera kakak sepupu tertua dari keluarga mama Sherin hampir mengakhiri acara tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets [ Si Kembar Tiga ]
Comédie[Cover by-@NiceMcQueen] Kembar tiga dan cewek sendiri diantara kembarannya gimana sih rasanya? Arlen Aijaz Abrisam, si anak pertama yang lahir pukul 19.15 ini adalah yang paling waras diantara kedua saudara kembarnya. Arkan Artanabil Abrisam, dia a...
![Triplets [ Si Kembar Tiga ]](https://img.wattpad.com/cover/123127750-64-k15533.jpg)