Jika ada kesamaan tokoh, alur cerita, ide, dan lain-lain mohon di maafkan.
"Arlenn!" teriak rombongan suporter SMA Jagakarsa. Mereka berbondong-bondong mendekati arena judo.
Para petugas PMR yang sudah siap sedia pun langsung siaga mendekati Arlen yang kali itu tumbang ditengah pertandingan.
"Dia punya penyakit asma" ujar salah satu cewek dari arah rombongan suporter SMA Jagakarsa.
Pak Ghandi yang notabene nya seorang pelatih, langsung menelpon panggilan darurat. Dan tak lama Ambulance datang.
Sebenarnya Arlen sudah tau sebab apa yang terjadi kalau dia ikut lomba bela diri. Dulu, ia pun pernah seperti ini. Judo adalah bidang yang benar benar dia suka, tapi dia punya alasan yang membuat harus berhenti dari olahraga itu.
"Pak, maaf. Boleh minta nomor orangtua saudara Arlen?" tanya seorang perawat.
Pak Ghandi yang sudah porak poranda, fikirannya kacau dan semerawut itu menengok. "Iy-ya saya punya nomor kembarannya ini" ujarnya lalu memberikan ponselnya pada perawat tersebut.
N : Halo? Bisa bicara dengan mas Arkan Abrisam?
Arkan : Iya, halo. Saya sendiri Arkan.
N : Mas Arkan kerabatnya saudara Arlen ya?
Arkan : Oh iya, saya sendiri adiknya, ada apa ya?
N : Gini mas, saya dari rumah sakit umum Jagakarsa.
Arkan : Iya kenapa?
N : Saudara Arlen sekarang ada di ICU rumah sakit kami.
Saat itu juga panggilan terputus.
Disisi lain, Arina dan mamanya sudah waswas melihat warna wajah Arkan yang menggelap. Arkan yang tidak me-loadspeaker panggilannya masih terdiam mencerna kata-kata perawat tadi.
''Ma'' ujar Arkan lirih. ''Ma, ayo siap siap!'' Arkan melebarkan pandangannya sambil memegang pundak mamanya.
''Kenapa kan?'' tanya mamanya khawatir.
''Arlen masuk ICU''
Saat itu juga Arina langsung lari menuju kamarnya, Arkan dan mamanya masih terdiam di tempat.
''Ayo ma!'' Arkan menggoyang-goyangkan badan mamanya. Tak lama mamanya berjalan menuju kamar untuk mengambil jaket. Begitu pula Arina yang sudah siap untuk menuju rumah sakit.
Harusnya Arlen tau bahwa keputusan yang diambilnya itu salah. Niatnya memang sederhana, menunjukan ke mama tercintanya itu bahwa dia bisa bermain Judo lagi, dia bisa membawa segudang prestasinya itu lagi. Namun ternyata salah, malah ia membuat mamanya hanyut kedalam masa lalu lagi.
''Ma, tenang ma'' hibur Arina sambil mengusap-usap lengan mamanya pelan. Arkan didepan sebenarnya tidak fokus menyetir lagi, itu jelas terlihat dari sorot matanya yang tidak tenang.
''Kakak kalian itu bandel emang'' sesekali Sherin bersuara dibarengi tangisnya yang tidak bisa ia tahan lagi.
--
"Pak Ghandi!" teriak Arkan begitu sampai di depan rumah sakit. Pak Ghandi yang merasa dipanggil segera menengok.
"Arkan!" jeritnya sambil berlari "itu, Arlen di ruang ICU" jelasnya. Dengan cekatan mereka langsung menuju ruang ICU.
Arkan mengamati mamanya yang masih enggan untuk masuk ke dalam ruang ICU. Wanita paruh baya itu masih sedikit trauma untuk masuk ke ruangan yang menurutnya sangat bersejarah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets [ Si Kembar Tiga ]
Comédie[Cover by-@NiceMcQueen] Kembar tiga dan cewek sendiri diantara kembarannya gimana sih rasanya? Arlen Aijaz Abrisam, si anak pertama yang lahir pukul 19.15 ini adalah yang paling waras diantara kedua saudara kembarnya. Arkan Artanabil Abrisam, dia a...
![Triplets [ Si Kembar Tiga ]](https://img.wattpad.com/cover/123127750-64-k15533.jpg)