Sudah satu bulan dayeon bekerja di perusahaan ini. Ia berada satu 4 ruang terpisah dari kantorku. Aku bisa tau kapan saja ia keluar dan dengan siapa saja ia berjalan.
Namun sebulan ini, ia masih belum bertemu dengan jungkook ataupun yoongi sunbae. Mungkin karena jungkook masih mengadakan tour dunia. Dan yoongi sunbae masih sibuk dengan kasus kasus yang ia tangani.
"Taehyung-ssi, aturkan jadwal untuk MT SWentertainment. Aku sudah berkordinasi dengan dayeon untuk mengatur budget." Perintah atasanku.
Pak Youngmin. Ia adalah director di SW entertainment.
Ini adalah MT pertama kalinyaa dimana ada dayeon di dalamnya. Dan itu artinya ia akan bertemu dengan jungkook dan yoongi.
Itu artinya akan ada drama kecil diantara kita, aku menduga.
Tak apa. Aku bisa memastikan jika aku akan jadi pemenangnya. Mungkin. Aku tak lagi bisa percaya pada diriku. Namun melihatnya masih sering melintas tanpa sebab didepan ruanganku, aku masih bisa menilai jika perasaan itu masih ada. Mungkin.
***
Persiapan MT SWent menguras waktu dan tenaga tim. Dayeon harus berkali kali terbang ke Pattaya untuk melakukan crosscheck dengan kordinator. Tak jarang kami dan beberapa orang dari tim dikirim untuk melakukan persiapan disana.
Dan hari inipun sama. Pesawat menuju Thailand tidak seberapa ramai. Dan akhirnya Dayeon dan aku harus duduk berdampingan. Salahkan nama kami dan huruf abjad yang berurutan.
Aku membiarkan Dayeon mengambil sisi di samping jendela. Dan kuharap penerbangan kali ini akan sedikit membahagiakanku.
Namun sepertinya Dayeon tidak begitu nyaman. Karena kami hanya diam. kami tak tau apa yang harus dibicarakan. Membicarakan masalah pekerjaan sepertinya akan membosankan. Dan membicarakan masa lalu hanya akan mengorek luka lama.
"Apa yang kau lakukan di USA?" Tanyaku saat penerbangan setengah jam berlalu dan kami hanya terdiam. Dayeon menarik kepalanya dari sandaran bangku dan menggeleng.
"menghabiskan waktu. Aku jenuh akan Korea. dan kebetulan ada tawaran yang lebih baik dari pada bekerja di seoul." Jelasnya.
Aku mengangguk.
"Aku bertemu joohee saat aku belajar desain di paris.." Ujar dayeon membuatku tersadar sesuatu.
"Ah benar! Bukankah kau menekuni ilmu desain general? Mengapa kau berpindah ke manajemen keuangan?"
Dayeon hanya tersenyum.
"Aku hanya lelah.. Aku ingin meraih mimpiku sendiri.."
Aku mengerutkan keningku, berfikir sejenak.
"Bukankah kau yang memutuskan untuk belajar desain?" Tanyaku.
Ia hanya tersenyum sendu. Ia menatapku seakan aku tak mengerti apapun.
"-anggaplah menjadi desainer bukanlah mimpiku.. Ditengah jalan aku menyadari, bukan ini yang sebenarnya ku inginkan.." Jelasnya dan kembali meletakkan kepalanya ke sandaran bangku.
"Bagaimana denganmu? Mengapa kau memutuskan bergabung di agency?"
"Aku? Aku hanya mencari seseorang di seoul.." Jawabku singkat. Dayeon tak banyak merespon.
"Apa kau menemukannya?" Tanyanya.
"Ya.."
"Siapa yang kau cari? Bukankah joohee jelas ada di Paris.."
Aku hanya tersenyum. Dan berkata "rahasia.."
Ia tersenyum.
Disaat itu kami berdua tak menyadari jika kami sama sama menyimpan rahasia besar
Pekan MT (Meeting and Training) berjalan sangat seru. Dan sudah kuduga Jungkook tidak pernah berhenti mengikuti dayeon kemanapun ia pergi. Bahkan saat ia pergi ke kamar hotel, jungkook tak takut mengikutinya.
Jungkook dan dayeon terlihat amat sangat dekat. Yoongi sunbaepun mengakuinya.
"-apa kau tidak tau? Sudah tersebar luas berita jika siapapun yang mendekati dayeon akan berurusan dengan jungkook" ujar yoongi sunbae.
"Tapi aku tidak pernah takut.." Ujar yoongi sunbae.
"-sebagai informasi, perasaanku pada dayeon masih sama. Tidak berubah. Kau mungkin tidak tau jika aku selalu menunggu dayeon untuk sekedar berada satu lift dengannya" jrlas yoongi.
Aku sungguh bercermin pada diriku sendiri. Apa yang sudah aku lakukan untuk dayeon selain menyakitinya?
"dewan direksi akan mengadakan perkumpulan sendiri malam ini, artinya takkan ada jungkook. Dan ini kesempatanku." Ujar yoongi. "perasaanmu masih tetap bukan? Aku tak perlu takut bersaing denganmu" lanjutnya.
Aku hanya menggeram sebal. ya, sama. Tentu saja masih sama. Aku pergi jauh meninggalkan keluarga dan teman-temanku untuk Dayeon. Tentu saja masih sama, Bodoh dan payah.
...
Direktur youngmin dan CEO sihyuk beserta dewan direksi SWent berkumpul dalam satu ruangan. Dayeon duduk tepat disebrangku dan berada disamping yoongi.
Aku tak tau apa yang sedang mereka bicarakan namun mereka terlihat sangat akrab.
"Pertemuan kali ini untuk lebih mengenal satu sama lain. Jadi tidak boleh ada pembicaraan mengenai bisnis.." Ujar sihyuk CEO.
"Bagaimana jika kita memulai pembicaraan masalah cinta dan pengalaman seru?" Tanya youngmin direktur.
Semua hanya diam dan mengikuti usulan petinggi SWent itu.
"ku dengar jeon jungkook sedang menggilai seorang staff disini.. Siapa dia?" Tanya CEO sihyuk.
Beberapa staf menyebutkan nama dayeon yang terlihat sangat malu malu mengangkat tangannya.
"- dayeon ssi? Sudah kuduga. Dia mempunyai standart yang tinggi" ujar youngmin. Sihyuk mengangguk.
"sebentar lagi kontrak larangan berkencan jungkook akan dicabut. Apa kau akan menerimanya?" Tanya sihyuk. Dayeon hanya menunduk tak bisa menjawab.
"Kurasa ini hal yang cukup sulit untuk dijawab dayeon, pak. Karena dia terlalu fokus dengan pekerjaannya.." Jawab yoongi sunbae dengan canda tawa. disambut dengan tawa dari seluruh anggota direksi.
"Ah! atau mungkin dayeon ssi sudah punya lelaki lain yang ia pertimbangkan?" celetuk youngmin.
Dayeon berhenti dan sejenak menatapku sebelum bergeleng.
"Tidak pak. Aku hanya ingin berkarir dahulu.."
"Kurasa kau sudah lama berkarir bahkan berpindah bidang. Bagaimana kau bisa berpindah dari desain ke keuangan?"
Dayeon tersenyum.
"Karena aku ingin terlihat seperti seseorang. Dan karena mungkin dengan menjadi seperti orang itu, seseorang diluar sana akan dapat melihatku.. Namun lama kelamaan kurasa menjadi seperti orang lain terasa sangat menyedihkan. akhirnya ku buang ilusi itu dan mengejar mimpiku sebenarnya"
Penjelasan dayeon ini cukup mengejutkan. Yoongi sunbae menatapku penuh makna. Ya, yoongi sunbae cukup mengenal siapa kami.
"-hidup menjadi orang lain? Sepertinya terdengar menarik.. Apakah itu orang tuamu?"
Dayeon hanya tersenyum.
"- tidak hanya seseorang yang sangat ingin ku rebut posisinya."
"Lalu mengapa kau menyerah?"
"Karena aku sadar orang itu tidak akan pernah melihatku, meskipun ia melihatku nanti, ia mungkin hanya melihat bayangan orang lain di diriku. Menyedihkan.." Ujar dayeon kini menatapku tajam.
Aku terdiam.
"- siapa idolamu itu?"
Ia berhenti lama sebelum tersenyum pahit.
"- asisten designer Gucci, Kang Joohee"
semua orang di ruangan sekilas bergumam kagum. Namun hanya aku dan yoongi sunbae yang tau bahwa sebenarnya kami tidak patut untuk kagum.
KAMU SEDANG MEMBACA
FIRST LOVE
FanfictionDia pasti akan kembali padaku. Dia pasti akan mengejarku. Dia pasti akan mencintaiku. Aku selalu percaya hal itu takkan berubah. Dan selama itu aku hanya terus percaya tanpa pernah mencoba. Aku selalu menganggap bahwa ia tidak pernah letih dan ak...
