The World From Dayeon's Eyes

82 12 0
                                        

Jungkook menghibur dan membesarkan hatiku.

Proposal yang kuajukan ditolak mentah mentah oleh Prof.Han.

Bukan ideku yang ingin mengajukan desain poetry di jurusan desain grafis bisa diterima dengan mudah. tapi itu sebuah kilahan ku.

Sejujurnya aku selalu mengawasi Taehyung lewat postingan SNSnya. Dan ketika ia memostingkan tentang proyek Gayoon, aku akhirnya mendapat ide untuk mengunjungi gayoon. Hanya saja Jungkook tiba tiba ingin mengantarku karena khawatir denganku.

Entah apa yang di khawatirkannya.

Aku melihat Kim Taehyung beralih dari sudut mataku. Ia seakan tak peduli jika Jungkook masih saja mengejarku.

Taehyung ah.. Apa kau Sama sekali tidak punya belas kasihan untukku yang sampai saat ini masih  berharap untukmu. Aku memang hanya sebatas perasaan padamu. Tapi aku telah berikan segala hatiku padamu. Bahkan kujadikan kau duniaku.

Saat kudengar kau sakit, aku ikut sakit.
Saat kudengar kau bahagia, aku ikut bahagia. Itulah duniaku. hanya berputar di poros yang  bernama Kim Taehyung.

"Apa kau tidak lelah?" tanya Gayoon. Aku hanya bergeleng.

"Perasaanku masih sebesar ini. Meluap luap. namun dia hanya diam.." Ujarku. aku masih ingat percakapanku sebelum bertemu dengannya.

Setahun telah berlalu. Aku telah pergi jauh bermaksud untuk melupakannya. Namun tak pernah bisa. Aku hanya bersembunyi.

Namun perasaan itu ternyata tetap. Tak berubah. bahkan disaat seorang trainee terkenal, jungkook, mengejarku.  Hatiku tidak tergerak.

"-aku rela kehilanganmu. Tapi lebih baik untuk lelaki lain yang mencintaimu. bukan Kim Taehyung" ujar jungkook yang menyadari jika aku terus menatap kearah Taehyung menghilang. Dari dalam mobil.

Untuk pertama kalinya aku merasa jungkook benar benar menyerah. Lelaki ini bahkan tak menyerah saat ia tergeser dalam debutnya. Ia terus bertahan.

Namun lelaki itu kini telah mengutarakan suara hatinya.

"Jangan Taehyung. Kumohon."
Jungkook memang masih mengejarku. Namun akulah yang selalu mendorongnya.

"Kenapa?"

"Karena jika itu Taehyung. Aku akan merasa benar benar telah kalah untuk yang keseribu kalinya.. Dan kau hanya akan terlihat bodoh" ujarnya.
Ucapan jungkook memang terdengar menyakitkan. Namun itulah kenyataannya. Hanya aku yang akan terus mengejar. Dan pada akhirnya mungkin hanya aku yang akan mengejar.

"Kumohon.. Kembali ke Seoul bersamaku. Aku tau kau tak punya alasan untuk datang kesini lagi. Maka itu kembalilah bersamaku. Aku yang akan menyelamatkan harga dirimu.." Ujar jungkook.

Harga diri? Setidaknya itulah yang selalu kupertahankan dihadapan Taehyung. Berpura pura tegar saat aku bisa saja mengungkapkan jika ku cemburu atau sakit hati.

FIRST LOVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang