Episode 9: Kebenaran?

29 6 3
                                        

Di pagi yang cerah tepat dihari senin, Karin menunggu dipersimpangan jalan, dengan melipat kedua tangannya.

Karin menghubungi Kei, dan sepertinya handphone Kei tidak aktif.
"Ini kemana sihh Kei... Biasanya dia duluan yang datang, dan sekarang sampai sekarang dia belum kunjung datang," ucap Kiran kesal.

Beberapa menit kemudian, terlihat seseorang yang telah dia tunggu sedari tadi,  siapa lagi kalau bukan Kei.

"Karin kamu dari tadi nunggu aku ya? Maafkan aku," ucap Kei sambil tersenyum, memohon

Karin tidak menjawabnya, dia masih kesal dengan memutarkan bola matanya, dengan memanyunkan bibirnya.

Kei memegang kedua tangan Karin "Maafkan aku Karin, nanti aku traktir makan dehh," ucap Kei memohon dan memelas

Karin tidak tega melihat Kei seperti ini, akhirnya dia memaafkan Kei "Oke... Aku maafkan kamu, jangan lupa ya traktirannya," balas Karin tersenyum

Kei mengelus kepala Karin dengan lembutnya "nahh... Gitu dong, jangan ngambek lagi yaa... Udah ayokk kita berangkat sekarang!!!" ucap Kei sambil menyalakan motornya.

Karin menaikkan motor Kei, sambil memegang pundak Kei.

"Sudah siap, ayokk berangkat!! pegangan nanti kamu jatuh," ucap Kei sambil menatap Karin dibelakang

Cuman karin hanya diam saja, tidak menuruti apa yang dikatakan oleh Kei

Kei mengebut motornya, yang membuat Karin secara otomatis memegang pinggang Kei dengan eratnya. Kei yang merasa tersentuh oleh tangan mungilnya Karin hanya tersenyum, tangan kiri Kei memegang kedua tangannya Karin.

"Kei bisakah kamu pelan-pelan bawa motornya!! Kamu mau membunuhku?" tanya Karin dengan takutnya,

Bagaimana tidak takut Kei mangendarai motor dengan kecepatan 90?

Kei yang mendengarnya hanya tersenyum "tidak bisa Karin, nanti kalau kita telat bagaimana? Kamu mau dihukum? Mana mungkin aku membunuhmu, terus kalau kamu tidak ada didunia ini, aku sama siapa?" balas Kei yang tersenyum sesekali tangan kirinya menyentuh tangan Karin yang berada di pinggangnya

Karin tidak membalas perkataannya, dia hanya menenggelamkan kepalanya dibelakang punggung Kei.

-------------------------

Jam 06:45

Karin dan Kei sampai disekolah, Karin bukannya turun, dia malah masih memeganggi pinggang Kei.

Kei tersenyum melihat perilaku Karin yang seperti ini, terlihat begitu manis?
"Karin kamu mau sampai kapan begini, kita telah sampai disekolah," ucap Kei menatap kearah Karin

Karin baru tersadar kalau sudah sampai disekolahnya,  sepertinya Karin tertidur disepanjang perjalanan.
Dia turun dari motor Kei, dan menunggu Kei.

Kei menggenggam tangan Karin, "sudah ayokk kita kekelas," ucap Kei tersenyum

Karin yang melihat tangannya digenggam oleh Kei, mencoba melepaskannya. Namun tidak bisa karena genggaman Kei begitu erat.

"Kei tidak bisakah melepaskan tanganku?" tanya Karin menatap Kei

"Memangnya kenapa? Tidak boleh?" balas Kei yang sepertinya tidak suka dengan pertannyaan Karin

"Aku merasa risih kalau seperti ini Kei, maafkan aku," ucap Karin sambil menunduk

Kei yang mendengar jawaban Karin, akhirnya dia melepaskannya.

Kei tersenyum "Oke... aku tidak akan melakukannya lagi, hanya saja aku sangat menyukainya," ucap Kei yang kecewa.

Karin merasa heran akan perilaku Kei akhir-akhir ini, yang sepertinya berasa sikapnya lebih agresif dari sebelumnya?

Pujangga MentariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang