Ombak berderu dan saling berkejaran, seolah berlomba untuk menyentuh karang. Burung-burung terbang bebas dilatari dengan cahaya kemerahan yang sudah hampir padam di ujung barat.
Sang raja malam telah bersiap menaiki singgasananya. Namun, semua itu tak membuat seorang anak laki-laki takut dan bergegas pulang ketempat yang disebut rumah.
"Satoshi!"
Anak kecil itu menoleh kesumber suara. Bola mata bulat nan hitam menggemaskannya berusaha mencari siapa yang memanggilnya. Kepalanya bergerak kesana kemari, berusaha menemukan sosok yang memanggilnya, membuat helaian surai hitam legamnya berdansa dengan angin laut yang mulai berhembus dingin.
"Paman Fura?" monolognya pada sosok paruh baya yang tampak tua sedang berjalan kearahnya sambil menenteng satu ekor ikan besar.
"Hehehe! Lihat Aku mendapat ikan yang sangat besar bukan?"
Anak kecil itu mengangguk sambil menatap berbinar melihat ikan besar yang masih mengibaskan ekornya, tanda ikan itu masih sangat segar.
"Wah! Itu tangkapan yang bagus Paman,"
"Yosh! Tapi Satoshi-kun, sebenarnya ini bukan tangkapanku, kau tahu tadi itu Aku hampir diserang oleh bajak laut!"
Anak kecil itu hanya melebarkan matanya tanda terkejut. Akhir-akhir ini desanya memang sedang resah mengenai bajak laut yang meresahkan para nelayan didesanya, itu sebabnya Ibunya melarang ia pergi kelaut sendirian hingga larut.
"Tapi tenang saja, Aku baik-baik saja. untunglah tadi ada beberapa Ninja dari Konoha yang menolongku. Hehehe... Dan soal bajak laut, tak usah diresahkan lagi, mereka sudah tidak akan berani menyentuh desa kita,"
"Ninja? Konoha?" ujar anak itu bingung.
"Ya! Mereka itu sangat kuat dan keren, cara mereka meringkus para bandit bajak laut luar biasa, pokoknya keren. Soal Konoha, disana itu adalah desa Ninja yang terkuat, mereka juga loh yang menangkap ikan besar ini hanya dengan melempar kunai,"
Tampak ada cahaya binar dikedua bola mata onyx-nya. Mendengar cerita yang begitu hebat itu, ia jadi lupa untuk bergegas kembali kerumah sebelum benar-benar gelap.
"Nah, Satoshi berhubung hasil tangkapanku banyak, ini. Kuberikan tuna segar ini untukmu! Adik dan Ibumu pasti sangat senang,"
"Wahhh! Benarkah Paman, apa tidak apa-apa? Paman kan bisa menjualnya dipasar besok,"
"Yare-yare, kapalku penuh ikan! Aku tidak ingin menjadi rakus seperti hiu, ambil dan pulanglah, sebelum Ibumu khawatir dan mencarimu,"
Anak kecil itu mengangguk dan mengambil ikan yang cukup besar itu dari tangan sosok yang bernama Fura itu. Ikan tuna itu cukup besar, bahkan lebih besar dan panjang dari lengannya.
"Terimakasih Paman, sampai jumpa." ujarnya sambil berlari dengan senyum senang diwajahnya.
Fura masih memandang punggung kecil anak itu. Bibirnya membentuk sebuah lengkungan tipis. "Anak itu, dia anak yang baik."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Suara tapak kaki yang berbentur dengan tanah begitu menggema dijalanan sepi khas malam hari. Namun, itu tak sedikitpun menumbuhkan rasa takut pada bocah laki-laki yang tampak senang Dengan ikan besar yang ia tenteng.
"Ya! Mereka itu sangat kuat dan keren, cara mereka meringkus para bandit bajak laut luar biasa, pokoknya keren. Soal Konoha, disana itu adalah desa Ninja yang terkuat, mereka juga loh yang menangkap ikan besar ini hanya dengan melempar kunai,"
Perkataan Fura beberapa menit yang lalu masih terngiang dikepalanya. Ada sesuatu yang tidak ia ketahui, tidak banyak hal yang tidak ia ketahui.
"Ninja? Konoha?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Revenge or Safe me?
FanfictionChar sepenuhnya milik Masashi Kishimoto. Ash cuma pinjem. WARNING!!! 17+, Semi Canon. OOC, Alur berantakan sesuka hati gua. Balas dendam atau menyelamatkan gadis yang diam-diam mengambil tempat dihatinya? Sasuke yang berusia 17, harus memilih antar...
