Halo hay!!! Apa kabar kalian? Maaf kan aku ya atas keterlambatan di dalam membuat cerita 😂😂
Kira-kira ada gak ya, yang nunggu cerita ini update? Gak ada ya? Sudah lah gak perlu basa-basi lagi, yuk di baca ceritanya.
~Happy Reading~
Rasa kedekatan ini, membuatku ingin lebih mengenalimu, bolehkah aku mengenalimu?
~Talitha Karina~
Karin berada di depan jendela kamar, dia sangat menikmati suasana malam yang begitu tenang mengiringi keindahan di malam hari. Sayup-sayup terdengar suara jangkrik memecah keheningan malam, sesekali suara burung malam terbang penuh harapan. Udara terasa dingin menyegarkan langit cerah dihiasi bintang-bintang bertebaran menemani gagahnya raja malam yang bersinar terang menebar cahaya berkilauan.
Lamunan Karin terhenti mendengar handphonennya berdering. Dilihat nomor handphone yang tidak di kenal olehnya, Karin mengangkat telepon dan bertanya kepada orang yang menelepon di ujung sana.
"Halo. Maaf ini siapa ya?" Tanya Karin.
"Ini aku loh..... Kei." Balas Kei.
"Ohhh kamu, aku kira siapa. ada apa telepon?" Karin tersenyum sambil mengamati dari dalam jendela.
"hehehe tidak ada apa-apa kok, maaf ganggu waktu kamu," ucap Kei dari ujung sana.
"Iya tidak papa kok, santai aja kali." Balas Karin tertawa.
Karin dan Kei berbincang-bincang sampai kurang lebih sepuluh menit berikutnya, berbagai macam yang di bicarakan, mereka begitu menikmatinya. Hingga akhirnya, Karin mengakhiri bertelepon.
"Kei udah dulu ya," Karin tersenyum.
"Yahhh padahal masih mau ngobrol, iya udah deh. Ohh ya Karin besok kita berangkat bareng ke sekolahnya ya? Aku tunggu di tempat biasa. Gimana mau gak?" Tanya Kei.
"Iya udah deh sip." Balas Karin tersipu.
"Oke dehh kalau gitu, good night Karin. wish you sweet dreams." Ucap Kei di ujung sana.
Karin yang mendengarnya tanpa dia sadari tersipu malu di pipinya, dia matikan teleponnya.
Karin melihat langit, dia mengingat akan setiap momen ke bersamaannya dengan Kei. Karin tersenyum dan saat itu pula pipinya berubah warna merah.
Dia memegangi jantungnya yang berdetak begitu cepat "ya ampun.... perasaan apa ini? Kok jantung aku deg-degan?" Gumam Karin dalam hati.
Dari luar pintu kamarnya terdengar suara mamanya, sambil mengetuk pintuk.
"Dek ayo turun, makan!!!" Perintah mamanya.
"Iya ma. Aku turun bentar lagi." Balas Karin sambil menutup jendela kamar.
"Ya udahh kalau gitu, mama tunggu di bawah ya dek, jangan lama-lama!!!" Perintah mamanya.
"Siap ma." Balas Karin.
Ia letakkan handphone di sisi kasur, dan pergi menuju ruang makan.
-----------------------
Dari kejauhan dia amati tiap sisi ruang makanannya, dan terlihat seorang yang duduk di sana. Dan tak di sangka-sangka olehnya ada orang yang selama ini di rindukannya, sedang duduk di sana. Ia adalah ayahnya. Karin yang melihat ayahnya langsung berlari dan memeluk.
"Karin kangen banget sama papa," ucap Karin yang bersinar matanya.
"Iya papa juga kangen sama kamu, anak papa sudah besar ya, dan semakin cantik." Balas ayahnya meledek.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pujangga Mentari
Teen FictionBagaimana jadinya kalau cinta pertama kalian, disukai juga sama sahabat kalian? Memilih tetap berusaha dengan orang yang kamu cintai? Atau bahkan mengubur perasaan kamu demi sahabat? Mungkin menurut kalian ceritaku ini sudah tidak asing lagi. Tapi...
