"Lalu bagaimana dengan Wang Joohee?" Tanya gayoon. Aku menghela napas.
"Ia masih ingin melanjutkan karirnya di Paris." jawabku. Menyebut nama Joohee membuatku kembali tersenyum.
"-apa joohee tau jika kau menunggunya?" Tanya jimin.
Aku menggeleng. "aku tidak lagi menunggu joohee.."
Gayoon dan jimin terlihat bingung. Aku tersenyum ke arah dayeon.
"Aku ingin dayeon.." Ujarku. Gayoon menatap jimin yang juga terlihat bingung.
"Aku ingin mewujudkan cinta pertama dayeon. Karena aku sendiri tau bagaimana rasanya kehilangan cinta pertama. Menyakitkan. Suram. pedih. Bodoh.." Jawabku sembari menatap gadis yang terlihat menggadeng erat lelaki lain.
***
"Hei apa kau tau Kim Taehyung kini kembali kepada mantan kekasihnya?" Aku mendengar seseorang yang tak asing membicarakanku. Gayoon. Dan aku melihat Dayeon berdiri dihadapan Gayoon.
Tak seperti biasanya, dayeon terlihat sangat dingin menanggapinya.
"Benarkah? Baguslah.." Ujar dayeon.
Aku menunduk, merasa bersalah.
aku dan egoku yang lebih tinggi hingga memutuskan untuk membenci gadis itu karena telah beralih hati padaku. Kau bisa mengatakan jika aku egois. Tapi aku memang selalu begitu. Hanya lee dayeon yang berubah. Ia tidak lagi menatapku diam diam ataupun tersenyum padaku.
Bahkan saat ia diharuskan untuk berkelompok bersamaku, ia menolak dan berpindah bersama Eunwoo.
"Tidak adil jika peringkat 1 dan 2 berada dalam satu kelompok.." Kilahnya, dan guru pun bersedia menerima argumen cemerlangnya.
Ia tidak lagi Dayeon yang selalu mencoba berada dalam tim yang sama denganku. Ia bukanlah dayeon yang selalu mencari celah untuk mencuri pandang ke arahku. Dia bukanlah dayeon yang lama. Dia dingin dan ignoran. Pukulan berat untukku yang mulai memahami perasaan dayeon ketika aku dingin dan tidak peduli padanya.
Seperti inikah rasanya?
Terkhianati sendiri. Serasa dunia perlahan lahan roboh. Namun harapanku untuk hidup masih sangat besar. seperti orang bodoh. Sehari rasanya amat sangat berat. Lalu bagaimana dengan Dayeon yang sudah 3 tahun bersahabat dengan perasaan ini.
***
Disuatu pagi yang cerah, dayeon datang dengan Min Yoongi-Sunbae berdiri disampingnya. ia terlihat tenang dan bahkan tidak peduli dengan sekitarnya.
Aku tidak pernah menyadari jika kebahagiannya menjadi penyakit dihatiku. Aku tidak menyadari jika kebahagiaannya tanpa aku didalamnya hanya membuat diriku hancur.
"Hei kau kini dengan yoongi sunbae?" Salah seorang temannya menanyakan. Ia menyadari kehadiranku dan hanya melenggang santai.
"Tidak. Aku hanya berhubungan baik dengan sunbae" ujarnya singkat.
"tapi kalian terlihat sangat dekat.." Ujar temannya.
"Yoongi sunbae membutuhkan tempat untuk bersandar, begitupun denganku. Kami saling menguatkan satu sama lain.." Jelas dayeon.
Bersandar? Apakah aku telah menebang harapannya? Cintanya?
"bagaimana dengan taehyung?" Bisik gayoon, namun sepertinya gayoon sengaja membuatku terusik. Sedikit banyak ia juga membenciku.
Wanita memang lucu. Bagaimana bisa Dayeon memahami dan menerima saat sahabatnya merebut kekasih yang ia sayangi. Dan dengan begitu mudahnya mereka kembali bekerja sama untuk membenciku. Wanita memang tidak mudah dipahami.
KAMU SEDANG MEMBACA
FIRST LOVE
FanfictionDia pasti akan kembali padaku. Dia pasti akan mengejarku. Dia pasti akan mencintaiku. Aku selalu percaya hal itu takkan berubah. Dan selama itu aku hanya terus percaya tanpa pernah mencoba. Aku selalu menganggap bahwa ia tidak pernah letih dan ak...
