Menduduki kelas 12 SMA, inilah masa-masa akhir cerita masa sekolah, walaupun awal-awal masih terbawa masa kelas 11 SMA, belum terasa kesibukan dan memikirkan hal lain untuk kedepannya. Pada masa ini nantinya akan menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS), dan Ujian Nasional (UN), Ujian Akhir Sekolah ini diadakan dari pihak sekolah sebagai pengambilan nilai dan sepertinya untuk syarat kelulusan. Dan saat inilah yang dialami oleh Karin dan teman-teman se-angkatannya.
***
Udara masih begitu dingin ketika akhirnya dia mulai menghabiskan masa liburan panjang kemarin. Hari ini adalah hari dimana Karin harus mulai lagi rutinitas seperti biasa sebagai seorang pelajar.
Karin terlihat sudah rapih penampilannya di kamar, dengan matanya yang bulat besar, Rambut yang terurai, didepannya terdapat poni yang dibuat ikal dan tidak lupa dengan aksesoris bando di rambutnya. Dan lihatlah hidungnya yang mancung, bibir yang berwarna pink alami, tubuhnya yang begitu oke dari depan dan belakang, sangat sempurna.
Tringgg.... Triingg
suara handphone berdering, dilihat oleh Karin, diangkatlah olehnya dan terdengar suara dari ujung sana.
"Halo Karin," ujar Kei
"iya Kei, ada apa?" Tanya Karin sambil memakai sepatunya.
"ayokk berangkat bareng, aku sudah ada ditempat biasa Karin, aku tunggu!!! Dahh bye-bye." balas Kei dan dimatikan Handphonenya.
"kebiasaan deh Kei kalau ada apa-apa pasti mendadak." gumam Karin.
Karin terburu-buru keluar dari kamar, dan seperti biasa dia berpamitan dengan orang tuanya. Ibunya berada diruang tamu duduk di sofa berwana putih dan dia menghampirinya, dan duduk di samping ibunya.
"mah... Aku mau berangkat sekolah dulu ya." Karin tersenyum dan mencium pipi ibunya.
"iya dek, hati-hati ya." balas mamanya mengusap rambutnya.
Matanya berkelilingi ruangan mencari sesosok orang, tetapi yang dicarinya tak kunjung datang.
"mah... Papah kemana?sudah berangkat kerja kah?" tanya Karin.
"iya papah kamu tadi pagi sudah berangkat ke kantor." balas mamanya.
"ya sudah kalau begitu Karin berangkat dulu ya," ucap Karin tersenyum tipis.
***
Kei menunggunya dengan dilipatkan kedua tangannya, dan bersender di sebuah tembok, banyak perempuan teman sekolahnya melewati Kei, dan melihat Kei begitu tertariknya, ya memang Kei adalah pria yang super tampan. Kei yang dilihat oleh para kaum hawa hanya cuek dan tidak merespon mereka.
Dari kejauhan terlihat Karin lari terburu-buru menemui Kei.
"Kei..... " teriak Karin dari jauh dan melambaikan tangannya.
Kei mencari sumber suara, dan kini orang yang dicari-cari sudah berada dihadapannya.
"Aduh... Kamu ini Karin sudah jam berapa ini?" Kei menepuk keningnya.
Karin melihat jam dipergelangan tangannya dan tersenyum "hehehe sorry Kei," ucap Karin.
Dia mengacak-acak rambut Karin "sudah ayok kita berangkat keburu telat nih." balas Kei.
"kamu ini sudah rapih rambut aku, malah di acak-acak lagi." ucap Karin memanyunkan bibirnya.
Tanpa disadarinya tiba-tiba Kei merangkul tangan Karin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pujangga Mentari
Teen FictionBagaimana jadinya kalau cinta pertama kalian, disukai juga sama sahabat kalian? Memilih tetap berusaha dengan orang yang kamu cintai? Atau bahkan mengubur perasaan kamu demi sahabat? Mungkin menurut kalian ceritaku ini sudah tidak asing lagi. Tapi...
